Menu

Dark Mode
Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas Data Center AI Meta Diduga Bocorkan Bakteri Mematikan ke Air untuk Irigasi Kota

Kabar Lifestyle

Raksasa 7,22 Meter dari Belantara Sulawesi Pecahkan Rekor Ular Liar

badge-check


					Ular sanca terpanjang di Sulawesi. (Foto: Guinness World Records) Perbesar

Ular sanca terpanjang di Sulawesi. (Foto: Guinness World Records)

Akhir 2025, jauh di pedalaman daerah Maros, Sulawesi, sebuah penemuan mengejutkan ahli satwa liar dan konservasionis. Seekor ular piton batik (sanca kembang) betina secara resmi diukur sepanjang 7,22 meter, menjadikannya ular liar terpanjang yang pernah divalidasi.

Dikutip dari detikINET, jika Anda merentangkan tubuhnya melintasi gawang sepak bola, ia hampir menutupi gawang tersebut dari tiang ke tiang.

Ada hal menarik, ahli tahu bahwa di bawah pengaruh anestesi, tubuh ular yang benar-benar rileks dapat memanjang setidaknya 10% lebih panjang. Untuk piton ini, berarti ia bisa mencapai sekitar 7,9 meter.

Akan tetapi, demi menghindari risiko dan pertanyaan etis seputar pembiusan hewan, hal ini tidak diuji. Guinness World Records, yang meninjau bukti kuat dari pengukuran tersebut, tetap mempertahankan ukuran yang tercatat.

Campur Tangan Manusia
Ular luar biasa ini, kini dikenal sebagai “Ibu Baron”, dirawat konservasionis lokal Budi Purwanto. Desember 2025, Purwanto bertindak cepat menyelamatkan ular tersebut dari orang-orang yang pertama menemukannya.

Ia, bersama pemandu satwa liar dan pawang ular Diaz Nugraha serta fotografer alam Radu Frentiu, memastikan Ibu Baron selamat dan ukurannya didokumentasikan dengan cermat untuk kepentingan sains.

Nugraha dan Frentiu melakukan perjalanan ke Sulawesi karena sangat antusias melihat ular raksasa tersebut sekaligus menjaga dokumentasinya. Nugraha, seorang penyelamat yang dihormati dari Kalimantan, dan Frentiu, petualang yang berbasis di Bali, mencatat detail yang sangat cermat.

Berat piton itu sama menakjubkannya dengan panjangnya yaitu 96,5 kilogram, kira-kira seberat panda raksasa dewasa. Ia belum lama makan, yang berarti beratnya bisa dengan mudah melampaui 100 kilogram setelah makan besar.

Purwanto membangun tempat perlindungan sederhana untuk ular besar di lahannya. Tempat ini menawarkan suaka bagi piton yang berisiko konflik dengan manusia, sehingga mengurangi bahaya baik bagi penduduk maupun ularnya sendiri.

Konflik Manusia dan Piton
Piton besar seperti Ibu Baron sering ditakuti sebagai ancaman bagi ternak dan manusia. Bahkan cukup banyak terjadi korban jiwa yang diakibatkan ular semacam itu.

Penduduk setempat biasanya langsung membunuh ular besar saat melihatnya, dan memburu mereka untuk dijadikan daging buruan adalah lumrah.

Nugraha percaya bahwa peningkatan penampakan ular ini terkait menyusutnya hutan dan menurunnya populasi mangsa piton (seperti babi rusa dan anoa), yang sering kali akibat dari perburuan liar.

“Kemunculan meningkat karena habitat menyusut dan ketersediaan makanan alami mereka berkurang, yang berarti piton lebih sering bersinggungan dengan manusia dibandingkan di masa lalu,” jelas Nugraha. Perdagangan hewan eksotis ilegal juga memberikan ancaman mengkhawatirkan.

Piton jaring mendominasi rekor sebagai spesies ular hidup terpanjang di dunia. Sebagian besar ular dewasa tumbuh antara 3 hingga 6 meter, di mana ukuran terbesar umumnya didominasi betina. Hanya anaconda hijau Amerika Selatan yang dapat mengunggulinya dalam massa tubuh.

Anaconda betina beratnya bisa 30 hingga 70 kilogram, namun spesimen raksasa bisa hingga 300 kilogram. Karenanya, Guinness mengakui anaconda hijau sebagai ular terberat, meskipun jarang yang sepanjang piton jaring.

Sebelum Ibu Baron didokumentasikan, rekor piton jaring liar terpanjang yang diukur ilmiah dipegang seekor betina di Kalimantan Timur Agustus 1999. Ular tersebut diukur sepanjang 6,95 meter dan dilaporkan menelan seekor beruang madu.

Laporan sejarah tentang ular yang lebih panjang sebenarnya banyak bermunculan, tapi bukti fisiknya sulit ditemukan. Sebuah catatan tahun 1912 dari Sulawesi mendeskripsikan seekor piton jaring yang diklaim sepanjang 10 meter.

Penampakan tahun 2016 di Penang, Malaysia, sempat masuk berita dengan perkiraan panjang 7,5 hingga 7,9 meter, namun pengukuran resmi tidak pernah dicatat sebelum ular itu mati.

Ahli percaya ular-ular kolosal yang ditemukan sejauh ini mungkin baru permulaan. “Saya rasa begitu,” kata Nugraha ketika ditanya apakah spesimen yang lebih besar dari Ibu Baron mungkin ada.

“Sangat realistis untuk memperkirakan bahwa ular sepanjang 9 meter atau bahkan lebih besar ada di suatu tempat, kemungkinan besar di Indonesia lagi, jika bukan anaconda di Amazon,” sebutnya.

Nugraha, Frentiu, dan Purwanto berharap kisah ini akan meningkatkan kesadaran publik mengenai ancaman yang dihadapi ular raksasa dan mendorong peningkatan perlindungan hukum, pelestarian habitat, dan pendidikan.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop

21 September 2026 - 20:44 WIB

SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September

21 September 2026 - 20:38 WIB

Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan

21 September 2026 - 20:34 WIB

Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana

21 September 2026 - 20:30 WIB

Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas

21 September 2026 - 20:26 WIB

Trending on Kabar Lifestyle