Menu

Dark Mode
Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi Hut ke-50, Summarecon Gelar Operasi Katarak Gratis di Bogor Ngeri! Buaya Raksasa Masuk Dapur Hotel Mewah, Heboh di Medsos Samsung QLED Q5F 43 Inci Rilis di RI, TV Rp 4 Jutaan 7 Tahun Update Wujudkan Dokter Cerdas dan Masyarakat Sehat, IDI Kota Bogor Tampilkan Inovasi Digital May Day 2026, BPJS Ketenagakerjaan se-Jakarta Selatan Sebar Ratusan Sembako

Kabar Bogor

Alzheimer Indonesia Ajak Lebih Peduli Penderita Alzheimer

badge-check


					Alzheimer Indonesia Ajak Lebih Peduli Penderita Alzheimer Perbesar

Bulan Alzheimer Sedunia (World Alzheimer’s Month) dirayakan pada bulan September tiap tahunnya. Dalam perayaan tersebut, Alzheimer Indonesia (ALZI) Chapter Bogor mengajak masyarakat lintas generasi untuk lebih peduli terhadap para penderita Alzheimer.

ALZI Chapter Bogor menggelar acara Intergenerational Fun Walk, Talkshow, dan Gembira Ria bersama orang Dengan Demensia yang diikuti sekitar 400 peserta di Kebun Raya Bogor, Minggu (29/09/2019) pagi.

Acara fun walk dibuka artis yang juga anggota DPRD, Farhan dilanjutkan dengan senam poco-poco dan ada sesi Talkshow mengenai alzheimer yang diisi beberapa narasumber, yakni dr. Yuniar dari RS Marzuki Mahdi dengan topik “Perubahan Perilaku Yang Diidap Penderita Demensia Alzheimer”, dr. Paulin dari RS Bogor Senior Hospital dengan topik “Jangan Anggap Sepele Pikun”.

Ketua Panitia Bulan Alzheimer Sedunia, Reka mengatakan, kegiatan ini rutin digelar setiap tahun yang bertujuan untuk mengkampanyekan tentang penyakit Demensia Alzheimer. Sebab, masih banyak masyarakat terutama masyarakat Bogor yang belum paham mengenai penyakit ini.

“Ada yang tahu tapi mereka masih enggan untuk menceritakan ataupun melaporkan tentang penyakitnya, karena memang kebanyakan orang, khususnya anak yang mempunyai orang tua dengan Alzheimer menganggap bahwa penyakit alzheimer adalah hal yang tabu/memalukan,” katanya.

Dia menyebutkan, ciri-ciri orang yang mengidap Alzheimer biasanya memiliki perubahan perilaku, mood yang tidak stabil. Bahkan, masih banyak yang menganggap “Kok mama saya seperti orang stress”. “Itu biasanya anggapan dari masyarakat luas,” katanya.

Oleh karena itu, pentingnya memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat memahami dan tahu cara mendampingi dan melayani para pengidap Demensia Alzheimer.

“Kita juga sering mengundang pihak keluarga dari pengidap Alzheimer, seperti anaknya untuk mengikuti kelas sharing pengalaman dia menjadi seorang caregiver (orang yang merawat). Kita juga sering mengundang dokter dan ahli untuk sesi konsultasi,” terangnya.

Dia berharap masyarakat Bogor khususnya lebih mengetahui dan peduli tentang penyakit ini, walaupun tidak memiliki keluarga yang mengidap Alzheimer mereka tetap peduli dengan penyakit Demensia Alzheimer.

“Mari dukung komunitas kita agar kampanye ini terus berjalan. Jika ingin bergabung dengan komunitas kita/bertanya dipersilahkan. Kami juga berharap dukungan dari pemerintah,” katanya. .

rls

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hut ke-50, Summarecon Gelar Operasi Katarak Gratis di Bogor

4 May 2026 - 08:34 WIB

Wujudkan Dokter Cerdas dan Masyarakat Sehat, IDI Kota Bogor Tampilkan Inovasi Digital

2 May 2026 - 12:19 WIB

Rapat Paripurna DPRD, Dedie Rachim Sampaikan Penguatan Struktur Perangkat Daerah

30 April 2026 - 08:58 WIB

Ikhtiar KONI Kota Bogor Penuhi Target 100 Emas

28 April 2026 - 09:32 WIB

Sinergi Teknologi di HKB 2026: Panaragan Jadi Pilot Project Mitigasi Longsor Berbasis EWS

26 April 2026 - 20:27 WIB

Trending on Kabar Bogor