Menu ✖

Dark Mode
Pasar Gembrong Sukasari Diganjar Sertifikat SNI Pasar Rakyat Menampakkan Diri Setelah 150 Tahun, Ular Langka Kejutkan Petugas Hutan Ramai Tren Mukbang Mentega di TikTok, Ini Kata Pakar Viral Celana Dalam Merah Putih, Netizen RI Murka ke Warga Malaysia Tak Setuju AI Direm, Komdigi Dorong Safety by Design Bukan HP, Ini Sumber Duit Samsung Sampai Untung Ribuan Triliun

Citizen Journalist

Jadilah Pemimpin Seperti Pak Dirman!

badge-check


					Jadilah Pemimpin Seperti Pak Dirman! Perbesar

Jenderal Besar Sudirman (atau Pak Dirman) merupakan salah satu tokoh besar yang dilahirkan oleh suatu revolusi. Saat usianya yang masih relatif muda, 29 tahun, menjadi Panglima Besar dan 31 tahun sudah menjadi seorang jenderal. Ia berlatar belakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap dan giat di kepanduan Hizbul Wathan. Ia merupakan pahlawan Pembela Kemerdekaan yang tidak peduli pada keadaan dirinya sendiri demi mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dicintainya. Ia tercatat sebagai Panglima sekaligus Jenderal pertama dan termuda di Republik ini, dan yang luar biasa jasanya selama dalam darma pengabdiannya, karena meski menderita sakit paru-paru yang parah, Panglima Besar TKR/TNI, ini tetap bergerilya melawan Belanda.

Sudirman dikenal oleh orang-orang di sekitarnya sebagai pribadi yang teguh pada prinsip dan keyakinan, serta bermental tangguh, di mana ia selalu menge-depankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Sudirman juga seorang yang selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara, hal ini dapat dilihat walaupun dalam keadaan lemah karena sakit tetap bertekad ikut terjun bergerilya dengan ditandu. Dalam keadaan sakit, ia memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. 

Kunci Keberhasilan

Kurang lebih selama tujuh bulan ia berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain, dari gunung ke gunung dalam keadaan sakit dan lemah, sementara obat-obatan juga hampir-hampir tidak ada. Tapi kepada pasukannya ia selalu memberi semangat dan petunjuk seakan dia sendiri tidak merasakan penyakitnya. Walaupun masih ingin memimpin perlawanan kepada penjajah, akhirnya Sudirman sepulang dari kampanye gerilya karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkannya untuk memimpin Angkatan Perang secara langsung, sehingga setelah itu Soedirman hanya menjadi tokoh perencana di balik layar dalam kampanye gerilya melawan Belanda. 

Kunci keberhasilan kepemimpinan Jenderal Sudirman adalah kemampuannya untuk memberikan contoh keteladanan, misalnya Sudirman yang lemah dan sakit-sakitan mampu memberikan semangat, motivasi dan kesadaran akan arti pentingya kemerdekaan bagi pasukannya dengan bersedia bersusah payah membela Bangsa dan Negara, menderita bersama-sama dengan seluruh pasukannya dalam sebuah perjuangan. Diantara kebersamaan itulah pengaruh Jenderal Sudirman begitu besar. Hanya semangat perjuanganlah yang membuat dirinya tetap tegar dan semangat itu terus menular ke seluruh pasukan yang menjadi motor perjuangan kala itu.

Saya yakin, kita semua selain sebagai pemimpin (paling tidak buat diri kita sendiri) juga memiliki pemimpin, baik pemimpin pada lingkup yang kecil seperti dalam keluarga sampai lingkup yang luas, kita berharap pemimpin kita dapat mencontoh keteladanan Jenderal Sudirman. Sosok pemimpin yang partisipatif, adaptif dan responbilitif terhadap emban tugas dan tanggung jawab yang menjadi tanggung jawabnya.

kabarindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pasar Gembrong Sukasari Diganjar Sertifikat SNI Pasar Rakyat

8 October 2026 - 20:42 WIB

Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja

8 October 2026 - 12:09 WIB

Polresta Sleman Tangkap Sejoli Kasus Penelantaran Bayi di Kalasan

7 October 2026 - 19:29 WIB

Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Buka Resmi UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya

5 October 2026 - 15:55 WIB

Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara

2 October 2026 - 18:51 WIB

Trending on Headline