Menu ✖

Dark Mode
Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum Kota Bogor Optimis Raih 100 Medali Emas Dalam Ajang Porprov XV Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini Pembangunan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Melaju, Capai 79 Persen Kisah Rui Pinto, Hacker yang Bocorkan Skandal Finansial Manchester City

Headline

Petani Buah Harus Bergabung di Koperasi

badge-check


					Petani Buah Harus Bergabung di Koperasi Perbesar

image

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspa Yoga meminta petani bergabung dalam koperasi ( foto deni)

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspa Yoga meminta agar para petani buah bergabung menjadi anggota koperasi. Menurut dia, banyak negara yang sukses ketika para petaninya bergabung ke koperasi.

“Di Jepang, Thailand, dan Korea semua masuk koperasi. Di Indonedia ini punya koperasi terbanyak di dunia, tapi banyak yang tidak aktif,” kata Puspa Yoga ketika membuka Temu Bisnis Festival Bunga dan Buah 2015, Jumat (27/11/2015).

Menurut dia, sumbangan PDB koperasi kita untuk perekonomian masih kecil dan stagnan selama puluhan tahun. Dia bahkan mencatat, kontribusi koperasi sejak Indonesia merdeka sampai sekarang hanya 1,7 persen.

“Sementara di Denmark sampai 69 persen lebih,” lanjut Puspa Yoga. Dikatakan Puspa Yoga, ada lebih dari 200.000 koperasi yang ada di Indonesia, tetapi 62.000 di antaranya tidak aktif.

Kementriannya pun sudah memberikan nomor induk koperasi kepada koperasi yang masih aktif untuk memudahkan pengecekan koperasi tersebut. Sementara, 62.000 koperasi yang tidak aktif telah dikeluarkan dari data base kementrian.

Saat ini kementrian juga terus melakukan reorientasi agar kita tidak bangga dengan jumlah koperasi yang banyak tetapi tidak berkualitas. “Walau sedikit yang penting kualitasnya, bukan jumlah badan usahanya,” ucapa Puspa Yoga.
Dia pun berharap para petani bisa bergabung dengan koperasi agar lebih mudah berkembang. Diharapkan koperasi itu bisa memfasilitasi pengadaan bibit, pupuk, hingga pemasaran buah hasil para petani. Dia juga menilai berusaha di koperasi jauh lebih berkembang dibandingkan hanya diberikan bantuan sosial. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polresta Sleman Tangkap Sejoli Kasus Penelantaran Bayi di Kalasan

7 October 2026 - 19:29 WIB

Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Buka Resmi UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya

5 October 2026 - 15:55 WIB

Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara

2 October 2026 - 18:51 WIB

Hari Kedua, Asap Masih Mengepul di Trans Home Sleman

2 October 2026 - 12:14 WIB

Akses Sempit Jadi Kendala Damkar Padamkan Trans Home Sleman Sleman

1 October 2026 - 21:16 WIB

Trending on Headline