Menu

Dark Mode
Dokumen UFO Baru: Pejabat AS Lihat Rentetan Cahaya Misterius Kisah Bos Raksasa Teknologi China Dihukum Mati Karena Korupsi Penemuan Mengejutkan di Balik Kokohnya Piramida Mesir 7 Cara Mengetahui Watak Asli Seseorang, Bisa Dinilai dari Hal Ini Wanita Bekasi Divonis Gagal Ginjal Stadium 5, Gejala Muncul di Wajah Ancaman Satelit LEO, Ruang Angkasa Berpotensi Jadi Arena Konflik Baru

Kabar Lifestyle

‘Beauty Privilege’ Itu Nyata di Sekitarmu, Ini Dampaknya

badge-check


					Ilustrasi. Fenomena 'beauty privilege' diam-diam hadir dalam kehidupan sehari-hari, kala orang yang dianggap 'menarik' mendapatkan perlakuan yang lebih baik. (Foto: iStock/filadendron) Perbesar

Ilustrasi. Fenomena 'beauty privilege' diam-diam hadir dalam kehidupan sehari-hari, kala orang yang dianggap 'menarik' mendapatkan perlakuan yang lebih baik. (Foto: iStock/filadendron)

Cantik atau menarik secara fisik sering kali menjadi keuntungan yang memengaruhi cara seseorang diperlakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Fenomena itu dikenal sebagai ‘beauty privilege’, yaitu kondisi ketika orang yang dianggap memenuhi standar kecantikan mendapatkan perlakuan lebih baik dibandingkan yang tidak.

Hal ini kerap terjadi tanpa disadari karena sudah dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Standar kecantikan yang dibentuk oleh budaya, media, dan lingkungan sosial membuat penampilan menjadi salah satu dasar penilaian, bahkan sebelum seseorang menunjukkan kemampuan atau kepribadiannya.

Beauty privilege dapat memengaruhi hubungan sosial, peluang karier, hingga kondisi psikologis seseorang. Sementara mereka yang tidak masuk dalam standar kecantikan tertentu berpotensi mengalami perlakuan yang kurang adil.

Apa itu beauty privilege?
Mengutip dari Very Well Mind, beauty privilege adalah bentuk bias atau kecenderungan penilaian yang tidak objektif, di mana orang yang dianggap menarik lebih mudah mendapatkan keuntungan dalam berbagai aspek kehidupan.

Hal tersebut berkaitan dengan kecenderungan manusia menilai sesuatu secara cepat berdasarkan kesan pertama. Penampilan fisik menjadi faktor utama yang memengaruhi persepsi, meskipun tidak selalu mencerminkan kualitas sebenarnya.

Menukil dari Psychology For, penelitian menunjukkan bahwa orang cenderung mengaitkan sifat-sifat kepribadian yang lebih positif pada seseorang yang menarik.

Bisa berdampak buruk
Namun, ada beberapa dampak yang berpengaruh karena adanya beauty privilege. Berikut di antaranya.

1. Dampak dalam kehidupan sosial
Dalam kehidupan sosial, orang yang dianggap menarik cenderung lebih mudah diterima. Mereka lebih sering mendapatkan perhatian, diajak berinteraksi, dan dianggap menyenangkan dalam pergaulan.

Sebaliknya, sebuah studi tahun 2022 menemukan, seseorang yang tidak sesuai dengan standar kecantikan tertentu bisa merasa kurang dihargai. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan diabaikan atau dinilai negatif tanpa alasan yang jelas.

2. Dampak terhadap kepercayaan diri

Orang yang mendapatkan beauty privilege biasanya menerima lebih banyak pujian, yang dapat meningkatkan rasa percaya diri. Namun, kondisi ini juga bisa menimbulkan tekanan untuk terus mempertahankan penampilan.

Di sisi lain, mereka yang tidak mendapatkan privilege ini lebih rentan merasa tidak percaya diri. Perbandingan dengan orang lain dapat memicu rasa tidak puas terhadap diri sendiri dan berdampak pada kesehatan mental.

3. Dampak dalam dunia kerja
Seperti dikutip dari laman Psychology Today, penelitian menunjukkan bahwa orang yang dianggap menarik lebih cenderung dipekerjakan, menerima gaji awal yang lebih tinggi dan lebih sering dipromosikan

Sementara itu, mereka yang tidak memenuhi standar kecantikan tertentu sering kali harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan pengakuan yang sama, yang menunjukkan adanya ketimpangan dalam penilaian.

4. Dampak pada hubungan dan penilaian diri

Beauty privilege juga memengaruhi hubungan antar-individu. Orang yang menarik cenderung lebih mudah membangun relasi, meskipun hubungan tersebut tidak selalu mendalam.

Sebaliknya, orang yang tidak dianggap menarik bisa merasa kurang diperhatikan atau dihargai. Hal ini dapat memengaruhi cara mereka memandang diri sendiri.

Fenomena ini terjadi karena manusia cenderung mengandalkan kesan pertama dalam menilai orang lain. Penampilan menjadi hal yang paling mudah terlihat, sehingga sering dijadikan dasar penilaian.

Kebiasaan ini membentuk pola pikir bahwa penampilan memiliki nilai lebih. Padahal, kualitas seseorang tidak hanya ditentukan dari aspek tersebut.

Menyadari adanya beauty privilege merupakan langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih adil. Dengan kesadaran ini, kita dapat lebih bijak dalam menilai orang lain.

Setiap orang berhak diperlakukan secara adil dan dihargai bukan hanya dari penampilan, tetapi juga dari kemampuan, karakter, dan nilai yang dimiliki.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kisah Bos Raksasa Teknologi China Dihukum Mati Karena Korupsi

23 May 2026 - 14:05 WIB

Penemuan Mengejutkan di Balik Kokohnya Piramida Mesir

23 May 2026 - 14:01 WIB

7 Cara Mengetahui Watak Asli Seseorang, Bisa Dinilai dari Hal Ini

23 May 2026 - 13:58 WIB

Wanita Bekasi Divonis Gagal Ginjal Stadium 5, Gejala Muncul di Wajah

23 May 2026 - 13:53 WIB

Ancaman Satelit LEO, Ruang Angkasa Berpotensi Jadi Arena Konflik Baru

23 May 2026 - 13:44 WIB

Trending on Kabar Lifestyle