Menu

Dark Mode
Minggu Depan Ada Gerhana Bulan Parsial, Kelihatan dari Indonesia? AI Ambil Alih Produksi Video, Lalu Apa Peran Kreator Digital? China Kirim Misi ke Bulan untuk Berburu Es, Bukan Cuma Air Robot Humanoid China Kalahkan Rekor Lari 100m Milik Usain Bolt Bersaing dengan AS, China Justru Ajak RI Dukung Inisiatif AI Global TikTok Sepakat Bayar ‘Uang Damai’ Rp7 Triliun ke Pemerintah AS

Kabar Bogor

Kopi Jadi Bagian Identitas Kota, Bogor Perkuat Cita Rasa Gastronomi

badge-check


					festival kopi legendaris. (foto: kominfo) Perbesar

festival kopi legendaris. (foto: kominfo)

Kota Bogor-Kota Bogor tidak bisa dilepaskan dari sejarah keberadaan kopi di Indonesia karena menjadi titik awal penting persebaran kopi di Nusantara.

Proses aklimatisasi tanaman atau proses adaptasi kopi yang memiliki nilai ekonomi tinggi, pertama kali dilakukan pada masa kolonial di Kota Bogor, khususnya melalui pengembangan awal di area yang kini menjadi Kebun Raya Bogor.

Dari sejarah tersebut, keberadaan produksi biji kopi serta berbagai event kopi, termasuk Festival Kopi Legendaris, menjadi bagian dari upaya penguatan Bogor menuju City of Gastronomy.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, didampingi Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, hadir langsung membuka Festival Kopi Legendaris di Lapangan Sempur yang menjadi rangkaian kegiatan Festival Merah Putih (FMP), Jumat (21/8/2026).

Dalam festival tersebut, Dedie Rachim menjelaskan bahwa kopi pertama kali mendarat di Bogor pada tahun 1817.

“Jadi memang Bogor itu punya sejarah lekat tentang kopi. Kalau sekarang ada namanya Festival Kopi Legendaris, itu juga tidak lepas dari sejarah, karena Bah Sipit aja, kopi legendaris di Kota Bogor, sudah ada sejak tahun 1925 dan dianggap sebagai salah satu pelopor perkopian Bogor,” ungkap Dedie Rachim.

Sebagai kota yang terus memperkuat diri sebagai City of Gastronomy, Dedie Rachim mengatakan Kota Bogor sudah memiliki pondasi untuk membangun ekosistem perkopian.

“Di Bogor itu ada beberapa merek kopi yang sudah terkenal dan menjadi bagian dari gastronomi. Kopi itu kan bagian dari sebuah identitas kota terkait dengan gastronomi. Jadi ada kaitan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Forum Bogor Kota Gastronomi, Haidhar Wurjanto. Menurutnya, keberadaan kopi di Bogor dapat menjadi daya dukung menuju City of Gastronomy.

“Saat ini 80 persen dari ekonomi kreatif itu disokong sama F&B, termasuk keberadaan kopi,” katanya.

Ia meyakini bahwa semua tempat F&B yang ada di Kota Bogor memiliki kopi. Menurutnya, selain jenis kopi yang beraneka ragam, meminum kopi juga memiliki cara yang unik.

“Saya yakin hampir semua tempat di Bogor itu pasti ada kopinya. Jadi dampaknya besar, mungkin sekarang kita harus lihat. Tapi apakah dampak besar itu benar-benar terasa, dan acara seperti ini kan mendorong dan membawa kopi menuju ke sana,” ucapnya.

“Ada jenis-jenisnya dan ada cara minum yang unik dari daerah tertentu, mau itu dari bubuk, mau itu dari espresso base, mau itu pakai susu, mau itu pakai gula aren, mau itu benar-benar espressonya saja, kita semua bisa kenalkan dan masing-masing mereferensikan, dan itu ada di Bogor,” tutupnya.kmf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Stasiun Bogor Direvitalisasi, KRL Bogor–Lido Cigombong Segera Diaktivasi

20 August 2026 - 10:18 WIB

Datangi Mapolresta, Kabag Hukum dan HAM Pemkot Bogor Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik

9 August 2026 - 22:54 WIB

Launching Layanan Fertilitas Embria, Pemkot Bogor Dorong Pengembangan Teknologi Kesehatan

9 August 2026 - 19:27 WIB

Bupati Bogor Ajak Jadikan Malasari Titik Awal Kebangkitan Bogor, PPLI Perkuat Komitmen Lestarikan Alam dan Warisan Sejarah

28 July 2026 - 14:02 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Wakaf Warga Sukadamai untuk Kepentingan Masyarakat

27 July 2026 - 09:46 WIB

Trending on Kabar Bogor