Menu

Dark Mode
Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

Kabar Lifestyle

Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen

badge-check


					indocement  (foto ist) Perbesar

indocement (foto ist)

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) membukukan pertumbuhan laba bersih yang solid pada Kuartal I 2026 meskipun menghadapi tantangan pasar domestik yang fluktuatif. Perseroan mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp215,2 miliar, naik 2,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp210,7 miliar.

Kinerja Penjualan dan Keuangan

Total volume penjualan semen dan klinker Perseroan tumbuh 1,8% menjadi 4.444 ribu ton. Pertumbuhan ini ditopang oleh lonjakan signifikan pada volume ekspor yang naik 239,0% mencapai 252 ribu ton, mengompensasi penurunan volume penjualan domestik yang terkoreksi 2,3%.

Dari sisi keuangan, pendapatan neto tercatat sebesar Rp3.844,3 miliar. Meski pendapatan turun tipis 3,3% akibat pelemahan volume domestik, Perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 3,9%. Efisiensi ini menjaga margin laba bruto di level 28,6%.

“Laba usaha tercatat sebesar Rp236,8 miliar dengan margin EBITDA yang menguat menjadi 17,0%,” sebagaimana dikutip dari laporan kinerja keuangan Perseroan.

Strategi Ekspansi dan Usaha Patungan

Sebagai langkah strategis memperkuat kualitas produk, Indocement resmi mendirikan usaha patungan (Joint Venture) dengan Mondi Industrial Bags GmbH (Mondi), bagian dari perusahaan global Mondi Group.

Struktur Kepemilikan: Indocement memegang 40% saham, sementara Mondi memiliki 60%.

Lokasi: Pabrik akan beroperasi di Kompleks Pabrik Citeureup.

Tujuan: Menjamin pasokan kantong semen yang andal dan berkualitas tinggi sebagai ekosistem pendukung produk utama.

Optimasi Modal dan Posisi Kas

Perseroan terus menjalankan program pembelian kembali (buyback) saham untuk menjaga nilai bagi pemegang saham.

Putaran Ketiga: Telah diselesaikan dengan dana Rp437 miliar untuk 66,2 juta saham.

Target Berikutnya: Program buyback baru telah disiapkan untuk periode Mei 2026–Mei 2027 dengan pagu maksimal Rp750 miliar.

RUPSLB: Pada 21 Mei 2026, manajemen mengusulkan pembatalan 84,5 juta saham hasil buyback tahun 2021-2022 sebagai bagian dari pengurangan modal.

Hingga 31 Maret 2026, Indocement mempertahankan posisi keuangan yang sangat kokoh dengan kas dan setara kas sebesar Rp5,1 triliun.

Proyeksi dan Tantangan Industri

Manajemen menyoroti adanya risiko biaya energi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi menekan daya beli masyarakat. Di tengah tantangan kelebihan kapasitas nasional, Perseroan berkomitmen untuk terus mengoptimalkan jaringan distribusi dan aktivitas operasional.

Saat ini, Indocement mengoperasikan 14 pabrik milik sendiri dan tiga unit pabrik/mill sewa dengan total kapasitas produksi mencapai 33,5 juta ton per tahun, menjadikan mereka salah satu pemain terbesar di industri semen nasional melalui merek Semen Tiga Roda dan Semen Grobogan. rls

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ngeri! Buaya Raksasa Masuk Dapur Hotel Mewah, Heboh di Medsos

2 May 2026 - 14:08 WIB

Samsung QLED Q5F 43 Inci Rilis di RI, TV Rp 4 Jutaan 7 Tahun Update

2 May 2026 - 13:50 WIB

50+ Ucapan Selamat Hari Kartini 2026 untuk WhatsApp Status & IG Story

21 April 2026 - 11:22 WIB

Johny Srouji Jadi Bos Hardware Apple, Peran Makin Besar

21 April 2026 - 11:19 WIB

Pelihara Puluhan Ribu Ular Mematikan, Gadis Ini Dapat Rp 2,5 Miliar

21 April 2026 - 11:17 WIB

Trending on Kabar Lifestyle