Menu ✖

Dark Mode
Jadi Venue Porprov, Kelurahan Cilendek Timur Berbenah Sumpah Pemuda ke-98, Fajar Muhammad Nur Dorong Solusi 4 Persoalan Pemuda Alasan Trump Larang Pakai ‘AI’, Perintahkan Beralih ke Penggantinya Kabut Asap Karhutla Menipis Usai Hujan, Begini Cara Alam Membersihkan Udara Bocah Ajaib Kuliah Umur 9 Tahun, Calon Doktor Fisika di Usia 18 Tahun BlackBerry Banting Setir, Bangkit dari Masa Kelam

Kabar Lifestyle

Wamenkomdigi: Kerugian Scam dan Spam Tembus Rp7,5 Triliun

badge-check


					Wamenkomdigi Nezar Patria mengungkap penipuan online di Indonesia telah 
merugikan masyarakat hingga Rp7,5 triliun. (Foto: CNBC Indonesia/Faisal 
Rahman)
Perbesar

Wamenkomdigi Nezar Patria mengungkap penipuan online di Indonesia telah merugikan masyarakat hingga Rp7,5 triliun. (Foto: CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengungkap penipuan online di Indonesia telah merugikan masyarakat hingga Rp7,5 triliun.

“Angka scam naik terus. Kemarin total kerugian akibat spam dan scam mencapai Rp7,5 triliun berdasarkan laporan dari Global Anti-Scam Alliance,” kata Nezar saat beraudiensi dengan Kaspersky di Komdigi, dalam keterangan resminya, Selasa (30/6).

Ia juga menyoroti bahwa penipuan online ini banyak yang menyasar warga lanjut usia (lansia). Menurutnya para lansia rentan terkena scam yang makin canggih menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Perkembangan teknologi AI yang semakin pesat ini membuat modus penipuan online semakin berbahaya. Pasalnya, AI dapat meniru suara orang lain, yang membuat korbannya jadi mudah percaya.

“Scam yang paling bahaya dengan menelpon sebagai orang lain. Sekarang makin canggih, karena bisa meniru suara orang bahkan meniru suara-suara pejabat pakai AI. Dia ketik teksnya, terus tinggal diputar ulang,” kata dia.

Merespons maraknya kasus penipuan online yang makin canggih, pemerintah mendorong seluruh perusahaan telekomunikasi untuk mengimplementasikan fitur anti-scam agar dapat melindungi para konsumen.

Menurutnya, para perusahaan telekomunikasi dapat melakukan asesmen mandiri untuk memilih langkah implementasi yang sesuai dengan model bisnis masing-masing.

Kaspersky sebelumnya memprediksi kualitas audio visual hasil deepfake AI sudah semakin canggih. Di sisi lain, alat pembuatan konten ini menjadi lebih mudah diakses, bahkan non-ahli pun dapat membuat deepfake berkualitas menengah hanya dalam beberapa detik.

Akibatnya, kualitas rata-rata terus meningkat, pembuatan menjadi lebih mudah diakses oleh khalayak yang jauh lebih luas, dan kemampuan ini pasti akan terus dimanfaatkan oleh penjahat siber.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Alasan Trump Larang Pakai ‘AI’, Perintahkan Beralih ke Penggantinya

28 October 2026 - 12:47 WIB

Kabut Asap Karhutla Menipis Usai Hujan, Begini Cara Alam Membersihkan Udara

28 October 2026 - 12:42 WIB

BlackBerry Banting Setir, Bangkit dari Masa Kelam

28 October 2026 - 12:32 WIB

Anggaran Film Elden Ring Melonjak, Kini Hampir Mencapai Rp 3,6 Triliun

28 October 2026 - 12:29 WIB

Menkomdigi Respons Ancaman Internet RI Diputus Singapura: Tak Perlu Geram

28 October 2026 - 12:24 WIB

Trending on Kabar Lifestyle