Menu ✖

Dark Mode
Pasar Gembrong Sukasari Diganjar Sertifikat SNI Pasar Rakyat Menampakkan Diri Setelah 150 Tahun, Ular Langka Kejutkan Petugas Hutan Ramai Tren Mukbang Mentega di TikTok, Ini Kata Pakar Viral Celana Dalam Merah Putih, Netizen RI Murka ke Warga Malaysia Tak Setuju AI Direm, Komdigi Dorong Safety by Design Bukan HP, Ini Sumber Duit Samsung Sampai Untung Ribuan Triliun

Kabar Lifestyle

Tak Setuju AI Direm, Komdigi Dorong Safety by Design

badge-check


					Menkomdigi menyatakan tak sepakat AI direm, tetapi menyoroti pentingnya 
safety by design. (Foto: CNN Indonesia/ Vandeniar Kennindya)
Perbesar

Menkomdigi menyatakan tak sepakat AI direm, tetapi menyoroti pentingnya safety by design. (Foto: CNN Indonesia/ Vandeniar Kennindya)

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merespons seruan untuk memperlambat riset kecerdasan buatan (AI) yang digaungkan sejumlah bos perusahaan AI dan menyebut pentingnya rancangan keamanan pada teknologi ini.

“Indonesia amat setuju, bukan dengan perlambatan AI, tapi bagaimana melakukan safety by design untuk AI dengan lebih hati-hati,” kata Menkomdigi Meutya Hafid di Kantor Komdigi, Jakarta, Rabu (7/10).

“Jadi yang ada bukan perlambatan, tapi yang sekarang itu bablas,” imbuhnya.

Ia mengutip pendapat sejumlah pakar yang menyoroti bagaimana teknologi AI saat ini tidak membawa “safety by design” yang mencukupi.

Menurut Meutya, kita perlu memberi waktu yang sepantasnya terhadap teknologi yang canggih, tetapi tidak boleh dilakukan tanpa proses mitigasi yang benar.

“Mungkin bukan perlambatan, tapi Indonesia termasuk negara yang mendorong agar AI, inovasi di dalam AI, dilakukan dengan lebih hati-hati dan safety by design,” jelas.

Sebelumnya, CEO Anthropic Dario Amodei meminta perusahaan AI memperlambat peningkatan kemampuan model.

Seruan tersebut muncul setelah sejumlah peneliti memperingatkan adanya risiko eksistensial dari perkembangan AI.

CEO OpenAI Sam Altman dan pemilik xAI Elon Musk kemudian secara terbuka mendukung seruan Amodei.

Namun, ada juga sejumlah pihak yang tak sependapat dengan seruan tersebut, salah satunya CEO Meta Mark Zuckerberg.

Menurut Zuckerberg, persaingan dan potensi tanggung jawab hukum sudah memberi cukup insentif bagi perusahaan AI untuk menjaga keamanan sistem mereka masing-masing.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya juga mengecilkan kekhawatiran terhadap potensi bahaya AI, bahkan menyebutnya sebagai hoaks.

Trump mengatakan AS sudah memiliki sejumlah pembatas atau guardrails untuk teknologi tersebut dan memperingatkan bahwa keraguan terhadap pengembangan AI justru bisa menguntungkan China.

Pandangan regulasi berlebihan dapat menghambat daya saing perusahaan AS juga disampaikan sejumlah eksekutif teknologi, termasuk CEO Nvidia Jensen Huang.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menampakkan Diri Setelah 150 Tahun, Ular Langka Kejutkan Petugas Hutan

8 October 2026 - 19:46 WIB

Ramai Tren Mukbang Mentega di TikTok, Ini Kata Pakar

8 October 2026 - 19:44 WIB

Viral Celana Dalam Merah Putih, Netizen RI Murka ke Warga Malaysia

8 October 2026 - 19:41 WIB

Bukan HP, Ini Sumber Duit Samsung Sampai Untung Ribuan Triliun

8 October 2026 - 19:31 WIB

Bukan Cuma di RI, Pembangunan Data Center di Finlandia Disetop

8 October 2026 - 19:27 WIB

Trending on Kabar Lifestyle