Menu ✖

Dark Mode
Pemkot Bogor Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometerologi Basah Soft Tenis Kabupaten Bogor Bidik Dua Emas Nomor Tunggal Putra dan Putri ‎ DPRD Desak Diskominfo Bergerak Cepat, Perangi Judi Online dari Akarnya Libas KBB, Basket Kota Bogor Berebut Tiket Semifinal Lawan Kabupaten Bandung Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya

Headline

Bogor Kekurangan Guru “Inklusi”

badge-check


					Bogor Kekurangan Guru  “Inklusi” Perbesar

Ratusan anak berkebutuhan khusus mengikuti festival bertajuk “Aksi Kemerdekaan Anak Bangsa” di Gedung B GOR Pajajaran Kota Bogor, Selasa (18/8/2015).
Selain untuk menampilkan kemampuan anak berkebutuhan khusus, festival ini sekaligus menjadi jembatan bagi pemerintah daerah, khususnya dinas pendidikan dan masyarakat untuk memahami anak berkebutuhan khusus.

Ketua Difable Action, Teguh Prasetyanto mengatakan masih ada perbedaan persepsi di kalangan masyarakat dan pengajar soal anak berkebutuhan khusus. Apalagi, jika harus memutuskan ABK bersekolah di sekolah inklusi atau SLB.

“Banyak orang yang menilai sekolah inklusi hanya untuk anak penyandang autis atau tuna daksa. Padahal, tuna netra atau anak berkebutuhan khusus lainnya bisa masuk ke sekolah inklusi. Ini yang kita perjuangkan,” ucap Teguh.

Di Kota Bogor sendiri, sudah ada 12 sekolah inklusi mulai dari tingkat SD hingga SMA.

“Saya dengar, ada penambahan lagi sekolah yang membuka kelas inklusi,” lanjut Teguh.

Masalahnya, saat ini tenaga pendidik di sekolah inklusi masih kurang. Kalaupun ada, sebagian besar tidak memiliki latar belakang untuk menangani anak berkebutuhan khusus.

“Itu yang belum dimiliki dan ditularkan,” kata Teguh.

Akhirnya, guru-guru tersebut kebingungan ketika anak berkebutuhan khusus melakukan hal yang tidak normal seperti anak lainnya ketika stres.

Meski jumlah sekolah inklusi masih belum banyak, Teguh menilai ada niat baik Pemkot Bogor untuk membuka peluang yang lebih luas bagi akses ABK.

Tak hanya itu, orang berkebutuhan khusus juga masih menunggu janji Pemkot Bogor untuk memberikan fasilitas yang memadai bagi mereka.

“Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ada peningkatan. Sebab, sekarang akses untuk kursi roda mulai ada, meski belum banyak,” kata Teguh. (Deni)

image

Ratusan anak berkebutuhan khusus ikuti festival aksi kemerdekaan anak bangsa di Gor Pajajaran Kota Bogor, Selasa (18/8/15).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

5 November 2026 - 15:49 WIB

Empat Emas Judo di Porprov XV Jabar 2026 Disabet Kota Bogor

5 November 2026 - 15:37 WIB

Buka OASE 2026 di UIN Jogja, Menag Nasaruddin Sebut Hilirisasi Teknologi Bisa Buat Bangkit Kejayaan Islam

4 November 2026 - 15:46 WIB

Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

4 November 2026 - 15:40 WIB

Nazmi, Pesilat Kota Bogor Lolos ke Perempat Final

4 November 2026 - 15:12 WIB

Trending on Headline