Elon Musk memuji kepemimpinan Presiden China Xi Jinping. Bos SpaceX itu menyebut Xi sebagai pemimpin yang baik dan sangat cakap. Hal ini dia sampaikan saat wawancara dengan media China, beberapa jam sebelum Xi meninggalkan negaranya untuk menghadiri pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Dia tampak seperti pemimpin yang hebat. Di bawah masa kepemimpinannya, China telah mengalami kemakmuran yang luar biasa. Saya telah menyaksikannya sendiri,” ujar Musk dalam salah satu video yang diunggah di akun media sosial CCTV.

“Hal itu juga terlihat jelas saat berjalan-jalan di kota; kemakmuran rata-rata warga Tiongkok telah meningkat pesat. Semua itu tampaknya terjadi di bawah kepemimpinan Presiden Xi. Jadi, jelas sekali dia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dan sangat kompeten,” imbuhnya, dikutip detikINET dari South China Morning Post (SCMP), Kamis (24/9/2026).
Elon Musk termasuk dalam kelompok eksekutif teknologi terkemuka AS yang menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih. Ia duduk bersama dengan Sam Altman dari OpenAI, Jensen Huang dari Nvidia, Tim Cook dari Apple, dan lainnya.
Musk memiliki hubungan bisnis yang luas dengan China. Diketahui bahwa Shanghai menjadi lokasi basis manufaktur luar negeri terbesar Tesla. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan tersebut mendapat sorotan di Washington karena Musk juga mengendalikan SpaceX, kontraktor utama bagi Pentagon dan badan intelijen AS.
Dalam wawancara hari Rabu tersebut, Musk menyebut pabrik Shanghai sebagai ‘permata’ dan memuji industri manufaktur negara itu.
“China memiliki kemampuan bawaan yang sangat kuat dalam bidang manufaktur. Hal ini tidak hanya berlaku di masa kini saja,” kata Musk.
“Tim Tesla di China sangat berbakat, pekerja keras, dan dapat diandalkan. Kualitasnya luar biasa, begitu pula efisiensinya. Pabrik Tesla di Shanghai adalah sebuah permata,” akunya.
Pujiannya tidak terbatas pada manufaktur terkait Tesla. Ia mengatakan kepada lembaga penyiaran negara tersebut bahwa model AI dari Zhongguo secara umum luar biasa. Bahkan, dia menyebut China jauh lebih unggul dalam hal kinerja per unit komputasi.
“Menurut saya, China akan mengatasi keterbatasan komputasi lebih cepat daripada perkiraan kebanyakan orang. Perkiraan kasar saya adalah China akan mengatasi kendala komputasi ini melalui teknologi litografi dan pembuatan chip dalam waktu sekitar dua atau tiga tahun,” pendapatnya.
Komentar Musk muncul beberapa minggu setelah otoritas AS menuduh enam perusahaan AI China — termasuk DeepSeek dan Alibaba — melakukan distilasi model buatan AS dalam skala industri dengan cara yang ‘agresif, berbahaya, dan terarah’. Beijing menyatakan menolak tuduhan tersebut karena dianggap tidak berdasar.
Sumber: detik.com














