Menu

Dark Mode
JPO Rangga Mekar-Batutulis Diperbaiki, Arus Lalin Motor Dialihkan Netizen Soroti Jalanan Jakarta Sepi Hari Ini Banjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek ChinaBanjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek China Demo 27 Agustus Ramai di Jagat Maya, Netizen Soroti Beragam Hal Mengenal Fitur Telepon AI Hasil Kerja Sama Indosat dan Huawei Demo 27 Agustus, Komdigi Ingatkan Warga Tidak Sebar Kebencian di Medsos

Kabar Bogor

Bersih-bersih, GPIB Zebaoth Wujudkan Bogoh Ka Bogor

badge-check

image

Ulang Tahun ke-65 Gerakan Pemuda (GP) Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Zebaoth Bogor menggelar Green Movement dengan melakukan aksi bersih-bersih di gereja Zebaoth san sekitarnya. Kegiatan yang mengambil rute sampai Lapangan Sempur ini diresmikan Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman.
 
KMJ GPIB Zebaoth Bogor Pdt. Sian Lumentut mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan oleh GP GPIB Zebaoth sebagai bagian dari implementasi kepedulian terhadap lingkungan sekitar. “Kami berharap kegiatan Green Movement ini berjalan tepat arah serta berguna bagi semua dan membawa manfaat bagi semua,” harapnya.

Usmar, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan Green Movement seiring dan sejalan dengan semangat yang sedang bangun Pemkot Bogor. “Ada semangat yang kita gelorakan dengan sebutan Bogoh Ka Bogor. Gerakan ini salah satunya dalam bentuk mensosialisasikan dan mendidik masyarakat untuk berdispilin lalu lintas. Karena kita ketahu salah satu masalah utama kota ini kemacetan,” katanya.

Usmar melanjutkan pada bulan Oktober ini, Pemkot Bogor akan melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Kebun Raya Bogor (KRB). “Jadi kita akan rekayasa totol lingkaran di sekitar KRB. Sosialisasi sedang kita lakukan, sehingga beban sekitar KRB itu menjadi berkurang,” jelas Usmar.

Selain transportasi, penguatan Bogoh Ka Bogor, kata Usmar, dilakukan dalam bentuk melakukan langkah-langkah untuk kebersihan. “Setiap hari dengan jumlah penduduk 1 juta 6 ribu lebih, sampah diproduksi di Kota Bogor ini kurang lebih 2.800 meter kubik setiap hari yang dihasilkan oleh rumah tangga, pasar-pasara, warung-warung dan sebagainya. Dari total sampah itu, DKP hanya maksimal 70 persen sampah yang bisa diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Galuga,” terangnya.
.
Persoalan sampah, kata Usmar, ternyata bukan hanya sekedar mengangkut saja. ”Tetapi masalah disiplin masyarakat untuk membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya. Green Movement ini sangat bagus ini akan memberikan contoh kepada seluruh masyarakat Kota Bogor untuk mengingatkan masyarakat melakukan hal-hal kecil untuk membuang sampah pada tempatnya sebagai bukti menyelamatan dan melestarikan lingkungan. Mudah-mudahan ini akan menjadi efek domino bagi masyarakat,” katanya. Red/Kotabogor.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

JPO Rangga Mekar-Batutulis Diperbaiki, Arus Lalin Motor Dialihkan

27 August 2026 - 14:56 WIB

Penataan Angkot Capai 50,2 Persen, Targetkan Penertiban Tuntas Akhir Tahun

26 August 2026 - 14:51 WIB

Wujudkan Generasi Sehat Kota Bogor, Pemkot Bogor Gelar Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

26 August 2026 - 13:44 WIB

Ratusan Ummat Islam Ikuti Maulid Nabi di Mesjid Agung

26 August 2026 - 13:33 WIB

Halte Air Alam, Upaya Pemkot Bogor Percantik Kota Tanpa APBD

23 August 2026 - 14:23 WIB

Trending on Kabar Bogor