Menu

Dark Mode
CAS Bagikan Ratusan Paket Makan Gratis Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan MaskerĀ  Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan Kopi Darat Bersama KGMP, BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Perkuat Sinergi dan Perlindungan bagi Mitra Gojek Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Kebayoran Baru, Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Seluruh Perangkat Masjid Gara-gara Debu Krakatau, Pelajar di Bogor Belajar Daring

Kabar Lifestyle

Bos Intelijen Inggris Klaim Terus Diserang Rusia Pakai AI

badge-check


					Bos Intelijen Inggris Klaim Terus Diserang Rusia Pakai AI (Foto: Gemini AI) Perbesar

Bos Intelijen Inggris Klaim Terus Diserang Rusia Pakai AI (Foto: Gemini AI)

Kecerdasan buatan (AI) adalah kekuatan tak terhentikan yang sedang dipersenjatai dengan cara-cara yang skalanya nyaris menyerupai peperangan tradisional. Demikian peringatan kepala spionase siber Inggris.

Anne Keast-Butler, direktur badan intelijen komunikasi GCHQ, mengatakan Inggris dan sekutunya saat ini berada di ruang antara perdamaian dan perang saat Rusia makin gencar melakukan ‘aktivitas hibrida’ terhadap negara-negara Barat, bahkan ketika kematian pasukan Rusia di Ukraina mendekati 500.000 jiwa.

Menurutnya, negara Barat berisiko kalah dalam konflik siber melawan Rusia dan musuh lainnya, kecuali warga, perusahaan, dan pemerintah mulai menyikapi keamanan siber dengan urgensi jauh lebih tinggi.

“Saya menghabiskan tiga dekade bekerja di bidang keamanan nasional dan risiko salah perhitungan saat ini adalah yang tertinggi yang pernah saya lihat,” ujar Keast yang dikutip detikINET dari Associated Press., Senin (1/6/2026).

Ia menuturkan perusahaan-perusahaan teknologi merilis inovasi AI dengan kecepatan luar biasa dengan konsekuensi tak terbayangkan. “AI adalah kekuatan tak terhentikan dan membawa peluang besar. Namun, ia juga merupakan kekuatan yang membawa berbagai risiko,” sebutnya.

Ancaman Aktivitas Hibrida Rusia
Keast menyoroti Rusia sebagai ancaman, menuduh Moskow tanpa henti menargetkan infrastruktur kritis, demokrasi, rantai pasok, dan kepercayaan publik di samping mencuri teknologi serta merencanakan sabotase dan pembunuhan. “Rusia terus meningkatkan aktivitas hibrida harian terhadap Inggris dan Eropa, membentang dari dasar laut hingga ruang siber,” ungkapnya.

Fokus Inggris saat ini adalah mengungkap motif dan kemampuan bawah air Rusia dalam menarget kabel telekomunikasi dan pipa energi bawah laut. Di saat yang sama, ia menilai pasukan Rusia mengalami kemunduran di medan tempur, di mana data intelijen menunjukkan hampir setengah juta tentara Rusia tewas sejak invasi ke Ukraina.

Pidato ini merupakan yang terbaru dari serangkaian peringatan ahli intelijen bahwa Rusia meningkatkan aktivitas permusuhannya di zona abu-abu, batas yang berada persis di bawah ambang peperangan terbuka.

Beberapa bulan terakhir, pihak berwenang di berbagai negara termasuk Swedia, Polandia, Denmark, dan Norwegia, menuding hacker yang terafiliasi Rusia menargetkan infrastruktur vital seperti pembangkit listrik dan bendungan.

Bulan lalu, Kepala Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris, Richard Horne, juga memperingatkan negara-negara yang memusuhi mereka, termasuk Rusia, China, dan Iran, merupakan dalang di balik serangan siber paling serius yang dihadapi negaranya.

Keast menyebut kemajuan pesat AI menunjukkan jendela waktu makin menyempit bagi Inggris dan sekutunya untuk bisa selangkah lebih maju dari negara-negara seperti China, yang kini adikuasa sains dan teknologi.

Ancaman juga meluas hingga ke luar angkasa, di mana ribuan satelit diluncurkan beberapa tahun terakhir. “Baik China maupun Rusia berinvestasi besar-besaran untuk menyokong ambisi perdamaian maupun perang mereka,” cetusnya.

GCHQ sedang menyusun rencana pemanfaatan agentic AI mutakhir sebagai perisai siber nasional yang dapat melindungi infrastruktur dan bisnis Inggris dari serangan siber meskipun proyek ini diperkirakan baru akan rampung beberapa tahun ke depan.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Netizen Soroti Jalanan Jakarta Sepi Hari Ini

27 August 2026 - 13:23 WIB

Banjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek ChinaBanjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek China

27 August 2026 - 13:19 WIB

Demo 27 Agustus Ramai di Jagat Maya, Netizen Soroti Beragam Hal

27 August 2026 - 13:15 WIB

Mengenal Fitur Telepon AI Hasil Kerja Sama Indosat dan Huawei

27 August 2026 - 13:11 WIB

Demo 27 Agustus, Komdigi Ingatkan Warga Tidak Sebar Kebencian di Medsos

27 August 2026 - 13:07 WIB

Trending on Kabar Lifestyle