Kota Bogor sudah menjadi kota kuliner setelah Bandung. Hampir di setiap sudut kota berdiri tempat-tempat kuliner baru dengan berbagai menu unik. Melihat maraknya tempat-tempat kuliner, Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda (BPC HIPMI) Kota Bogor menggelar seminar bertema “Penerapan Higienis Makanan” di Rumah Makan Bumi Aki Bogor, Selasa (31/7/2018).
Acara yang dikuti sejumlah pemilik Horeca (hotel, restoran dan cafe) dan asosiasi chef hotel Kota Bogor tersebut, belangsung seru bahkan perserta membludak.

Menurut Ketua Pelaksana Arief Setiawan, acara ini merupakan ide dari anggota DPC HIPMI Kota Bogor dalam rangka mengembangkan value preposition kuliner Kota Bogor dengan mengedepankan higienis makanan yang aman dan tetap enak sesuai ciri Kota Bogor.
“Kota Bogor selangkah di depan, dengan menerapkan higienis makanan di setiap kuliner Bogor, maka bisa sejajar dengan kota wisata baik di Indonesia maupun global. Hal ini akan menjadi nilai tambah dan kenyamanan bagi warga Kota Bogor,” ujarnya.
Dengan seminar ini lanjutnya, pihak pemilik kuliner bisa memahami dasar mengapa perlunya higienis makanan diterapkan. Pihak pemilik kuliner juga memahami standar yang diacu baik untuk kesehatan dan kebersihan secara standar internasional.
“Selain itu mendapat contoh-contoh bagaimana pengelolaan yang baik dan benar, serta mengetahui langkah-langkah yang akan diambil untuk higienis,” tambah Ketua Bidang Sumber Daya Manusia dan Lingkungan pada BPC HIPMI Kota Bogor itu.
Hadir dalam kesempatan ini sejumlah pembicara seperti Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, Ms.,Phd, dosen FEMA IPB, Wida Winarno dan Amadius Ardian dari PT. Embrio Biotekindo.
Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi pada BPC HIPMI Kota Bogor, Aries Sandi menambahkan, keanggotaan BPC HIPMI Kota Bogor sampai saat ini berjumlah 138 anggota. Sampai akhir tahun 2018 pihaknya menargetkan bisa mencapai 1.000 anggota.
“kita realistis, target 500 anggota sampai akhir tahun ini. Tadi pun sudah ada penambahan 12 anggota baru,” jelasnya.
Reporterpratama