Menu

Dark Mode
Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas Data Center AI Meta Diduga Bocorkan Bakteri Mematikan ke Air untuk Irigasi Kota

Kabar Bogor

ASN Pemkot Bogor Jalani Pola Hidup Sehat

badge-check


					Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqien. (foto: Kominfo Kota Bogor) Perbesar

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqien. (foto: Kominfo Kota Bogor)

Kota Bogor- Hidup sehat adalah hak semua orang, begitupula dengan aparatur sipil negara (ASN). ASN di tiap OPD di lingkungan Pemkot Bogor diharuskan memiliki komitmen menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), bukan hanya sekadar aksi seremonial.

Menurut Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqien, menjaga kesehatan bukan hanya dari sisi medis, tapi harus ada keseimbangan mental, jasmani, dan rohani.

“Tapi menjaga kesehatan harus ada keseimbangan mental, jasmani, dan rohani. Metabolisme tubuh tergantung pada asupan makanan, aktivitas yang dilakukan, dan tingkat stres juga sangat penting,” ujar Jenal, usai menandatangani komitmen bersama antar Aparatur Sipil Negara (ASN) di tiap OPD untuk menerapkan Germas secara utuh, di Taman Ekspresi Sempur, Jumat (26/9/2025).

Kepada para ASN, Jenal Mutaqin menegaskan, sebagai pelayan masyarakat mereka harus benar-benar menjaga kondisi kesehatan. Edukasi tentang pola hidup sehat juga harus dimaknai dengan sungguh-sungguh.

“Mengatur ritme pikiran kita agar tetap fresh dan mengurangi stres. Tetap senang dan bahagia menjalani aktivitas,” tutur Jenal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menjaga kesehatan bagi ASN sudah sepatutnya dilakukan.

“Kita harus menerapkan pola hidup sehat mulai dari diri kita sendiri,” tegas Denny.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan, aksi Germas tahun ini mengusung tema “Komitmen Bersama: Bogor Sehat, Bugar, dan Produktif”. Tema ini sesuai dengan arahan pemerintah bahwa seluruh masyarakat, termasuk ASN, harus menjaga pola hidup sehat. Apalagi saat ini Kota Bogor masih dihadapkan dengan tingginya angka Penyakit Tidak Menular (PTM).

“PTM ini ternyata menyumbang angka kematian tertinggi, bukan hanya di tingkat global dan nasional, tetapi juga di Kota Bogor. WHO mencatat bahwa 74 persen kematian disebabkan oleh PTM,” kata Retno.

Lebih lanjut, Sri Nowo Retno menjelaskan, PTM mencakup penyakit seperti stroke, jantung, kardiovaskuler, hipertensi, diabetes, dan kanker. Ia juga menambahkan bahwa PTM menjadi penyumbang pembiayaan kesehatan terbesar.

“BPJS mencatat pembiayaan untuk PTM mencapai Rp34,8 triliun, di mana Rp22 triliun di antaranya habis untuk pembiayaan penyakit jantung dan stroke. Padahal penyakit ini sebenarnya bisa dicegah dengan membiasakan pola hidup sehat, pola makan yang baik, aktivitas fisik, serta menghilangkan kebiasaan tidak sehat,” jelasnya.

Rizki Mauludi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemkot Bogor Gandeng Kementerian ATR/BPN Replikasi Peta Digital Tangsel demi Optimalisasi PAD

21 September 2026 - 17:39 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Peran PMI dalam Bidang Kesehatan

20 September 2026 - 11:39 WIB

Petugas Gabungan di Bogor Terus Berjibaku Padamkan 8 Lahan Sampah Terbakar

14 September 2026 - 19:36 WIB

67 Tahun Pelopor, Momentum Evaluasi dan Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat

14 September 2026 - 19:32 WIB

Pemkot Bogor dan Danone Indonesia Kolaborasi Kembangkan UMKM agar Naik Kelas

14 September 2026 - 19:28 WIB

Trending on Kabar Bogor