Menu ✖

Dark Mode
Meta Dihajar Denda Rp 450 Triliun Terkait Skandal Cambridge Analytica PBB Khawatir Penggunaan AI di Bidang Militer Perburuk Kondisi Perang Pemerintah Ingin Pusat Data Menyebar ke Indonesia Timur, Perpres Disiapkan Apa Dampak Celah PHP2Shell ke Indonesia? Ini Kata Pakar Karhutla dan Ancaman Kabut Asap Lintas Negara, Sejauh Mana Penanganannya? Peringati Hari Santri 2026, Pemkot Bogor Apresiasi Santri dan Pelajar Berprestasi

Kabar Bogor

Kopi Jadi Bagian Identitas Kota, Bogor Perkuat Cita Rasa Gastronomi

badge-check


					festival kopi legendaris. (foto: kominfo) Perbesar

festival kopi legendaris. (foto: kominfo)

Kota Bogor-Kota Bogor tidak bisa dilepaskan dari sejarah keberadaan kopi di Indonesia karena menjadi titik awal penting persebaran kopi di Nusantara.

Proses aklimatisasi tanaman atau proses adaptasi kopi yang memiliki nilai ekonomi tinggi, pertama kali dilakukan pada masa kolonial di Kota Bogor, khususnya melalui pengembangan awal di area yang kini menjadi Kebun Raya Bogor.

Dari sejarah tersebut, keberadaan produksi biji kopi serta berbagai event kopi, termasuk Festival Kopi Legendaris, menjadi bagian dari upaya penguatan Bogor menuju City of Gastronomy.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, didampingi Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, hadir langsung membuka Festival Kopi Legendaris di Lapangan Sempur yang menjadi rangkaian kegiatan Festival Merah Putih (FMP), Jumat (21/8/2026).

Dalam festival tersebut, Dedie Rachim menjelaskan bahwa kopi pertama kali mendarat di Bogor pada tahun 1817.

“Jadi memang Bogor itu punya sejarah lekat tentang kopi. Kalau sekarang ada namanya Festival Kopi Legendaris, itu juga tidak lepas dari sejarah, karena Bah Sipit aja, kopi legendaris di Kota Bogor, sudah ada sejak tahun 1925 dan dianggap sebagai salah satu pelopor perkopian Bogor,” ungkap Dedie Rachim.

Sebagai kota yang terus memperkuat diri sebagai City of Gastronomy, Dedie Rachim mengatakan Kota Bogor sudah memiliki pondasi untuk membangun ekosistem perkopian.

“Di Bogor itu ada beberapa merek kopi yang sudah terkenal dan menjadi bagian dari gastronomi. Kopi itu kan bagian dari sebuah identitas kota terkait dengan gastronomi. Jadi ada kaitan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Forum Bogor Kota Gastronomi, Haidhar Wurjanto. Menurutnya, keberadaan kopi di Bogor dapat menjadi daya dukung menuju City of Gastronomy.

“Saat ini 80 persen dari ekonomi kreatif itu disokong sama F&B, termasuk keberadaan kopi,” katanya.

Ia meyakini bahwa semua tempat F&B yang ada di Kota Bogor memiliki kopi. Menurutnya, selain jenis kopi yang beraneka ragam, meminum kopi juga memiliki cara yang unik.

“Saya yakin hampir semua tempat di Bogor itu pasti ada kopinya. Jadi dampaknya besar, mungkin sekarang kita harus lihat. Tapi apakah dampak besar itu benar-benar terasa, dan acara seperti ini kan mendorong dan membawa kopi menuju ke sana,” ucapnya.

“Ada jenis-jenisnya dan ada cara minum yang unik dari daerah tertentu, mau itu dari bubuk, mau itu dari espresso base, mau itu pakai susu, mau itu pakai gula aren, mau itu benar-benar espressonya saja, kita semua bisa kenalkan dan masing-masing mereferensikan, dan itu ada di Bogor,” tutupnya.kmf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Peringati Hari Santri 2026, Pemkot Bogor Apresiasi Santri dan Pelajar Berprestasi

22 October 2026 - 14:29 WIB

Jalin Kolaborasi dan Sinergitas, Kapolresta Bogor Kota Kunjungi PWI

22 October 2026 - 14:20 WIB

JPO MA Salmun Segera Dibangun, Pemkot Bogor Pastikan Sosialisasi Menyeluruh

22 October 2026 - 14:20 WIB

HKG PKK ke-54, Dedie Rachim Apresiasi Kontribusi Kader PKK

21 October 2026 - 19:19 WIB

Seleksi Ketua FKDM Kota Bogor Tekankan Kompetensi, Integritas, dan Netralitas

21 October 2026 - 12:47 WIB

Trending on Kabar Bogor