Menu ✖

Dark Mode
Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026 Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

Headline

Ratusan Ayam Tertawa di IPB

badge-check


					Ratusan Ayam Tertawa di IPB Perbesar

image

Ratusan ayam ketawa mengikuti kontes ayam ketawa nasional di Kampus IPB Dramaga, Sabtu (5/9/2015). Kontes ayam ketawa ini merupakan salah satu rangkaian dari Dies Natalis ke 52 IPB. Selain kontes ayam ketawa, juga digelar kontes ayam pelung, serta lomba hewan peliharaan lainnya yang dirangkum dalam kegiatan Animal Day.

image

Ketua Panitia Kontes Ayam Ketawa, Aldiki Pratama mengatakan acara ini digelar sekaligus untuk melestarikan ayam asli Indonesia. “Dulu ayam ketawa tidak begitu dikenal. Padahal, ayam ini asli Indonesia. Di daerah lain tidak ada ayam ketawa,” kata Aldiki.

Ayam asli Sidrap Sulawesi Tengah ini baru dikenal ketika mulai dikonteskan. Saat itulah pemerintah pun mulai membuat payung hukum untuk perlindungan ayam asli Indonesia itu. “Ayam ini menjadi ciri khas kita karena keunikan suaranya. Makanya, kami ikut gelar kontes ini agar semakin banyak orang yang peduli dan cinta pada ayam asli Indonesia ini,” kata Aldiki.

Kontes yang sudah digelar 4 kali sejak tahun 2014 ini semakin banyak penggemarnya. Terbukti, jumlah peserta dan anggota komunitas semakin meningkat setiap tahunnya. Saat ini, ada 60 orang yang mengikuti lomba. Setiap peserta mengikutkan sedikitnya 2-3 ayam ketawa andalannya.

Salah seorang peserta asal Kebumen, Suprat mengatakan memelihara ayam ketawa memiliki tantangan tersendiri karena harus telaten. “Kalau lupa kasih makan atau lupa ngurusnya suka stres ayamnya,” ujar Suprat.

Sementara, peserta asal Cirebon, Sugiyono mengatakan hal yang perlu diperhatikan yakni rutin memberikan vitamin agar ayam tidak cepat sakit. Setidaknya, butuh waktu berbulan-bulan untuk mengajari ayam ketawa supaya bisa mengeluarkan suara uniknya.

“Kalau sudah jadi juara, harga ayam bisa langsung naik. Yang biasa paling di atas Rp 5 juta. Tapi kalau juara terus bisa sampai ratusan juta dan jadi incaran banyak orang, terutama anakannya nanti,” ujar Sugiyono. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

5 November 2026 - 15:49 WIB

Empat Emas Judo di Porprov XV Jabar 2026 Disabet Kota Bogor

5 November 2026 - 15:37 WIB

Kemenko Kumham Imipas Apresiasi Capaian Reformasi Hukum di Kota Bogor

5 November 2026 - 14:41 WIB

Buka OASE 2026 di UIN Jogja, Menag Nasaruddin Sebut Hilirisasi Teknologi Bisa Buat Bangkit Kejayaan Islam

4 November 2026 - 15:46 WIB

Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

4 November 2026 - 15:40 WIB

Trending on Headline