Menu

Dark Mode
Awal Tahun, Pramuka Pangkalan SMAN 4 Kota Bogor Gelar Rakor Jutaan Follower Tertipu, Biksu Ini Ternyata AI Buatan Pria Israel Cuma Berjarak 3,8 Km, Dua Pulau Ini Terpisah Waktu 21 Jam! Kok Bisa? Unik, Ponsel Ini Bisa Pakai Android, Linux, dan Windows 11 Stop IndoXXI & LK21! Link Nonton Online Ini Bebas Malware Pencuri Data Afrika Terbelah Dua, Samudra Baru Bakal Muncul di Tengah Benua

Kabar Lifestyle

AI Disebut Biang Kerok Harga HP Makin Mahal, Kok Bisa?

badge-check


					(Foto: Dok. GfK) Perbesar

(Foto: Dok. GfK)

Harga ponsel di masa depan diramal akan semakin mahal. Penyebabnya? Perkembangan AI generatif yang menimbulkan kelangkaan memori, salah satu komponen penting di smartphone.
Menurut laporan dari Hankyung, Samsung mempertimbangkan untuk menaikkan harga produk-produknya, termasuk ponsel karena kelangkaan stok memori. Seberapa besar kenaikannya belum diketahui, namun kabarnya harga ponsel segmen bawah dan menengah Samsung akan naik.

Setelah peluncuran Redmi K90 series di China, Presiden Xiaomi Lu Weibing juga mengatakan harga ponsel Xiaomi naik karena harga memori ikut melonjak. Redmi K90 series yang baru rilis dijual dengan harga mulai dari 2.599 yuan, lebih mahal 100 yuan dari generasi sebelumnya.

Lantas, apa hubungannya AI dengan kelangkaan memori dan harga ponsel yang berpotensi naik? Fitur AI generatif ada dua jenisnya, yang bisa diproses langsung di perangkat atau on-device dan yang lebih canggih sehingga hanya bisa diproses di cloud.

Fitur AI berbasis cloud ini dijalankan di server farm yang membutuhkan high-bandwidth memory (HBM) dalam jumlah banyak. Seiring dengan perusahaan seperti Google, Microsoft, dan OpenAI yang semakin fokus ke AI, permintaan terhadap server farm meningkat tajam.

HBM memang tidak dipakai di produk seperti smartphone, namun komponen ini berpengaruh terhadap produksi chip memori yang dipakai untuk produk consumer. Seperti yang dijelaskan Hankyung, HBM lebih menguntungkan bagi perusahaan produsen chip daripada DRAM yang umum dipakai di ponsel, sehingga perusahaan lebih fokus untuk memproduksi HBM.

Akibatnya, sumber daya produsen chip dialihkan untuk memproduksi HBM, dan sumber daya yang dialokasikan untuk produksi DRAM berkurang. Hal ini menyebabkan pemasok memori kehabisan stok sehingga menyebabkan kenaikan harga, seperti dikutip dari Android Authority, Minggu (2/11/2025).

Menurut laporan Digitimes, harga memori seperti DRAM dan NAND terus naik sepanjang tahun ini. Untuk kuartal keempat tahun 2025, kenaikan harga memori diperkirakan sekitar 15-20%.

Kelangkaan memori diprediksi akan berlangsung hingga lebih dari dua tahun. Bukan hanya ponsel, kelangkaan ini juga diramal akan membuat harga gadget lainnya seperti laptop dan desktop naik.

Sumber : detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jutaan Follower Tertipu, Biksu Ini Ternyata AI Buatan Pria Israel

24 January 2026 - 15:04 WIB

Cuma Berjarak 3,8 Km, Dua Pulau Ini Terpisah Waktu 21 Jam! Kok Bisa?

24 January 2026 - 15:01 WIB

Unik, Ponsel Ini Bisa Pakai Android, Linux, dan Windows 11

24 January 2026 - 14:58 WIB

Stop IndoXXI & LK21! Link Nonton Online Ini Bebas Malware Pencuri Data

24 January 2026 - 14:55 WIB

Afrika Terbelah Dua, Samudra Baru Bakal Muncul di Tengah Benua

23 January 2026 - 13:51 WIB

Trending on Kabar Lifestyle