Inggris bersiap membagikan informasi senjata rahasia kepada Ukraina untuk memproduksi rudal jelajah jarak jauh Storm Shadow yang dirancang bersama Prancis, seiring kunjungan Perdana Menteri Andy Burnham ke Kyiv.
Kunjungan Burnham yang diatur bertepatan dengan peringatan 35 tahun kemerdekaan Ukraina dari Uni Soviet merupakan bentuk dukungan terbaru Inggris dan sekutu-sekutu Eropa lainnya di saat dukungan dari Amerika Serikat tidak menentu.

Pembagian cetak biru senjata sangat rahasia ini berbanding terbalik dengan langkah mundur Presiden Amerika Serikat Donald Trump bulan lalu terkait janji mengizinkan Ukraina memproduksi pencegat pertahanan udara Patriot buatan AS, yang menurut Ukraina sangat dibutuhkan untuk menangkal serangan rudal balistik Rusia.
Ukraina meningkatkan produksi militer domestiknya, merakit drone dan rudal jarak jauh yang mampu menyerang jauh ke dalam Rusia. Namun analis mengatakan bahwa memproduksi Storm Shadow sendiri akan memberi Kyiv kemampuan menghantam target strategis Rusia dengan lebih efisien.
Storm Shadow
Juga dikenal sebagai SCALP di Prancis, rudal ini memiliki jangkauan sekitar 560 km dan mampu menghantam target sejauh 240 km di wilayah Rusia. Jangkauan tersebut tidak sejauh drone buatan Ukraina seperti rudal jelajah FP-5 Flamingo, yang memiliki jangkauan 3.000 km.
Namun jika rudal jarak jauh Ukraina dapat menghantam target “lunak”, Storm Shadow bisa menghantam target “keras”, termasuk lokasi berbenteng tebal dan dijaga ketat. Sistem navigasi canggihnya berarti rudal tersebut dapat digunakan pada malam hari dan dalam segala cuaca.
Tahun lalu, militer Ukraina mengatakan Storm Shadow dari Inggris digunakan untuk menyerang fasilitas Rusia, termasuk pabrik kimia dan kilang Novoshakhtinsk, salah satu pemasok produk minyak terbesar di Rusia selatan. Tahun ini, rudal tersebut menyerang markas besar angkatan laut Rusia di kota pelabuhan Sevastopol di Krimea.
Satu rudal Storm Shadow diperkirakan menelan biaya produksi sekitar USD 1 juta, sehingga rudal ini dikerahkan dengan jauh lebih hati-hati dibanding rentetan drone murah Ukraina.
Seberapa mudah Ukraina membuat Storm Shadow?
Keir Giles dari lembaga Chatham House mengatakan Ukraina kemungkinan akan memiliki kapasitas untuk memproduksi sistem senjata canggih ini begitu memiliki cetak birunya.
“Ukraina, di bawah tekanan perang demi kelangsungan hidup bangsa, mengembangkan industri pertahanan yang sangat tangkas, bermotivasi tinggi, dan terdistribusi, yang jauh lebih maju dalam adaptasi terhadap kebutuhan saat ini dibanding beberapa mitranya di Eropa Barat, termasuk Inggris,” katanya.
Karan Vassil, analis di firma intelijen Sibylline, mengatakan Ukraina juga mengembangkan dan menguji sistem rudal balistik sendiri. Namun, Storm Shadow adalah senjata sangat canggih yang menggabungkan beberapa dekade penelitian dan pengembangan Inggris-Prancis.
“Produksi berlisensi memberi Ukraina akses ke pengetahuan dan proses industri yang jika tidak, akan memakan waktu dan sumber daya sangat besar untuk direproduksi,” sebutnya, dikutip dari detikINET.
Alasan mengapa Ukraina baru sekarang mendapat akses ke cetak biru rudal tersebut berkaitan dengan politik. “Amerika Serikat tidak bersedia memasok pencegat untuk sistem rudal Patriot, sehingga terdapat celah dalam pertahanan udara dan rudal Ukraina, yang selama ini dieksploitasi Rusia,” sebutnya.
Prancis dan Inggris menyatakan harapan dapat membantu Ukraina membangun jalur produksi akhir tahun ini. Namun kerumitan produksi dapat memakan waktu sekitar dua tahun dari penandatanganan kontrak hingga pengiriman.
Sumber: detik.com















