Menu

Dark Mode
Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

Kabar Lifestyle

Direktur Nvidia Mendadak Resign, Bawa Saham Rp 436 Miliar

badge-check


					Foto: dok. idesignarch Perbesar

Foto: dok. idesignarch

Jakarta – Direktur Nvidia, Persis Drell, yang juga profesor teknik di Stanford, mengundurkan diri setelah lebih dari satu dekade menjabat di dewan direksi produsen chip raksasa tersebut. Hal ini disampaikan perusahaan dalam dokumen yang diajukan ke SEC (Securities and Exchange Commission).

Nvidia menyatakan bahwa Drell yang berusia 70 tahun mundur untuk mengejar peluang profesional baru dan bukan karena adanya ketidaksepakatan dengan perusahaan ataupun masalah apa pun yang terkait dengan operasional maupun kebijakannya.

Drell, yang duduk di komite kompensasi, adalah anggota dewan direksi Nvidia pertama yang hengkang sejak pengunduran diri astronaut Ellen Ochoa pada bulan Juni lalu dari Dewan Direksi. Dewan direksi kini memiliki 10 anggota, termasuk CEO Jensen Huang.

Seperti dikutip detikINET dari CNBC, menurut laporan kepemilikan terbaru, Drell memiliki hampir 143.000 saham Nvidia, yang bernilai sekitar USD 26 juta atau sekitar Rp 436 miliar.

Laporan tahunan perusahaan menyebutkan bahwa ia menerima bayaran sekitar USD 344.000 atas kinerjanya di Nvidia tahun lalu, termasuk hampir USD 259.000 dalam bentuk penghargaan saham atau stock awards.

Harga saham Nvidia telah melonjak lebih dari 22.000% sejak akhir 2015, menjadikannya perusahaan paling bernilai di dunia berkat booming kecerdasan buatan (AI). Drell menjual sekitar 40.000 saham tahun lalu.

Drell diketahui menjadi profesor di Stanford sejak 2002, menjabat sebagai dekan fakultas teknik dari 2014 hingga 2017, dan sebagai Rektor Stanford dari 2017 hingga 2023. Ia juga pernah menjabat sebagai direktur akselerator partikel Stanford, yang disebut SLAC, dari tahun 2007 hingga 2012.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen

6 May 2026 - 22:21 WIB

Ngeri! Buaya Raksasa Masuk Dapur Hotel Mewah, Heboh di Medsos

2 May 2026 - 14:08 WIB

Samsung QLED Q5F 43 Inci Rilis di RI, TV Rp 4 Jutaan 7 Tahun Update

2 May 2026 - 13:50 WIB

50+ Ucapan Selamat Hari Kartini 2026 untuk WhatsApp Status & IG Story

21 April 2026 - 11:22 WIB

Johny Srouji Jadi Bos Hardware Apple, Peran Makin Besar

21 April 2026 - 11:19 WIB

Trending on Kabar Lifestyle