Jakarta – Tekanan terhadap Bill Gates kembali menguat setelah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat mendesaknya untuk memberikan kesaksian di bawah sumpah terkait hubungannya dengan mendiang Jeffrey Epstein. Desakan ini muncul menyusul rilis terbaru jutaan halaman dokumen Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Anggota DPR AS dari Partai Republik, Nancy Mace, secara terbuka meminta Gates hadir dan bersaksi di bawah sumpah di hadapan Komite Pengawasan Kongres. Menurut Mace, dokumen yang dirilis baru-baru ini memuat tuduhan serius dan sensitif yang perlu dijelaskan secara terbuka.

Dalam unggahannya di platform X, Mace menyebut bahwa sekitar tiga juta halaman dokumen Epstein telah dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Ia menilai isi dokumen tersebut “menjijikkan” dan menegaskan bahwa tidak ada individu yang kebal dari hukum, termasuk tokoh berpengaruh dan miliarder teknologi.
“Kami mendesak Bill Gates untuk bersaksi di bawah sumpah tentang hubungannya dengan Jeffrey Epstein di depan Komite Pengawasan. 3 juta halaman dokumen Epstein baru saja dirilis oleh DOJ dan tuduhannya MENJIJIKKAN,” tulis Mace.
“Jika tuduhan ini salah, Bill Gates seharusnya tidak ada masalah menyatakannya di bawah sumpah di depan Kongres. Tidak ada yang di atas hukum. Bukan miliarder. Bukan yang berkuasa. Tidak seorang pun,” lanjutnya.
Sejumlah laporan media AS menyebutkan bahwa dokumen tersebut mencakup email dan catatan pribadi yang diklaim ditulis oleh Epstein. Dalam salah satu email bergaya catatan jurnal, Epstein mengaku pernah membantu Gates memperoleh obat-obatan tertentu serta memfasilitasi pertemuan yang bersifat pribadi.
Dokumen lain juga memuat klaim bahwa Epstein merasa kecewa karena Gates memilih mengakhiri hubungan mereka setelah menjalin komunikasi selama beberapa tahun. Namun, tidak ada kejelasan apakah email-email tersebut benar-benar pernah dikirim atau diterima langsung oleh Gates.
Bantahan Bill Gates
Bill Gates, membantah tegas seluruh tuduhan yang mencuat dalam dokumen terbaru kasus Jeffrey Epstein. Ia menilai klaim-klaim tersebut tidak berdasar dan menyesatkan. “Tuduhan itu sangat absurd dan sepenuhnya salah,” kata Gates, menegaskan bahwa namanya dicatut dalam narasi yang tidak mencerminkan fakta.
Gates secara terbuka mengakui penyesalannya pernah berhubungan dengan Epstein dan menyebut keputusan itu sebagai kesalahan besar. “Saya bodoh karena menghabiskan waktu bersamanya. Setiap menit yang saya habiskan, saya menyesal,” ujarnya. Meski demikian, Gates menekankan bahwa penyesalan tersebut tidak berkaitan dengan tuduhan kriminal yang beredar dalam dokumen.
Menanggapi email draft kontroversial yang menyebut namanya, Gates menyatakan dokumen tersebut tidak pernah dikirim kepadanya dan tidak dapat dianggap sebagai bukti. “Email itu palsu. Saya tidak pernah menerimanya,” tegas Gates.
Ia juga memastikan tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein maupun bertemu perempuan yang terkait dengan jaringan perdagangan seks tersebut. “Saya tidak pernah pergi ke pulau itu. Saya tidak pernah bertemu perempuan mana pun,” katanya.
Meski namanya tercantum dalam jutaan halaman berkas, Gates menegaskan bahwa ia tidak pernah dituduh melakukan pelanggaran hukum oleh korban Epstein mana pun. Ia mendorong pengungkapan fakta secara menyeluruh agar kebenaran menjadi jelas.
“Semakin banyak fakta yang muncul, semakin jelas bahwa hal ini tidak ada hubungannya dengan saya,” ujar Gates, seraya menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada kegiatan filantropi dan kesehatan global.
Sumber: detik.com














