Menu

Dark Mode
Waspada Cuaca Ekstrem di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya Mata Melotot Bisa Jadi Tanda Tiroid, Kenali Gejalanya SpaceX Mau Mega IPO, Kekayaan Elon Musk Makin Nggak Ngotak Google Rilis Fitur Deteksi Telepon Palsu di Android Bos Raksasa AI Malah Peringatkan Teknologinya Berbahaya Dollar Tembus Rp 18 Ribu, Masyarakat Bersuara: Udah 18K!

Kabar Lifestyle

Meta Gugat Perusahaan Brasil dan China Penipu Deepfake AI

badge-check


					Meta gugat perusahaan dan individu di Brasil serta China yang menggunakan deepfake artis untuk melakukan penipuan. (Foto: Reuters/Dado Ruvic) Perbesar

Meta gugat perusahaan dan individu di Brasil serta China yang menggunakan deepfake artis untuk melakukan penipuan. (Foto: Reuters/Dado Ruvic)

Meta resmi mengajukan gugatan hukum pada Kamis (26/2) terhadap sejumlah individu dan perusahaan di Brasil dan China yang menggunakan teknologi deepfake selebriti untuk menipu pengguna.

Raksasa teknologi asal AS itu menargetkan empat pengiklan nakal yang memalsukan identitas tokoh serta merek terkenal guna mempromosikan produk ilegal dan skema investasi bodong di platform Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Di Brasil, Meta menggugat B&B Suplementos e Cosmeticos, Brites Academia de Treinamento, serta dua individu karena menjalankan operasi penipuan produk kesehatan tanpa izin regulator menggunakan wajah palsu dokter ternama.

Perusahaan Brites bahkan dilaporkan menjual kursus yang mengajarkan taktik penipuan tersebut kepada orang lain.

Salah satu korban pencatutan nama, ahli onkologi terkenal Drauzio Varella, menilai langkah hukum Meta masih sangat minim dan menganggap platform tersebut seolah menjadi “mitra penipuan.”

Tuduhan itu dilontarkan karena merasa Meta juga meraup keuntungan besar dari penyebaran video ilegal yang menjangkau jutaan orang.

Sedangkan di China, Meta menyeret Shenzhen Yunzheng Technology ke pengadilan atas tuduhan iklan “umpan selebriti” yang menargetkan pengguna di AS dan Jepang untuk masuk ke dalam grup investasi palsu.

Selain itu, perusahaan asal Vietnam, Ly Van Lam, juga digugat karena menyebarkan iklan penipuan untuk tas mewah merek Longchamp.

Meta menegaskan bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh kriminal untuk meniru suara dan video tokoh publik telah membuat pesan penipuan daring tampak semakin nyata dan berbahaya bagi masyarakat global.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Waspada Cuaca Ekstrem di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

5 June 2026 - 14:10 WIB

Mata Melotot Bisa Jadi Tanda Tiroid, Kenali Gejalanya

5 June 2026 - 14:06 WIB

SpaceX Mau Mega IPO, Kekayaan Elon Musk Makin Nggak Ngotak

5 June 2026 - 14:02 WIB

Google Rilis Fitur Deteksi Telepon Palsu di Android

5 June 2026 - 13:58 WIB

Bos Raksasa AI Malah Peringatkan Teknologinya Berbahaya

5 June 2026 - 13:53 WIB

Trending on Kabar Lifestyle