Menu

Dark Mode
BPBD dan Kwarcab Kota Bogor Lahirkan Pramuka Tangguh Bencana Ribuan Pegiat Kebudayaan Hadiri Riung Mungpulung Kasundaan di Kebun Raya Bogor Kelurahan Baranangsiang Siap jadi Barometer Tata Kelola Wilayah Jadwal MPL ID S17 Week 4: RRQ Hoshi Vs Evos HUAWEI Mate 80 Pro Kembali, Juara Kamera dan Ketangguhan Sudah Ada Pura 80 Pro, Apa Alasan Huawei Bawa Mate 80 Pro ke RI?

Kabar Lifestyle

Meta Gugat Perusahaan Brasil dan China Penipu Deepfake AI

badge-check


					Meta gugat perusahaan dan individu di Brasil serta China yang menggunakan deepfake artis untuk melakukan penipuan. (Foto: Reuters/Dado Ruvic) Perbesar

Meta gugat perusahaan dan individu di Brasil serta China yang menggunakan deepfake artis untuk melakukan penipuan. (Foto: Reuters/Dado Ruvic)

Meta resmi mengajukan gugatan hukum pada Kamis (26/2) terhadap sejumlah individu dan perusahaan di Brasil dan China yang menggunakan teknologi deepfake selebriti untuk menipu pengguna.

Raksasa teknologi asal AS itu menargetkan empat pengiklan nakal yang memalsukan identitas tokoh serta merek terkenal guna mempromosikan produk ilegal dan skema investasi bodong di platform Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Di Brasil, Meta menggugat B&B Suplementos e Cosmeticos, Brites Academia de Treinamento, serta dua individu karena menjalankan operasi penipuan produk kesehatan tanpa izin regulator menggunakan wajah palsu dokter ternama.

Perusahaan Brites bahkan dilaporkan menjual kursus yang mengajarkan taktik penipuan tersebut kepada orang lain.

Salah satu korban pencatutan nama, ahli onkologi terkenal Drauzio Varella, menilai langkah hukum Meta masih sangat minim dan menganggap platform tersebut seolah menjadi “mitra penipuan.”

Tuduhan itu dilontarkan karena merasa Meta juga meraup keuntungan besar dari penyebaran video ilegal yang menjangkau jutaan orang.

Sedangkan di China, Meta menyeret Shenzhen Yunzheng Technology ke pengadilan atas tuduhan iklan “umpan selebriti” yang menargetkan pengguna di AS dan Jepang untuk masuk ke dalam grup investasi palsu.

Selain itu, perusahaan asal Vietnam, Ly Van Lam, juga digugat karena menyebarkan iklan penipuan untuk tas mewah merek Longchamp.

Meta menegaskan bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh kriminal untuk meniru suara dan video tokoh publik telah membuat pesan penipuan daring tampak semakin nyata dan berbahaya bagi masyarakat global.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jadwal MPL ID S17 Week 4: RRQ Hoshi Vs Evos

16 April 2026 - 21:35 WIB

HUAWEI Mate 80 Pro Kembali, Juara Kamera dan Ketangguhan

16 April 2026 - 21:32 WIB

Sudah Ada Pura 80 Pro, Apa Alasan Huawei Bawa Mate 80 Pro ke RI?

16 April 2026 - 21:28 WIB

Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru

15 April 2026 - 08:55 WIB

Kisah Penangkapan Lele Raksasa Sebesar Beruang

13 April 2026 - 16:49 WIB

Trending on Kabar Lifestyle