Menu

Dark Mode
Sukses Periode Pertama, Laniasari Pimpin Kembali Porpi Kota Bogor Viral UFO di Natuna, Mirip Objek Misterius di Rekaman Pentagon Takut Bicara, Mahasiswa RI Ini Malah Menang Penghargaan Apple Gen Z Mau Hidup Damai? Kota Ini Bisa Jadi Pilihan Yayasan Bill Gates Bantu Lepas 30 Juta Nyamuk Setiap Minggunya, Buat Apa? Trump Akui AS Mata-matai China Habis-habisan Usai Bertemu Xi Jinping

Kabar Lifestyle

Trump Akui AS Mata-matai China Habis-habisan Usai Bertemu Xi Jinping

badge-check


					Trump Akui AS Mata-matai China Habis-habisan Usai Bertemu Xi Jinping. (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI) Perbesar

Trump Akui AS Mata-matai China Habis-habisan Usai Bertemu Xi Jinping. (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengakui bahwa AS melakukan aktivitas spionase dan operasi siber besar-besaran terhadap China. Pernyataan blak-blakan itu disampaikan usai pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping dalam KTT dua hari di Beijing.

Pengakuan Trump langsung menjadi sorotan global karena jarang ada presiden AS yang secara terang-terangan membahas operasi intelijen negaranya sendiri di depan publik.

Berbicara kepada wartawan di atas Air Force One setelah meninggalkan Beijing pada Jumat (15/5/2026), Trump mengungkap bahwa isu serangan siber menjadi salah satu topik penting dalam pembicaraannya dengan Xi Jinping.

“Ya, saya sudah membahasnya, dan dia juga berbicara soal serangan yang kita lakukan terhadap China,” kata Trump dikutip dari The Independent.

Trump kemudian melontarkan pernyataan yang paling menyita perhatian.

“Anda tahu, apa yang mereka lakukan, kita juga lakukan. Kami juga memata-matai mereka habis-habisan (spy like hell),” ujar Trump.

Tak hanya itu, Trump juga mengklaim sempat memperingatkan Xi mengenai kemampuan siber Amerika Serikat.

“Saya bilang padanya, ‘Kami melakukan banyak hal kepada Anda yang tidak Anda ketahui,'” lanjutnya.

Pernyataan Trump memperlihatkan bahwa ketidakpercayaan antara AS dan China masih sangat kuat, meski kedua pemimpin tampil hangat di depan publik selama KTT berlangsung.

Pertemuan di Beijing tersebut merupakan kunjungan pertama Trump ke China sejak kembali menjabat Presiden AS. Dalam sejumlah kesempatan, Trump dan Xi saling memuji dan menyebut satu sama lain sebagai “teman”.

Namun di balik bahasa diplomatik yang lebih lunak, isu keamanan siber dan spionase tetap menjadi salah satu titik panas hubungan kedua negara.

China selama bertahun-tahun dituduh AS melakukan peretasan terhadap infrastruktur penting Amerika Serikat, mulai dari jaringan pemerintah hingga perusahaan teknologi. Di sisi lain, Beijing juga berkali-kali menuding Washington melakukan operasi intelijen digital terhadap China.

Pengakuan Trump kini memperkuat anggapan bahwa perang siber antara dua negara adidaya itu memang berlangsung secara intens di balik layar.

“Ya, saya sudah membahasnya, dan dia juga berbicara soal serangan yang kita lakukan terhadap China,” kata Trump dikutip dari The Independent.

Trump kemudian melontarkan pernyataan yang paling menyita perhatian.

“Anda tahu, apa yang mereka lakukan, kita juga lakukan. Kami juga memata-matai mereka habis-habisan (spy like hell),” ujar Trump.

Tak hanya itu, Trump juga mengklaim sempat memperingatkan Xi mengenai kemampuan siber Amerika Serikat.

“Saya bilang padanya, ‘Kami melakukan banyak hal kepada Anda yang tidak Anda ketahui,'” lanjutnya.

Pernyataan Trump memperlihatkan bahwa ketidakpercayaan antara AS dan China masih sangat kuat, meski kedua pemimpin tampil hangat di depan publik selama KTT berlangsung.

Pertemuan di Beijing tersebut merupakan kunjungan pertama Trump ke China sejak kembali menjabat Presiden AS. Dalam sejumlah kesempatan, Trump dan Xi saling memuji dan menyebut satu sama lain sebagai “teman”.

Namun di balik bahasa diplomatik yang lebih lunak, isu keamanan siber dan spionase tetap menjadi salah satu titik panas hubungan kedua negara.

China selama bertahun-tahun dituduh AS melakukan peretasan terhadap infrastruktur penting Amerika Serikat, mulai dari jaringan pemerintah hingga perusahaan teknologi. Di sisi lain, Beijing juga berkali-kali menuding Washington melakukan operasi intelijen digital terhadap China.

Pengakuan Trump kini memperkuat anggapan bahwa perang siber antara dua negara adidaya itu memang berlangsung secara intens di balik layar.

Taiwan dan Konflik Jadi Bahasan Penting
Selain isu keamanan siber, Xi Jinping juga disebut memperingatkan Trump soal Taiwan. Menurut Trump, Xi menegaskan bahwa kesalahan dalam menangani isu Taiwan bisa memicu konflik besar.

Xi kembali menegaskan penolakan Beijing terhadap kemerdekaan Taiwan, isu yang selama ini menjadi salah satu sumber ketegangan utama antara AS dan China.

Trump mengatakan dirinya memilih tidak memberikan komitmen apa pun terkait sikap AS soal Taiwan.

“Saya mendengarkannya. Saya tidak berkomentar,” kata Trump.

Ia juga menyebut keputusan mengenai penjualan senjata AS ke Taiwan masih belum final dan akan diputuskan kemudian.

KTT kali ini juga menunjukkan perubahan pendekatan diplomatik antara Washington dan Beijing.

Xi Jinping dilaporkan mulai mendorong penggunaan istilah “stabilitas strategis konstruktif” dalam hubungan AS-China. Istilah itu dianggap lebih lunak dibanding narasi “persaingan strategis” yang banyak digunakan pada era Presiden sebelumnya.

Meski demikian, komentar Trump soal aktivitas mata-mata dan perang siber menunjukkan bahwa rivalitas kedua negara masih sangat dalam.

Pernyataan terbuka Trump mengenai operasi intelijen AS juga dinilai tidak biasa, mengingat pemimpin Amerika umumnya menghindari pembahasan detail terkait aktivitas spionase negaranya.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Viral UFO di Natuna, Mirip Objek Misterius di Rekaman Pentagon

16 May 2026 - 14:39 WIB

Takut Bicara, Mahasiswa RI Ini Malah Menang Penghargaan Apple

16 May 2026 - 14:34 WIB

Gen Z Mau Hidup Damai? Kota Ini Bisa Jadi Pilihan

16 May 2026 - 14:28 WIB

Yayasan Bill Gates Bantu Lepas 30 Juta Nyamuk Setiap Minggunya, Buat Apa?

16 May 2026 - 14:21 WIB

Xi Jinping Janjikan ‘Karpet Merah’ Bagi Raksasa Teknologi AS

15 May 2026 - 12:41 WIB

Trending on Kabar Lifestyle