Menu ✖

Dark Mode
Terekam Google Earth: Skala Kehancuran Gaza yang Mengguncang Nalar Startup AI Termahal di Dunia Pilih Berkantor di Singapura Kebiasaan Buang Makanan Bikin Bumi Panas, Ini Bahaya Metana dari Sampah Matahari dan Bulan Bisa Picu Gempa, Ilmuwan Jelaskan Pengaruhnya Tanda China Mulai Melunak, Buka Pintu Lebar-Lebar Buat Amerika Dorong Pembangunan Digital, Wamenkomdigi Tekankan Hal Ini!

Headline

Banser GP Ansor Disiagakan di Rumah Orang Tua Mahfud MD

badge-check


					Banser GP Ansor Disiagakan di Rumah Orang Tua Mahfud MD Perbesar

Puluhan anggota Barisan Serbaguna (Banser) GP Ansor menjaga rumah orang tua Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD oleh ratusan orang, di Pamekasan,
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan, pihaknya telah menginstruksikan anggota Banser untuk menjaga kediaman rumah orang tua Mahfud MD.


Hal tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan seperti kejadian pengepungan kemarin siang. Pihaknya memiliki kewajiban melakukan pengamanan karena Mahfud MD adalah salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang sudah semestinya dijaga dari berbagai ancaman.
“Ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab utama seluruh kader Banser untuk melindungi para kiai, dan juga tokoh-tokoh NU dari ancaman atau gangguan yang datang. Dengan demikian tanpa diminta pun kita pasti akan beri perlindungan,” kata Gus Yaqut, panggilan akrabnya, Rabu, (2/12). Penjagaan rumah di daerah Bugih, Pamekasan, yang kini sehari-hari dihuni ibunda Mahfud MD itu akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar dinilai aman.
Untuk pengamanan, pihaknya menerjunkan anggota Banser dari wilayah Pamekasan dan sekitarnya. Mereka akan bertugas bergantian dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat.
Gus Yaqut sangat prihatin atas terjadinya aksi pengepungan. Sebab selama ini rumah di Pamekasan tersebut bukan dihuni oleh Mahfud, namun oleh orang tuanya.
Menurutnya, cara-cara menyampaikan aspirasi dengan mendatangi rumah seseorang tanpa izin juga tak bisa dibenarkan. Lebih-Lebih, lanjutnya, aksi mereka tidak sepengetahuan aparat dan cenderung sebagai aksi provokasi dan ancaman.
Untuk itu, Gus Yaqut berharap agar kasus pengepungan rumah ini segera diusut tuntas. Pihaknya meminta kepolisian untuk tidak gentar karena jika dibiarkan cara-cara preman seperti itu akan menjadi preseden buruk dalam praktik demokrasi di Indonesia. “Jika tidak suka atas kebijakan, misalnya, salurkanlah dengan cara yang benar bisa dialog atau gunakan jalur hukum. Apalagi kita ini orang beradab, bukan pake cara jalanan seperti itu,” tegas Gus Yaqut.
Seperti diketahui, Selasa siang sekitar pukul 13.45 WIB, rumah Mahfud MD di Pamekasan tiba-tiba digeruduk ratusan orang yang datang dengan menumpang beberapa truk. Di depan rumah Mahfud, massa sempat berorasi sebelum dengan cepat dihalau oleh polisi.
Sebelum mengepung rumah orang tua Mahfud, massa telah mendatangi Mapolres Pamekasan. Dalam orasinya, massa meminta agar pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tidak dijadikan tersangka.

Sumber: NU.or.id
Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Serentak Dilaunching 1 Oktober 2026

22 September 2026 - 21:47 WIB

BNN DAN AFP SEPAKAT PERKUAT KEMITRAAN LAWAN ANCAMAN NARKOTIKA LINTAS NEGARA

22 September 2026 - 21:34 WIB

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

15 September 2026 - 20:36 WIB

Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan MaskerĀ 

9 September 2026 - 18:42 WIB

Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan

8 September 2026 - 21:24 WIB

Trending on Headline