Menu

Dark Mode
Wabah Purba Habisi Pemburu-Pengumpul Siberia 5.500 Tahun Lalu AI Mulai Gantikan Kolom Pencarian Saat Belanja Online Peringkat Kecepatan Internet Indonesia di Dunia Terbaru Anjlok Meteorit dari Mars Dibelah, Ada Temuan Mengejutkan Sepekan IPO, Harga Saham SpaceX Kini Terus Merosot Tim Sepakbola Kota Bogor Tampil Gemilang di Popwilda 2026

Kabar Lifestyle

Direktur Nvidia Mendadak Resign, Bawa Saham Rp 436 Miliar

badge-check


					Foto: dok. idesignarch Perbesar

Foto: dok. idesignarch

Jakarta – Direktur Nvidia, Persis Drell, yang juga profesor teknik di Stanford, mengundurkan diri setelah lebih dari satu dekade menjabat di dewan direksi produsen chip raksasa tersebut. Hal ini disampaikan perusahaan dalam dokumen yang diajukan ke SEC (Securities and Exchange Commission).

Nvidia menyatakan bahwa Drell yang berusia 70 tahun mundur untuk mengejar peluang profesional baru dan bukan karena adanya ketidaksepakatan dengan perusahaan ataupun masalah apa pun yang terkait dengan operasional maupun kebijakannya.

Drell, yang duduk di komite kompensasi, adalah anggota dewan direksi Nvidia pertama yang hengkang sejak pengunduran diri astronaut Ellen Ochoa pada bulan Juni lalu dari Dewan Direksi. Dewan direksi kini memiliki 10 anggota, termasuk CEO Jensen Huang.

Seperti dikutip detikINET dari CNBC, menurut laporan kepemilikan terbaru, Drell memiliki hampir 143.000 saham Nvidia, yang bernilai sekitar USD 26 juta atau sekitar Rp 436 miliar.

Laporan tahunan perusahaan menyebutkan bahwa ia menerima bayaran sekitar USD 344.000 atas kinerjanya di Nvidia tahun lalu, termasuk hampir USD 259.000 dalam bentuk penghargaan saham atau stock awards.

Harga saham Nvidia telah melonjak lebih dari 22.000% sejak akhir 2015, menjadikannya perusahaan paling bernilai di dunia berkat booming kecerdasan buatan (AI). Drell menjual sekitar 40.000 saham tahun lalu.

Drell diketahui menjadi profesor di Stanford sejak 2002, menjabat sebagai dekan fakultas teknik dari 2014 hingga 2017, dan sebagai Rektor Stanford dari 2017 hingga 2023. Ia juga pernah menjabat sebagai direktur akselerator partikel Stanford, yang disebut SLAC, dari tahun 2007 hingga 2012.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Wabah Purba Habisi Pemburu-Pengumpul Siberia 5.500 Tahun Lalu

20 June 2026 - 13:16 WIB

AI Mulai Gantikan Kolom Pencarian Saat Belanja Online

20 June 2026 - 13:13 WIB

Peringkat Kecepatan Internet Indonesia di Dunia Terbaru Anjlok

20 June 2026 - 13:10 WIB

Meteorit dari Mars Dibelah, Ada Temuan Mengejutkan

20 June 2026 - 13:07 WIB

Sepekan IPO, Harga Saham SpaceX Kini Terus Merosot

20 June 2026 - 13:04 WIB

Trending on Kabar Lifestyle