Menu

Dark Mode
Perkuat Aksi Iklim dan Konservasi Hayati, Indocement Tanam Pohon Lokal ​Kota Bogor Juara Umum POPWILDA 2026 China Klaim Ada ‘Ikan Mata-mata’ yang Pantau Perairannya China Perketat Ekspor Indium untuk Chip AI, Ini Fakta-faktanya Microsoft Akan Cabut Dukungan Office 2021, Catat Tanggalnya! Norwegia Larang Anak SD Pakai AI Agar Tak Lupa Baca Tulis

Headline

Dihadang, 1.900 Ton Sampah Sehari Menumpuk

badge-check

image

Ratusan ton sampah di Kota Bogor menumpuk dan tak terangkut karena dihadang sejumlah ormas ketika hendak masuk ke TPA Galuga Kabupaten Bogor. Hingga Selasa (26/1/2016) puluhan truk sampah masih mengantre dan terparkir di sejumlah titik, diantaranya depan kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Jalan Paledang serta sepanjang Jalan Paledang dan jembatan sarijan.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor Irwan Riyanto mengatakan akibat penghadangan sejak Senin (25/1/2016), sebanyak116 truk sampah milik Pemkot Bogor tertahan. Dengan demikian, ada sedikitnya 1.900 ton sampah milik Kota Bogor yang tidak bisa diangkut per hari.

“Jumlah sampah dari Kota Bogor yang harus dibuang ke TPA Galuga sebanyak 1.900 ton per harinya yang dilakukan secara 2 shift yakni pagi dan malam hari. Karena terhadang, maka sampah itu sekarang masih belum dibuang ke TPA Galuga,” kata Irwan.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan komitmen untuk teknis pengelolaan dan kompensasi warga di  sekitar TPA Galuga harus dievaluasi kembali. Rapat dengan Pemkab Bogor pun akan digelar pagi ini.

Menurut Bima, Pemerintah Kabupaten Bogor belum satu kata dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bogor terkait teknis pengelolaan sampah dan kompensasi untuk warga yang ada di TPA Galuga. “Pada intinya Kota Bogor sudah melakukan kewajibannya dan sudah satu kata dengan DPRD Kota Bogor. Namun, Kabupaten Bogor belum sehingga kita ikut terimbas,” kata Bima.

Meski demikian, Bima menilai apapun aspirasi masyarakat terkait pembuangan sampah di Galuga tetap harus disikapi. Pemkot Bogor juga tidak memiliki pilihan lain selain membuang ke TPA Galuga karena tempat pengolahan sampah di Nambo masih belum beroperasi. “Kan, tidak mungkin sampahnya tidak dibuang,” ujar Bima. #deni hendrayana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perkuat Aksi Iklim dan Konservasi Hayati, Indocement Tanam Pohon Lokal

22 June 2026 - 18:19 WIB

PKK Kelurahan Cipete Utara Dukung Gerakan RT/RW Sadar BPJS Ketenagakerjaan

11 June 2026 - 15:30 WIB

Sinergi Tanpa Batas: BPJS Ketenagakerjaan, Jasa Raharja, dan Polri Perkuat Kolaborasi Demi Layanan Prima Korban Kecelakaan Kerja

10 June 2026 - 14:41 WIB

Resmi Pertamax Naik Jadi Rp 16.250

10 June 2026 - 07:19 WIB

Wamenaker: Kerja di Hari Libur Nasional Wajib Bayar Lembur

26 May 2026 - 21:12 WIB

Trending on Headline