Menu

Dark Mode
Dedie Rachim Tinjau Progres Awal Pembangunan Trase Baru Batutulis Pantai Butuh Kepedulian, Bukan Sampah Kisah Pulau Boneka Meksiko, dari Tragedi hingga Wisata Horor Mendunia Kenapa Muncul Rasa Ingin Mengunyah saat Mengantuk? Bestlife Bikin Pabrik AC dan Mesin Cuci Senilai Rp 178 Miliar di Tangerang Nilai Tukar Rupiah Makin Melemah, Indosat Fokus Jaga Stabilitas Bisnis

Kabar Lifestyle

Karyawan Google Diduga Lakukan Insider Trading, Kantongi Rp 21 Miliar dari Polymarket

badge-check


					Karyawan Google Diduga Lakukan Insider Trading, Kantongi Rp 21 Miliar dari Polymarket (Foto: REUTERS/Annegret Hilse) Perbesar

Karyawan Google Diduga Lakukan Insider Trading, Kantongi Rp 21 Miliar dari Polymarket (Foto: REUTERS/Annegret Hilse)

Departemen Kehakiman Amerika Serikat mendakwa software engineer Google Michele Spagnuolo dengan tuduhan insider trading. Spagnuolo diduga mengantongi USD 1,2 juta (Rp 21 miliar) dari Polymarket menggunakan informasi bisnis rahasia.

Spagnuolo, yang menggunakan nama ‘AlphaRaccoon’ di platform prediksi pasar Polymarket, sudah bekerja di Google selama lebih dari 12 tahun, menurut informasi publik di LinkedIn.

“Seperti yang dituduhkan, Spagnuolo melanggar kewajibannya kepada pemberi kerja dan menggunakan informasi bisnis rahasia Google untuk meraup keuntungan lebih dari USD 1,2 juta di Polymarket,” kata Jay Clayton, Jaksa Agung Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York, seperti dikutip dari TechCrunch, Kamis (28/5/2026).

“Insider trading membahayakan integritas pasar kita, dan rakyat Amerika ingin perilaku yang didorong oleh keserakahan ini diselidiki dan dituntut,” sambungnya.

Menurut dokumen pengadilan, Spagnuolo mempertaruhkan lebih dari USD 2,7 juta dalam taruhan terkait Google Year in Search 2025, sebuah kampanye di mana Google mengungkap penelusuran terpopuler di dunia sepanjang tahun.

Spagnuolo dituding mengakses data internal Google Search yang rahasia tentang selebriti yang paling banyak dicari sebagai sumber informasi sebelum memasang taruhan.

Juru bicara Google mengatakan pihaknya sudah bekerja sama dengan penegak hukum untuk membantu penyelidikan.

“Karyawan tersebut mengakses materi marketing menggunakan alat yang tersedia untuk semua karyawan, tapi menggunakan informasi rahasia untuk memasang taruhan merupakan pelanggaran serius terhadap kebijakan kami,” kata juru bicara Google.

“Kami telah merumahkan karyawan tersebut dan akan mengambil tindakan yang sesuai,” sambungnya.

Platform prediksi pasar seperti Polymarket dan Kalshi memungkinkan pengguna untuk memasang taruhan di hampir semua hal. Insider trading sudah dilarang di dua platform tersebut karena ilegal, tapi masih banyak pengguna yang melakukan pelanggaran tersebut.

Departemen Kehakiman AS belum lama ini mendakwa tentara U.S. Army yang menggunakan informasi orang dalam terkait operasi militer AS untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk memenangkan USD 400.000 di Polymarket.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kisah Pulau Boneka Meksiko, dari Tragedi hingga Wisata Horor Mendunia

28 May 2026 - 19:46 WIB

Kenapa Muncul Rasa Ingin Mengunyah saat Mengantuk?

28 May 2026 - 19:40 WIB

Bestlife Bikin Pabrik AC dan Mesin Cuci Senilai Rp 178 Miliar di Tangerang

28 May 2026 - 19:36 WIB

Nilai Tukar Rupiah Makin Melemah, Indosat Fokus Jaga Stabilitas Bisnis

28 May 2026 - 19:28 WIB

Rencana NASA Bangun Markas di Bulan Akan Dimulai Tahun Ini

28 May 2026 - 19:22 WIB

Trending on Kabar Lifestyle