Menu

Dark Mode
Tyrannosaurus rex Bukan Reptil Biasa, Suhu Tubuhnya Bikin Kaget Mahasiswa Korea Berebut Jalur Cepat Langsung Kerja di Samsung & SK Hynix Misteri Senjata Luar Angkasa AS yang Ditempatkan di Orbit Bumi OpenAI Ungkap 6 Kelakuan Aneh AI, Ada yang Diam-diam Tutupi Kesalahan Bos Nvidia Bantah Kiamat AI 2030: Kita Tidak Akan Mati Alasan Tidak Ikut Tren Viral AI di Media Sosial, Bawa Petaka Besar

Kabar Lifestyle

Misteri Senjata Luar Angkasa AS yang Ditempatkan di Orbit Bumi

badge-check


					Luar angkasa. (Foto: REUTERS/Roscosmos/Handout via Reuters) Perbesar

Luar angkasa. (Foto: REUTERS/Roscosmos/Handout via Reuters)

Amerika Serikat mengakui menempatkan senjata antariksa di orbit Bumi. Sekretaris Angkatan Udara AS, Troy Meink, mengonfirmasi bahwa apa yang disebut ‘senjata kendali antariksa’ tersebut akan digunakan untuk membela pasukan AS di planet ini. Hal ini menandai babak baru yang signifikan dalam militerisasi luar angkasa.

Ahli memperingatkan pengumuman tersebut, yang dibingkai Meink sebagai pesan bagi China dan Rusia, dapat mengubah orbit Bumi jadi domain militer.

Peperangan dapat mencakup saling serang terhadap satelit satu sama lain, padahal satelit menyediakan layanan penting seperti GPS dan intelijen bagi pasukan militer di darat, serta infrastruktur sipil.

Apa yang diketahui tentang senjata antariksa ini?
Tidak banyak. Meink mengatakan AS menempatkan senjata di orbit Bumi, tapi tak merinci kapan senjata itu ditempatkan, berapa jumlahnya, atau apa tujuannya. “Hari ini, kami terus memastikan bahwa kami tetap siap menghadapi tantangan ancaman yang terus berkembang di mana pun mereka berada,” kata Meink.

Victoria Samson, chief director Space Security and Stability for Secure World Foundation, menilai kata kuncinya adalah senjata dalam konteks kendali antariksa. “Kendali antariksa mencakup area misi yang diperlukan untuk memperebutkan dan mengendalikan domain luar angkasa,” katanya.

“Itu kali pertama seorang pejabat pemerintah mengakui bahwa sebuah senjata yang benar-benar dirancang khusus telah ditempatkan di luar angkasa,” ujar Samson kepada Al Jazeera yang dikutip dari detikINET.

Ahli mengatakan senjata ini kemungkinan besar berupa perangkat pengacak (jammer) komunikasi berbasis antariksa, alih-alih senjata kinetik yang melancarkan serangan fisik.

Senjata kinetik misalnya satelit bunuh diri yang dirancang menabrak satelit musuh, kemungkinan akan menyebabkan puing-puing berkecepatan tinggi yang berbahaya.

“Kita tak tahu persis bagaimana mekanisme senjata tersebut. Saya menduga itu adalah semacam peperangan elektronik atau platform pengacak radio. Ini akan menjadi jenis senjata anti satelit non destruktif dan varian seperti ini memang sudah ada di Bumi,” cetus Bleddyn Bowen, analis di Durham University di Inggris

“Kemungkinan lebih kecil adalah semacam kendaraan pembunuh kinetik, yakni kendaraan yang akan melepas proyektil untuk menabrak satelit dan menghancurkannya,” imbuhnya.

Reaksi Rusia dan China
Kementerian Luar Negeri China menentang langkah tersebut, serta memperingatkan agar tidak menjadikan angkasa sebagai senjata, mengubahnya jadi medan perang, serta memicu perlombaan senjata.

“Kami mendesak pihak AS untuk berhenti memperluas kemampuan militernya dan bersiap perang di luar angkasa,” kata jubut kementerian tersebut, Guo Jiakun.

Rusia menyerukan agar luar angkasa tetap bebas dari senjata apa pu”. “Kami mengandalkan konsolidasi internasional yang luas untuk terus bekerja menuju demiliterisasi total luar angkasa,” ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

Di sisi lain, laporan independen dari sejumlah kelompok riset mencatat China maupun Rusia juga mengembangkan beragam kemampuan kontra antariksa untuk mengganggu, menonaktifkan, atau menghancurkan satelit dan sistem antariksa lainnya.

Center for Strategic and International Studies (CSIS) mengidentifikasi kedua negara memiliki atau sedang mengembangkan senjata antariksa baik secara kinetik maupun non-kinetik.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tyrannosaurus rex Bukan Reptil Biasa, Suhu Tubuhnya Bikin Kaget

17 September 2026 - 13:38 WIB

Mahasiswa Korea Berebut Jalur Cepat Langsung Kerja di Samsung & SK Hynix

17 September 2026 - 13:33 WIB

OpenAI Ungkap 6 Kelakuan Aneh AI, Ada yang Diam-diam Tutupi Kesalahan

17 September 2026 - 13:27 WIB

Bos Nvidia Bantah Kiamat AI 2030: Kita Tidak Akan Mati

17 September 2026 - 13:23 WIB

Alasan Tidak Ikut Tren Viral AI di Media Sosial, Bawa Petaka Besar

17 September 2026 - 13:19 WIB

Trending on Kabar Lifestyle