Menu

Dark Mode
Nvidia Suntik Firmus, Pabrik AI 170.000 GPU di Batam Dikebut Mumi Cile Buktikan Bangsa Eropa Bawa Cacar Mematikan ke Amerika Model AI Meta Lepas Kendali dan Retas Perusahaan Lain Ilmuwan Makin Lirik Hiu untuk Pertajam Prediksi Badai Pakar Wanti-wanti Insiden AI Lepas Kendali Bakal Makin Sering Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia

Kabar Lifestyle

Apa yang Lebih Penting dari Alibaba bagi Jack Ma? Jawabannya Bikin Kagum

badge-check


					Bergelimang harta dan memiliki perusahaan raksasa Alibaba, 
ternyata itu semua bukanlah hal yang paling dibanggakan oleh Jack 
Ma. (Foto: BBC Magazine)
Perbesar

Bergelimang harta dan memiliki perusahaan raksasa Alibaba, ternyata itu semua bukanlah hal yang paling dibanggakan oleh Jack Ma. (Foto: BBC Magazine)

Bergelimang harta dan memiliki perusahaan raksasa Alibaba, ternyata itu semua bukanlah hal yang paling dibanggakan oleh Jack Ma. Menurut Ma, keputusan penting dalam hidupnya bukan ketika ia memutuskan untuk mendirikan Alibaba melainkan ketika membuat Zhang Ying menjadi istrinya. Aww.

“Dia selalu percaya padaku ketika tidak ada seorang pun yang melakukannya,” ujar Ma, dikutip dari Detik, Rabu (3/6/2026).

Zhang bertemu dengan Ma pada awal 1980-an di Hangzou Normal University, keduanya masih menjadi mahasiswa. Zhang adalah gadis yang menonjol karena penampilannya, kecerdasan, dan prestasi akademiknya. Akibatnya, Zhang punya banyak pengagum.

Sedangkan Ma, memiliki tinggi badan dan prestasi akademik rata-rata. Akan tetapi, dia tertarik pada kepribadian Zhang. Melalui interaksi mereka, ia menemukan bahwa Zhang bijaksana dan cerdas, serta berbicara dengan cara yang meninggalkan kesan kuat. Perlahan-lahan ia jatuh cinta padanya, meskipun awalnya Zhang menolaknya.

“Penampilan seorang pria memiliki korelasi negatif dengan kecerdasannya,” kata Ma kepada Zhang suatu kali.

Kepercayaan dirinya membuat Zhang terkesan, dan ia juga memperhatikan kemampuan bahasa Inggrisnya yang luar biasa. Ma sesekali bekerja sebagai pemandu wisata untuk turis saat itu.

“Dia bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan pria tampan,” puji Zhang kemudian.

Pasangan itu menikah pada tahun 1988, ketika keduanya bekerja sebagai guru bahasa Inggris.

Ketika Ma memutuskan pada tahun 1995 untuk meninggalkan pekerjaan mengajarnya yang stabil dan memulai bisnisnya sendiri, Zhang sepenuhnya mendukungnya. Ia menginvestasikan tabungan keluarganya dan tetap mendukung suaminya bahkan ketika usaha pertamanya, China Pages, sebuah platform e-commerce awal, dituduh sebagai penipuan.

Ketika Alibaba didirikan pada tahun 1999, Zhang termasuk yang pertama berpartisipasi, mengelola operasi administrasi dan logistiknya. Meskipun bukan pemegang saham, ia menyeimbangkan tanggung jawab keluarga dengan mendukung perusahaan dengan menangani penggajian, memasak, dan memotivasi suami serta tim pendiri selama masa-masa sulit.

Ma menggambarkannya sebagai ‘komisaris politik’ tim, memberikan stabilitas dan jaminan ketika menghadapi kesulitan.

Pada tahun 2002, Zhang mengundurkan diri sebagai manajer umum kantor pusat Alibaba di China untuk membantu putra mereka yang berusia 10 tahun mengatasi kecanduannya pada permainan elektronik. Ia membimbingnya agar tidak menghabiskan waktu berlebihan di warnet dan membantu meningkatkan prestasi akademiknya serta karakternya.

Meskipun jarang tampil di depan umum, Zhang tetap disukai publik dan mengecapnya sebagai perempuan yang cerdas dan berhati luas.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Nvidia Suntik Firmus, Pabrik AI 170.000 GPU di Batam Dikebut

9 August 2026 - 13:08 WIB

Mumi Cile Buktikan Bangsa Eropa Bawa Cacar Mematikan ke Amerika

9 August 2026 - 13:04 WIB

Model AI Meta Lepas Kendali dan Retas Perusahaan Lain

9 August 2026 - 13:01 WIB

Ilmuwan Makin Lirik Hiu untuk Pertajam Prediksi Badai

9 August 2026 - 12:51 WIB

Pakar Wanti-wanti Insiden AI Lepas Kendali Bakal Makin Sering

9 August 2026 - 12:48 WIB

Trending on Kabar Lifestyle