Menu ✖

Dark Mode
Kader PKK Kota Bogor Dilatih Tanggap dan Tangguh Bencana LPS Beberkan Tantangan Baru Stabilitas Sistem Keuangan di Era M-Banking Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda Matahari Buatan China Segera Terwujud, Bakal Menyala 2027 Modal Bot dan AI, Pria Ini Raup Ratusan Miliar dari Spotify Lalu Dipenjara AI Anthropic Bikin Geger, Kirim Laporan Pembunuhan Palsu ke Polisi

Kabar Lifestyle

Pantau Bencana, China dan Negara Asia Tengah Bangun Konstelasi Satelit

badge-check


					Ilustrasi. China dan sejumlah negara Asia Tengah menandatangani perjanjian 
kerja sama pembuatan konstelasi satelit untuk memantau bencana. (Foto: 
AFP PHOTO / CNES) Perbesar

Ilustrasi. China dan sejumlah negara Asia Tengah menandatangani perjanjian kerja sama pembuatan konstelasi satelit untuk memantau bencana. (Foto: AFP PHOTO / CNES)

China bersama sejumlah negara Asia Tengah menandatangani perjanjian kerja sama teknologi. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan konstelasi satelit berupa jaringan pemantauan berbasis ruang angkasa guna berbagi data penginderaan jauh.

Salah satu kegunaannya, untuk menangani berbagai ancaman geologis yang sama-sama dialami, seperti gempa bumi, hama pertanian, hingga banjir akibat pencairan gletser.

Kesepakatan itu ditandatangani pada Kamis (25/6) dalam gelaran China-Eurasia Expo ke-9 yang sedang berlangsung di Urumqi, Ibu Kota Daerah Otonom Uygur Xinjiang di China bagian barat laut, seperti dilaporkan Anadolu Agency.

Sejumlah ilmuwan dari Kazakhstan, Uzbekistan, dan Tajikistan hadir dalam upacara penandatanganan tersebut. Mereka menyatakan optimisme bahwa proyek bersama ini akan membawa manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.

Jaringan pemantauan berbasis ruang angkasa itu diberi nama “Tianwu Constellation” dan akan dimulai dengan sistem awal yang terdiri atas lima satelit.

Kesepakatan itu ditandatangani pada Kamis (25/6) dalam gelaran China-Eurasia Expo ke-9 yang sedang berlangsung di Urumqi, Ibu Kota Daerah Otonom Uygur Xinjiang di China bagian barat laut, seperti dilaporkan Anadolu Agency.

Sejumlah ilmuwan dari Kazakhstan, Uzbekistan, dan Tajikistan hadir dalam upacara penandatanganan tersebut. Mereka menyatakan optimisme bahwa proyek bersama ini akan membawa manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.

Jaringan pemantauan berbasis ruang angkasa itu diberi nama “Tianwu Constellation” dan akan dimulai dengan sistem awal yang terdiri atas lima satelit.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

LPS Beberkan Tantangan Baru Stabilitas Sistem Keuangan di Era M-Banking

10 October 2026 - 15:17 WIB

Matahari Buatan China Segera Terwujud, Bakal Menyala 2027

10 October 2026 - 12:01 WIB

Modal Bot dan AI, Pria Ini Raup Ratusan Miliar dari Spotify Lalu Dipenjara

10 October 2026 - 11:52 WIB

AI Anthropic Bikin Geger, Kirim Laporan Pembunuhan Palsu ke Polisi

10 October 2026 - 11:47 WIB

Sony Siapkan Perangkat Baru yang Misterius: PlayStation Portal OLED?

10 October 2026 - 11:39 WIB

Trending on Kabar Lifestyle