Menu ✖

Dark Mode
Pidato di PBB, Netanyahu Bawa Starlink Sambil Sindir Iran Mau Bikin Data Center di Luar Angkasa, Google Uji Chip AI di Orbit Komdigi Dorong Transfer AI – Cloud dalam Investasi Microsoft di RI ‘Nostradamus’ China Ramal Tragedi Serupa 9/11 Terjadi Lagi Bumi Makin Panas, 12 Triliun Ton Es Meleleh dalam 47 Tahun NASA Pamer ‘Hantu’ 5 Bintang Meledak dalam Satu Foto

Kabar Lifestyle

NASA Pamer ‘Hantu’ 5 Bintang Meledak dalam Satu Foto

badge-check


					NASA Pamer 'Hantu' 5 Bintang Meledak dalam Satu Foto (Foto: 
Stephane Vetter & Yann Sainty via NASA)
Perbesar

NASA Pamer 'Hantu' 5 Bintang Meledak dalam Satu Foto (Foto: Stephane Vetter & Yann Sainty via NASA)

Sebuah foto luar angkasa menakjubkan memperlihatkan jejak kematian lima bintang raksasa dalam satu bidang pandang. NASA menyebutnya sebagai “The Ghosts of Five Supernovas” atau hantu dari lima supernova.

Foto tersebut dipilih NASA sebagai Astronomy Picture of the Day (APOD) pada 24 September 2026. Gambar karya Stephane Vetter dan Yann Sainty itu membutuhkan sekitar 200 jam observasi untuk menghasilkan pemandangan langit yang luar biasa luas.

Pengamatan dilakukan dari Oukaïmeden Observatory di Maroko. Area langit yang tertangkap berada di konstelasi Auriga dan luasnya setara dengan sekitar 1.000 Bulan purnama jika disusun berdampingan di langit.

Namun, jangan bayangkan lima bintang tersebut baru saja meledak secara bersamaan.

Yang terlihat dalam foto adalah supernova remnants atau sisa ledakan lima bintang berbeda. Dari kiri ke kanan, NASA mengidentifikasinya sebagai G181.1+9.5, G182.4+4.3, G179.0+2.6, G180.0−1.7, dan G178.2−4.2.

Salah satunya, G180.0−1.7, mungkin lebih dikenal dengan nama Spaghetti Nebula atau Sh2-240. Bentuknya berupa jaringan filamen tipis yang membentang di ruang angkasa.

Ketika sebuah bintang masif mengalami supernova, ledakan dahsyatnya melemparkan material ke luar. Material tersebut terus mengembang dan bertabrakan dengan gas di ruang antarbintang, membentuk cangkang gas dan struktur filamen.

Jejak proses itulah yang menghasilkan pemandangan berwarna-warni dalam foto. NASA menjelaskan warna merah menunjukkan emisi hidrogen, sementara struktur berwarna biru berasal dari oksigen.

Menariknya, kelima supernova itu tidak berada pada jarak yang sama dari Bumi. Mereka berada hingga beberapa ribu tahun cahaya jauhnya dan ledakannya terjadi secara terpisah.

Usianya pun sangat tua. NASA memperkirakan beberapa sisa ledakan tersebut sudah berumur hingga puluhan ribu tahun.

Artinya, manusia purba kemungkinan hidup ketika beberapa ledakan bintang tersebut terjadi. Jika berada pada lokasi dan waktu yang memungkinkan untuk melihatnya, supernova itu mungkin tampak dari Bumi sebagai “bintang baru” sangat terang sebelum perlahan meredup dalam hitungan minggu atau bulan.

Foto ini juga memuat objek langit lainnya. NASA menandai gugus bintang terbuka M37 serta Tadpole Nebula dalam versi gambar yang telah diberi anotasi.

Proses pembuatannya juga tak kalah mengesankan. Data fotografi dikumpulkan sebagai mosaik sepuluh panel dengan total waktu integrasi 196 jam 40 menit, atau hampir 200 jam. Jadi angka tersebut bukan berarti kamera membuka shutter terus-menerus selama delapan hari, melainkan akumulasi banyak pemotretan yang kemudian digabungkan menjadi satu gambar.

Hasil akhirnya menjadi semacam kuburan kosmik raksasa: jejak lima bintang yang telah mati, tetapi bekas ledakannya masih dapat kita lihat ribuan hingga puluhan ribu tahun kemudian.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pidato di PBB, Netanyahu Bawa Starlink Sambil Sindir Iran

25 September 2026 - 15:27 WIB

Mau Bikin Data Center di Luar Angkasa, Google Uji Chip AI di Orbit

25 September 2026 - 15:20 WIB

Komdigi Dorong Transfer AI – Cloud dalam Investasi Microsoft di RI

25 September 2026 - 15:06 WIB

‘Nostradamus’ China Ramal Tragedi Serupa 9/11 Terjadi Lagi

25 September 2026 - 15:01 WIB

Bumi Makin Panas, 12 Triliun Ton Es Meleleh dalam 47 Tahun

25 September 2026 - 14:54 WIB

Trending on Kabar Lifestyle