Menu ✖

Dark Mode
Link untuk Melihat Dokumen UFO Milik Pentagon yang Dibuka ke Publik Pentagon AS Buka Seri Dokumen Rahasia Ketujuh soal UFO Heboh Jawaban Meta AI Terkait Karhutla, Ini Penjelasan Drone Emprit Studio Game Legendaris Ini Dibubarkan, Puluhan Pegawai Kena PHK Sidik Jari Kuno Ungkap Rahasia Tak Terduga Pasukan Terakota Paralayang Kota Bogor Bidik 3 Emas di Porprov Jabar 2026

Headline

KKP Targetkan 5000 Kampung Nelayan se-Indonesia

badge-check


					KKP Targetkan 5000 Kampung Nelayan se-Indonesia Perbesar

Bantul– Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto), kembali melakukan kunjungan lapangan ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, Kamis 22 Oktober 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan dalam rangka memperingati HUT ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dalam kesempatan tersebut, Titiek mengaku bersyukur dan bahagia dapat kembali menyapa langsung para nelayan di pesisir Selatan Bantul. Kehadirannya kali ini merupakan kali ketiga sejak proses groundbreaking hingga kawasan pesisir Poncosari resmi dibangun menjadi kawasan nelayan modern.

“Senang sekali hari ini saya bisa hadir lagi di Poncosari ini, yang sudah ketiga kali. Dulu dari waktu dimulai groundbreaking, terus datang sama Pak Menteri, terus sekarang datang lagi. Pendapatannya meningkat enggak? Alhamdulillah meningkat,” ujar Titiek di lokasi acara.

Legislator dari daerah pemilihan DIY ini mengapresiasi komitmen Presiden dan KKP yang dinilainya memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan nelayan lokal. Titiek menegaskan komitmennya dari parlemen untuk terus mengawal kebijakan di sektor kelautan agar berdampak langsung pada ekonomi masyarakat bawah.

“Terima kasih kepada Pak Presiden yang sudah memperhatikan para nelayan-nelayan kita, terutama nelayan DIY yang merupakan konstituen saya. Sebagai Ketua Komisi IV DPR RI, saya akan terus mendorong agar program dan kebijakan pemerintah di sektor kelautan dan perikanan menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, rangkaian kegiatan di KNMP Poncosari juga diisi dengan penanaman pohon cemara laut dan ketapang, aksi bersih pantai, hingga bakti sosial khitanan massal. Titiek pun mewanti-wanti agar program penghijauan dan kebersihan pantai betul-betul dirawat secara berkelanjutan.

“Pantai harus terus dijaga kebersihannya dan tanaman yang sudah ditanam perlu dirawat agar tumbuh dengan baik. Kita juga perlu mendukung program-program Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur,” tandas Titiek.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura mengatakan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan langkah strategis atas instruksi langsung Presiden dalam mentransformasi kawasan pesisir.

“Kampung Nelayan Merah Putih ini merupakan salah satu program strategis dari Bapak Presiden untuk bagaimana melakukan transformasi pembangunan khususnya di kawasan pesisir supaya masyarakat nelayannya lebih produktif, lebih sejahtera, dan hasil mutu ikannya menjadi lebih baik lagi,” kata Andy.

Menurut Andy, intervensi pemerintah tidak sekadar membangun sarana fisik, melainkan juga merombak tata kerja dan budaya tangkap nelayan. Di antaranya lewat penerapan teknologi es serut (slurry ice) dan penyediaan gudang beku portabel (portable cold storage).

“Tujuannya kita mau bentuk satu ekosistem ekonomi yang menguntungkan dan mempermudah bagi para nelayan. Ini adalah hal yang belum pernah dilakukan selama 80 tahun Indonesia merdeka sebagai negara kepulauan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, Poncosari merupakan titik awal KNMP di DIY yang dibangun pada 2025. KKP mengagendakan perluasan hingga tujuh lokasi KNMP di DIY pada tahun 2026 yang tersebar di wilayah pesisir Kabupaten Bantul dan Gunungkidul.

Secara nasional, KKP membidik target pembangunan 5.000 titik KNMP di seluruh Indonesia, dengan 1.369 titik di antaranya diproyeksikan beroperasi penuh pada awal 2027.

“Di Poncosari ini adalah contoh model yang sebenarnya semuanya sudah hadir atau sudah ada terkait dengan fasilitas yang ada. Pengelolaannya nanti lewat koperasi agar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa dan nelayan bisa naik kelas,” pungkas Andy. K-olff

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

ICCN Sampaikan 10 Manifesto Suara Ekraf Indonesia di Konferensi Ekraf Dunia Melalui Pertunjukan Teatrikal

24 October 2026 - 13:17 WIB

Kena Proyek Tol Jogja-Solo Hingga 3.800 Meter, UPNV Jogja Ungkap Nasib Bangunan dan Alasan Patung Perjuangan dipindah

22 October 2026 - 18:56 WIB

Atasi Krisis Ekonomi : Sosiolog UGM Minta Pemda Beri Ruang ke Pemuda Bangun Desa

22 October 2026 - 18:34 WIB

Tanah Lansia 111 Tahun Jadi Kas Desa, BPN Gunungkidul Dilaporkan ke ORI

21 October 2026 - 19:21 WIB

Dini Hari Polda DIY Pulangkan 32 Peserta Aksi di DPRD DIY

21 October 2026 - 14:00 WIB

Trending on Headline