Menu

Dark Mode
Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas Data Center AI Meta Diduga Bocorkan Bakteri Mematikan ke Air untuk Irigasi Kota

Headline

Bogor Kekurangan Guru “Inklusi”

badge-check


					Bogor Kekurangan Guru  “Inklusi” Perbesar

Ratusan anak berkebutuhan khusus mengikuti festival bertajuk “Aksi Kemerdekaan Anak Bangsa” di Gedung B GOR Pajajaran Kota Bogor, Selasa (18/8/2015).
Selain untuk menampilkan kemampuan anak berkebutuhan khusus, festival ini sekaligus menjadi jembatan bagi pemerintah daerah, khususnya dinas pendidikan dan masyarakat untuk memahami anak berkebutuhan khusus.

Ketua Difable Action, Teguh Prasetyanto mengatakan masih ada perbedaan persepsi di kalangan masyarakat dan pengajar soal anak berkebutuhan khusus. Apalagi, jika harus memutuskan ABK bersekolah di sekolah inklusi atau SLB.

“Banyak orang yang menilai sekolah inklusi hanya untuk anak penyandang autis atau tuna daksa. Padahal, tuna netra atau anak berkebutuhan khusus lainnya bisa masuk ke sekolah inklusi. Ini yang kita perjuangkan,” ucap Teguh.

Di Kota Bogor sendiri, sudah ada 12 sekolah inklusi mulai dari tingkat SD hingga SMA.

“Saya dengar, ada penambahan lagi sekolah yang membuka kelas inklusi,” lanjut Teguh.

Masalahnya, saat ini tenaga pendidik di sekolah inklusi masih kurang. Kalaupun ada, sebagian besar tidak memiliki latar belakang untuk menangani anak berkebutuhan khusus.

“Itu yang belum dimiliki dan ditularkan,” kata Teguh.

Akhirnya, guru-guru tersebut kebingungan ketika anak berkebutuhan khusus melakukan hal yang tidak normal seperti anak lainnya ketika stres.

Meski jumlah sekolah inklusi masih belum banyak, Teguh menilai ada niat baik Pemkot Bogor untuk membuka peluang yang lebih luas bagi akses ABK.

Tak hanya itu, orang berkebutuhan khusus juga masih menunggu janji Pemkot Bogor untuk memberikan fasilitas yang memadai bagi mereka.

“Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ada peningkatan. Sebab, sekarang akses untuk kursi roda mulai ada, meski belum banyak,” kata Teguh. (Deni)

image

Ratusan anak berkebutuhan khusus ikuti festival aksi kemerdekaan anak bangsa di Gor Pajajaran Kota Bogor, Selasa (18/8/15).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

15 September 2026 - 20:36 WIB

Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan Masker 

9 September 2026 - 18:42 WIB

Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan

8 September 2026 - 21:24 WIB

Kopi Darat Bersama KGMP, BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Perkuat Sinergi dan Perlindungan bagi Mitra Gojek

8 September 2026 - 10:03 WIB

Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Kebayoran Baru, Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Seluruh Perangkat Masjid

7 September 2026 - 10:18 WIB

Trending on Headline