Menu

Dark Mode
Serang Diego Garcia, Rudal Iran Mungkin Lebih Seram dari Perkiraan Ini Rudal Majid Iran yang Rontokkan Jet Siluman Amerika Google Ungkap Cara Sideloading Baru di Android, Harus Tunggu 24 Jam Cara Praktis Bikin Kartu Lebaran AI-Style di Galaxy S26 Series 1 Syawal Tak Seragam, Netizen Sepakat Tak Debatkan Penetapan Idul Fitri Tiba-tiba Ngetweet, Cristiano Ronaldo: Eid Mubarak Semuanya!

Kabar Lifestyle

Pasar TV Global Mulai Bergeser, TCL Pepet Samsung

badge-check


					Foto: Dok. TCL Perbesar

Foto: Dok. TCL

Jakarta – Samsung masih menjadi merek TV nomor satu dunia pada November 2025. Namun jarak dengan TCL semakin menipis, membuka peluang terjadinya pergantian pemimpin pasar dalam waktu dekat.

Data Counterpoint Research menunjukkan pengapalan TV global pada November 2025 turun 1% secara tahunan (YoY), berbalik arah dari tren positif yang terjadi dua bulan sebelumnya. Di tengah pelemahan pasar, pergerakan masing-masing merek justru menunjukkan dinamika yang kontras.

Samsung memimpin dengan pangsa pasar 17%, turun sekitar 1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara volume, pengapalan Samsung tercatat turun 3% YoY. TCL berada tepat di belakangnya dengan pangsa 16%, naik 3% YoY, didorong lonjakan pengapalan hingga 20% secara tahunan.

Posisi berikutnya ditempati Hisense dengan 10% pangsa pasar, turun 2% YoY. LG menyusul dengan 9%, naik tipis 1%, sementara Walmart menutup lima besar dengan 5% pangsa, tumbuh 2% YoY, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Jumat (30/1/2026).

Counterpoint mencatat pertumbuhan TCL terutama datang dari pasar berkembang seperti Eropa Timur, Timur Tengah, dan Afrika. TV TCL dengan harga agresif dan teknologi seperti MiniLED mendapat respons kuat di wilayah tersebut, membuat merek asal China itu semakin kompetitif terhadap Samsung dan LG.

Faktor lain yang berpotensi mengerek posisi TCL adalah kesepakatan joint venture dengan Sony. Awal bulan ini, Sony menandatangani nota kesepahaman untuk menyerahkan kendali bisnis home entertainment-nya kepada TCL. Dalam skema tersebut, TCL memegang 51% saham dan Sony 49%. Perusahaan patungan ini ditargetkan mulai beroperasi pada April 2027. Meski TV tetap dijual dengan merek Sony dan Bravia, Counterpoint menghitung pengapalan berdasarkan pemilik merek, yakni TCL.

Di sisi lain, penurunan Hisense terutama disebabkan melemahnya pasar domestik China, dengan pengapalan di negara tersebut anjlok 24% YoY. LG relatif terbantu oleh pertumbuhan di Amerika Utara dan Amerika Latin, masing-masing naik 8% dan 29%.

Walmart juga mencatat momentum setelah mengakuisisi Vizio senilai USD 2,3 miliar, atau sekitar Rp 36-37 triliun (kurs kisaran Rp 16.000 per dolar AS). Akuisisi yang rampung Desember 2024 itu memperkuat posisi Walmart sebagai pesaing utama Samsung di pasar Amerika Utara.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Serang Diego Garcia, Rudal Iran Mungkin Lebih Seram dari Perkiraan

22 March 2026 - 10:47 WIB

Ini Rudal Majid Iran yang Rontokkan Jet Siluman Amerika

22 March 2026 - 10:38 WIB

Google Ungkap Cara Sideloading Baru di Android, Harus Tunggu 24 Jam

22 March 2026 - 10:34 WIB

Cara Praktis Bikin Kartu Lebaran AI-Style di Galaxy S26 Series

20 March 2026 - 21:44 WIB

1 Syawal Tak Seragam, Netizen Sepakat Tak Debatkan Penetapan Idul Fitri

20 March 2026 - 21:39 WIB

Trending on Kabar Lifestyle