Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Headline

Bogor Kekurangan Guru “Inklusi”

badge-check


					Bogor Kekurangan Guru  “Inklusi” Perbesar

Ratusan anak berkebutuhan khusus mengikuti festival bertajuk “Aksi Kemerdekaan Anak Bangsa” di Gedung B GOR Pajajaran Kota Bogor, Selasa (18/8/2015).
Selain untuk menampilkan kemampuan anak berkebutuhan khusus, festival ini sekaligus menjadi jembatan bagi pemerintah daerah, khususnya dinas pendidikan dan masyarakat untuk memahami anak berkebutuhan khusus.

Ketua Difable Action, Teguh Prasetyanto mengatakan masih ada perbedaan persepsi di kalangan masyarakat dan pengajar soal anak berkebutuhan khusus. Apalagi, jika harus memutuskan ABK bersekolah di sekolah inklusi atau SLB.

“Banyak orang yang menilai sekolah inklusi hanya untuk anak penyandang autis atau tuna daksa. Padahal, tuna netra atau anak berkebutuhan khusus lainnya bisa masuk ke sekolah inklusi. Ini yang kita perjuangkan,” ucap Teguh.

Di Kota Bogor sendiri, sudah ada 12 sekolah inklusi mulai dari tingkat SD hingga SMA.

“Saya dengar, ada penambahan lagi sekolah yang membuka kelas inklusi,” lanjut Teguh.

Masalahnya, saat ini tenaga pendidik di sekolah inklusi masih kurang. Kalaupun ada, sebagian besar tidak memiliki latar belakang untuk menangani anak berkebutuhan khusus.

“Itu yang belum dimiliki dan ditularkan,” kata Teguh.

Akhirnya, guru-guru tersebut kebingungan ketika anak berkebutuhan khusus melakukan hal yang tidak normal seperti anak lainnya ketika stres.

Meski jumlah sekolah inklusi masih belum banyak, Teguh menilai ada niat baik Pemkot Bogor untuk membuka peluang yang lebih luas bagi akses ABK.

Tak hanya itu, orang berkebutuhan khusus juga masih menunggu janji Pemkot Bogor untuk memberikan fasilitas yang memadai bagi mereka.

“Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ada peningkatan. Sebab, sekarang akses untuk kursi roda mulai ada, meski belum banyak,” kata Teguh. (Deni)

image

Ratusan anak berkebutuhan khusus ikuti festival aksi kemerdekaan anak bangsa di Gor Pajajaran Kota Bogor, Selasa (18/8/15).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tantan Sodorkan Program Creative Hub Hingga 1.000 UKW Gratis

3 August 2026 - 20:49 WIB

Parkir Badan Jalan, Dishub Kota Bogor Soroti Valet Parkir Aroem Resto dan Cafe Bogor

27 July 2026 - 09:36 WIB

Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

23 July 2026 - 22:01 WIB

Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION

15 July 2026 - 16:05 WIB

Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar

15 July 2026 - 12:27 WIB

Trending on Headline