Menu ✖

Dark Mode
Hacker Bobol Data 8,8 Juta Orang di Sistem Pemerintah Denmark Mengenal Pes Paru yang Diduga Picu Kematian Misterius Peneliti Rusia Bocah Ajaib Rp57 Triliun Mendadak Bawel di Medsos, 350 Tweet Indonesia Bisa Jadi Incaran Seluruh Dunia, Ini Peringatan Interpol Orang Terkaya Lakukan Ini Supaya Presiden Senang Formapel Cup 2026 Digelar, Munjirin Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Bola Voli

Kabar Lifestyle

Eks Karyawan Ungkap Kebohongan Besar Facebook, Bilang Jangan Percaya

badge-check


					Mantan karyawan sekaligus pelapor pelanggaran (whistleblower) Facebook, 
Frances Haugen. (Foto: Matt McClain/Pool via Reuters)
Perbesar

Mantan karyawan sekaligus pelapor pelanggaran (whistleblower) Facebook, Frances Haugen. (Foto: Matt McClain/Pool via Reuters)

Mantan karyawan Facebook bernama Frances Haugen pernah jadi sumber pemberitaan pada 2021. Saat itu dia membongkar perusahaan menyadari dampak negatif platform pada kesehatan mental remaja.

Haugen yang merupakan mantan manajer produk di tim disinformasi publik Facebook melaporkan hal tersebut dalam sejumlah besar dokumen internal ke Wall Street Journal.

Salah satunya yang diungkap adalah 6% pengguna Amerika menelusuri dorongan bunuh diri ke Instagram, berdasarkan remaja yang melaporkan pikiran melakukan aksi tersebut.

Laporan bernama The Facebook Files itu kemudian diceritakan dalam kisah The Social Reckoning arahan sutradara Aaron Sorkin. Film akan dirilis pada 9 Oktober mendatang.

Sementara itu, Haugen kembali menyuarakan keraguan atas kepatuhan raksasa teknologi pada perjanjian bos-bos perusahaan di Gedung Putih mengenai AI pekan lalu. Mantan bosnya Mark Zuckerberg yang memimpin Meta juga ikut menandatangani dokumen itu.

Dia mengatakan terkadang perusahaan seperti mengikuti pernyataan tertulis, padahal ada sistem yang fleksibel di belakangnya.

“Sejarah keterlibatan perusahaan teknologi dengan regulasi adalah: seringnya mereka mengikuti pernyataan tertulis secara persis, padahal kita berurusan dengan sistem yang sangat fleksibel,” jelasnya dikutip dari CNBC Internasional, Senin (5/10/2026).

Dia mempertanyakan apakah semua perusahaan bakal berpegang pada semangat aturan atau mencoba mengakalinya.

Meski begitu, Haugen juga mencatat banyak perusahaan AI yang lebih proaktif dalam menangani masalah keamanan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu dorong melakukan advokasi auditor independen berasal dari CEO Anthropic Dario Amodei.

Sumber: cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hacker Bobol Data 8,8 Juta Orang di Sistem Pemerintah Denmark

6 October 2026 - 18:16 WIB

Mengenal Pes Paru yang Diduga Picu Kematian Misterius Peneliti Rusia

6 October 2026 - 18:13 WIB

Bocah Ajaib Rp57 Triliun Mendadak Bawel di Medsos, 350 Tweet

6 October 2026 - 18:09 WIB

Indonesia Bisa Jadi Incaran Seluruh Dunia, Ini Peringatan Interpol

6 October 2026 - 18:06 WIB

Orang Terkaya Lakukan Ini Supaya Presiden Senang

6 October 2026 - 18:03 WIB

Trending on Kabar Lifestyle