Menu

Dark Mode
Tyrannosaurus rex Bukan Reptil Biasa, Suhu Tubuhnya Bikin Kaget Mahasiswa Korea Berebut Jalur Cepat Langsung Kerja di Samsung & SK Hynix Misteri Senjata Luar Angkasa AS yang Ditempatkan di Orbit Bumi OpenAI Ungkap 6 Kelakuan Aneh AI, Ada yang Diam-diam Tutupi Kesalahan Bos Nvidia Bantah Kiamat AI 2030: Kita Tidak Akan Mati Alasan Tidak Ikut Tren Viral AI di Media Sosial, Bawa Petaka Besar

Kabar Lifestyle

Tyrannosaurus rex Bukan Reptil Biasa, Suhu Tubuhnya Bikin Kaget

badge-check


					Fosil Tyrannosaurus Rex. (Foto: REUTERS/Jordan Tovin) Perbesar

Fosil Tyrannosaurus Rex. (Foto: REUTERS/Jordan Tovin)

Ilmuwan telah menduga Tyrannosaurus rex berdarah panas. Ketika fosil jejak kaki T. rex ditemukan di Alaska tahun 2022, hal ini menambah bukti predator tersebut dapat bertahan dan berkembang biak di lingkungan sangat dingin, di mana sebagian besar reptil berdarah dingin takkan mampu hidup.

Kini peneliti telah menetapkan angka seberapa hangat kemungkinan suhu tubuh tyrannosaurus yaitu sekitar 36 derajat C, mirip dengan manusia.

Studi baru di jurnal Science Advances memberikan perkiraan langsung pertama mengenai suhu T. rex, dengan teknik analisis jejak kimiawi yang terawetkan di fosil gigi. Temuan ini menambah bukti penting bahwa predator raksasa tersebut berdarah panas dan mampu mempertahankan metabolisme aktif di iklim dingin.

“Ini mungkin merupakan parameter paling langsung dan paling tidak rumit terkait suhu tubuh aktual T. rex,” kata rekan penulis studi, Robert Eagle, ahli geobiologi University of California, Los Angeles, dikutip detikINET dari CNN.

Perkiraan suhu T. rex memberi gambaran lebih baik tentang kehidupan dinosaurus tersebut 69 juta hingga 66 juta tahun lalu.

Suhunya sangat tinggi untuk ukuran reptil, tapi angka itu tidaklah mengejutkan. Dinosaurus, walau diklasifikasikan reptil, punya hubungan evolusioner dengan burung. T. rex berada antara keduanya, lebih panas dari reptil namun lebih dingin dari burung modern.

Menganalisis Gigi T. rex
Eagle dan tim ilmuwan menggunakan dua bagian kecil gigi dari Thomas si T. rex (kerangka yang sekitar 70% lengkap dan disimpan di Natural History Museum of Los Angeles County) untuk memperkirakan suhu tubuh dari ikatan kimia yang terawetkan dalam email giginya.

Para peneliti pada dasarnya menggunakan gigi T. rex ini sebagai termometer prasejarah. Di dalam email gigi terdapat berbagai bentuk elemen karbon dan oksigen, yang disebut isotop. Isotop membentuk ikatan satu sama lain dengan kecepatan yang bergantung pada suhu.

Dengan mengebor beberapa miligram email gigi dan mengukur ikatan tersebut, ilmuwan dapat menentukan suhu pada saat email terbentuk, yang mengungkap suhu tubuh T. rex.

Teknik ini dapat digunakan pada bagian kerangka mana pun, tetapi gigi paling baik karena emailnya yang keras memiliki kemungkinan paling kecil untuk berubah selama jutaan tahun.

Lebih Panas dari Beberapa Mamalia Modern
Meski T. rex reptil, perkiraan suhu tubuhnya berada dalam kisaran hewan berdarah panas modern. Spesies berdarah panas suhunya sangat bervariasi. Beberapa mamalia, termasuk kungkang dan trenggiling, suhunya di rentang angka awal 32 derajat C, sementara burung kecil bermetabolisme tinggi suhunya bisa melebihi 40 derajat C.

Reptil berdarah dingin modern biasanya suhu tubuhnya sekitar 28 hingga 30 derajat C. Suhu-suhu ini sejalan dengan tingkat energi dari hewan itu sendiri. Reptil seringkali lebih banyak diam, sedangkan burung harus mengeluarkan banyak energi saat terbang.

Suhu tubuh yang lebih tinggi dan teratur akan membantu T. rex untuk tetap aktif dalam jangka waktu yang lebih lama.

“T. rex tidak dianggap pelari cepat luar biasa, tetapi implikasi dari temuan ini mungkin adalah ia dapat mempertahankan performa yang energik dalam waktu lebih lama dibandingkan apa yang bisa dilakukan organisme berdarah dingin,” kata Eagle.

Sebagai contoh, buaya dapat berlari menempuh jarak pendek, tapi tidak mampu mempertahankannya untuk waktu yang lama.

T. rex bertubuh hangat mendukung gagasan bahwa tyrannosaurus adalah predator aktif dengan metabolisme cepat. Kemampuannya mempertahankan suhu tubuh tinggi memungkinkannya bertahan hidup di iklim yang lebih sejuk, di mana hewan berdarah dingin tak bisa bertahan.

Model mereka menunjukkan bahwa dinosaurus ini mungkin mendiami hamparan luas wilayah Amerika Utara, mulai dari kawasan yang sekarang bernama Meksiko hingga ke Alaska. Suhu tinggi juga menyiratkan bahwa T. rex harus mengejar mangsa dan makan lebih banyak daripada reptil lain.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mahasiswa Korea Berebut Jalur Cepat Langsung Kerja di Samsung & SK Hynix

17 September 2026 - 13:33 WIB

Misteri Senjata Luar Angkasa AS yang Ditempatkan di Orbit Bumi

17 September 2026 - 13:30 WIB

OpenAI Ungkap 6 Kelakuan Aneh AI, Ada yang Diam-diam Tutupi Kesalahan

17 September 2026 - 13:27 WIB

Bos Nvidia Bantah Kiamat AI 2030: Kita Tidak Akan Mati

17 September 2026 - 13:23 WIB

Alasan Tidak Ikut Tren Viral AI di Media Sosial, Bawa Petaka Besar

17 September 2026 - 13:19 WIB

Trending on Kabar Lifestyle