Menu ✖

Dark Mode
Lahan Pertanian Susut 200 Hektare Pertahun, DPRD DIY Desak Audit Pemilik Bangunan Pelanggar Tim Hoki Putra Kota Bogor Sukses Menangkan Derby Bogor Gilas Kabupaten Subang 3-0, Soft Tenis Sumbang Emas Pertama Kabupaten Bogor Dampak Karhutla Tak Cuma Bakar Hutan, Asapnya Ancam Kesehatan Warga Aksara Jawa hingga Bali Ingin Eksis Jadi Domain Digital Ericsson Ungkap Kunci Kedaulatan Digital RI, Bukan Cuma Teknologi

Kabar Lifestyle

Aksara Jawa hingga Bali Ingin Eksis Jadi Domain Digital

badge-check


					Ilustrasi aksara Nusantara. (Foto: Dreamse) Perbesar

Ilustrasi aksara Nusantara. (Foto: Dreamse)

Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI) mendorong digitalisasi 26 aksara Nusantara agar dapat hadir dalam ekosistem internet, termasuk digunakan sebagai bagian dari nama domain. Upaya ini menjadi bagian dari gagasan kedaulatan budaya di tengah perkembangan dunia digital.

Ketua PANDI, Isnawan Aslan, mengatakan kekayaan aksara lokal Indonesia perlu mendapat tempat di ruang digital agar tetap dikenal dan digunakan oleh generasi mendatang.

“Ada 26 aksara Nusantara yang sekarang belum masuk, satu pun belum masuk ke dalam,” kata Isnawan dalam forum diskusi ‘Kedaulatan Digital Indonesia, Realistis atau Utopis?’ di Perpustakaan Habibie & Ainun, Jakarta, Jumat (30/10).

Ia menyebut, PANDI sedang memproses pengembangan nama domain berbasis aksara lokal, termasuk aksara Jawa, Sunda, dan Bali. Isnawan juga menyinggung Malaysia yang telah mendaftarkan nama domain menggunakan aksara Jawi. Menurutnya, Indonesia perlu melakukan hal serupa agar kekayaan aksara Nusantara tidak tertinggal dalam perkembangan identitas digital global.

“Jadi nanti akan muncul nama domain menggunakan aksara Jawa, aksara Bali, dengan huruf Pananjara,” harapnya.

Bagi Isnawan, upaya tersebut tidak sekadar berkaitan dengan pengembangan teknologi nama domain. Digitalisasi aksara juga merupakan bagian dari upaya mempertahankan identitas budaya Indonesia di tengah dominasi penggunaan huruf Latin dalam internet.

Ia pun mengajak berbagai pihak bekerja sama untuk memastikan seluruh aksara Nusantara mendapat tempat dalam ekosistem digital. “Kalau tidak, ya hilang,” cetusnya.

PANDI berharap pengembangan nama domain berbasis aksara lokal dapat menjadi salah satu cara membawa kekayaan budaya Indonesia ke ruang digital, sekaligus memperkuat kedaulatan budaya nasional.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dampak Karhutla Tak Cuma Bakar Hutan, Asapnya Ancam Kesehatan Warga

1 November 2026 - 22:25 WIB

Ericsson Ungkap Kunci Kedaulatan Digital RI, Bukan Cuma Teknologi

1 November 2026 - 22:18 WIB

Bos Nvidia Diduga Jadi Target Mata-mata China

1 November 2026 - 22:15 WIB

Bukan Mistis, Sains Ungkap Fenomena Ketindihan saat Tidur

1 November 2026 - 22:12 WIB

Iphone Duo Harga Rp75 Juta Tapi Layarnya Retak, Ini Penjelasan Pakar

1 November 2026 - 21:02 WIB

Trending on Kabar Lifestyle