Menu ✖

Dark Mode
‎Gilbert Eliezer Sumbang Emas untuk Kabupaten Bogor dari Cabor Renang Pemkot Bogor Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometerologi Basah Soft Tenis Kabupaten Bogor Bidik Dua Emas Nomor Tunggal Putra dan Putri ‎ DPRD Desak Diskominfo Bergerak Cepat, Perangi Judi Online dari Akarnya Libas KBB, Basket Kota Bogor Berebut Tiket Semifinal Lawan Kabupaten Bandung Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam

Kabar Lifestyle

Dorong Hilirisasi Riset ke Industri, Ratusan Startup dan Inovasi Masuk Kurasi GIFTS 2026 UGM

badge-check


					Dorong Hilirisasi Riset ke Industri, Ratusan Startup dan Inovasi Masuk Kurasi GIFTS 2026 UGM Perbesar

Yogyakarta-Universitas Gadjah Mada (UGM) telah sukses menyelenggarakan Global Innovation and Future Technology Summit (GIFTS) 2026 yang berlangsung di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta, pada 21 – 22 Oktober 2026. Ajang tahunan ini berhasil menjaring ratusan startup dan produk riset untuk dikurasi serta dipertemukan langsung dengan para investor dan pelaku industri.

Kegiatan yang dimotori oleh UGM Science Techno Park bersama Direktorat Pengembangan Usaha (DitPU) UGM ini turut dihadiri secara daring oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemendiktisaintek, Fauzan Adziman.

Dalam ajang ini, tercatat sebanyak 204 startup mendaftar dalam rangkaian speed dating yang berasal dari Yogyakarta, Bali, Surabaya, Bandung, hingga Jakarta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 79 startup berhasil lolos kurasi untuk mengikuti proses business matchmaking bersama investor dan mitra potensial.

Direktur Direktorat Pengembangan Usaha UGM, Prof. Wiratni, mengatakan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis UGM untuk mengefisiensikan hilirisasi hasil riset para akademisi.

Ia menyebut, salah satu kesepakatan paling penting dari hasil GIFTS ini yakni kesepakatan UGM untuk bekerja sama dengan Kadin dalam rangka mempercepat penghiliran inovasi-inovasi dari UGM.

“Kalau selama ini UGM berusaha menghilirkan ribuan inovasi per tahun secara mandiri, sekarang dengan bergandengan tangan bersama Kadin, kami berharap proses hilirisasi ini menjadi lebih efisien dan terarah,” ujar Wiratni, dalam konferensi pers penutupan GIFTS, pada Kamis 22 Oktober 2026.

Selain startup, menurutnya dalam ekosistem Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks (PRIME STeP), terdapat 177 riset dan inovasi yang dikurasi oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY.

“Dari proses tersebut, 100 inovasi berhasil masuk ke tahap business matchmaking dan 27 diantaranya sukses memperoleh mitra strategis,” kata Wiratni.

Perwakilan Kadin DIY, Aryo Wibowo, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini telah membuahkan komitmen konkret antara dunia usaha dan para peneliti UGM.

“Kemarin kita sudah menandatangani 11 MoU antara perusahaan-perusahaan di bawah Kadin dengan para peneliti. Dari 11 MoU itu ada 32 penelitian yang akan ditindaklanjuti, plus ada penandatanganan PKS (Perjanjian Kerja Sama) yang langsung terjadi di lokasi,” ungkap Aryo.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Danang Sri Hadmoko, menegaskan bahwa tema GIFTS 2026 yakni Cultivation : Culture, Innovation, Business Acceleration menekankan pentingnya aspek budaya lokal dalam adopsi teknologi masyarakat.

“Keberhasilan suatu teknologi tidak hanya ditentukan oleh keunggulan teknisnya, tetapi yang tidak kalah penting adalah kesesuaian dengan nilai-nilai, norma, kearifan lokal, serta kebutuhan masyarakat pengguna. Oleh karena itu, aspek culture menjadi sangat penting dalam inovasi,” jelas Danang.

Lebih lanjut, Danang mengungkapkan, dari rangkaian kegiatan dua hari tersebut, dihasilkan lebih dari 50 dokumen kerja sama, termasuk Memorandum of Understanding (MoU),Letter of Intent (LoI),Non-Disclosure Agreement (NDA), dan PKS. UGM juga memanfaatkan momentum ini untuk mendorong pemerintah agar turut memfasilitasi penyerapan produk inovasi kampus di pasar nasional.

“Kami memohon berkenan Bapak Dirjen Kemendikti sebagai regulator dapat menggandeng BUMN, BUMD, maupun mitra strategis lainnya untuk memperluas pasar dari hasil inovasi perguruan tinggi yang sudah masuk dalam pipeline produksi massal,” tutur Danang.

Direktur Utama GIK, Alfatika Aunuriella Dini, menambahkan bahwa pendekatan GIFTS tahun ini diubah untuk menyesuaikan kebutuhan nyata dunia industri secara langsung.

“Tahun ini misi kita sedikit dibalik. Hilirisasi harus berangkat dari kebutuhan nyata di industri. Kita mendatangkan industrinya langsung, seperti BUMN dan Jasa Marga, untuk mendengarkan langsung pitch atau hasil riset dosen dan mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan mereka,” kata Alfatika.

Sebagai informasi, untuk menjaga keberlanjutan ekosistem tersebut, UGM kini tengah merintis fasilitas virtual office di GIK UGM yang ditargetkan meluncur secara resmi pada 2027 mendatang sebagai titik temu (melting point) bagi pengusaha, inventor, dan venture capital.

K-ollf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam

5 November 2026 - 22:10 WIB

Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya

5 November 2026 - 22:07 WIB

Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam

5 November 2026 - 22:04 WIB

Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026

5 November 2026 - 22:02 WIB

Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar

5 November 2026 - 21:57 WIB

Trending on Kabar Lifestyle