Menu

Dark Mode
Pinjam Pakai Eks Kantor Imigrasi, Pemkot Bogor Teken Perjanjian Layanan Publik Makin Mudah, Imigrasi dan Dukcapil Buka Layanan di PWI Kota Bogor Mantan Bos Microsoft Minta Dikenalkan ke Tim Cook Lewat Jeffrey Epstein Kawin Campur Manusia dengan Spesies Lain, Anaknya Berumur Pendek Ramai Bill Gates dan Jeffrey Epstein Rencanakan Pandemi, Ini Faktanya Meta Dituduh Jadi Sarang Predator dan Eksploitasi Anak

Kabar Lifestyle

Ngeri! Ilmuwan Temukan Fosil Ular Laut Raksasa, Dulu Raja Samudra Purba

badge-check


					Foto: via The Brighter Side Perbesar

Foto: via The Brighter Side

Jakarta – Ilmuwan mengungkap keberadaan ular laut purba raksasa yang diperkirakan berukuran hingga sekitar 12 meter dan hidup sekitar 56 juta tahun lalu. Spesies ini diperkirakan menjadi salah satu predator puncak laut pada zamannya sebelum paus dan hiu besar mendominasi ekosistem laut.

Penemuan serta penelitian terhadap spesies yang dinamai Palaeophis colossaeus ini memberikan gambaran baru mengenai kehidupan laut di era Eosen. Dikutip dari Indian Defence Review, fosil vertebra dari ular laut ini ditemukan di bekas wilayah Laut Tethys yang kini bagian dari Gurun Sahara, Afrika Utara.

Ukuran tulang belakangnya jauh lebih besar dari ular yang masih hidup saat ini, menunjuk pada tubuh yang sangat panjang dan berotot, yang memungkinkan hewan ini mengejar serta memangsa berbagai macam mangsa di perairan tropis purba.

Palaeophis colossaeus hidup pada periode ketika iklim Bumi jauh lebih hangat dibanding sekarang, dan lautan dangkal tropis menyediakan sumber makanan melimpah seperti ikan purba dan makhluk laut lainnya. Fosil-fosil raksasa ini memungkinkan peneliti memahami lebih dalam bagaimana struktur tubuh reptil laut purba bekerja serta peran mereka sebagai predator puncak.

“Palaeophis colossaeus adalah ular yang sangat besar dengan vertebra yang lebih besar dari spesies ular hidup manapun yang diketahui,” ujar penulis artikel dan pelapor temuan ini, Rania Hadid.

Analisis terhadap struktur tulang belakang juga menunjukkan bahwa tubuhnya lebih fleksibel dan kuat dibanding banyak reptil laut lainnya pada masa itu. Para ilmuwan menduga kemampuan ini memungkinkan ular laut raksasa tersebut menangkap ikan besar bahkan hiu kecil yang hidup bersamanya di laut tropis purba. Ukuran rahangnya yang besar dan kemampuan membuka mulut lebar juga diperkirakan memudahkan Palaeophis menangkap mangsa berukuran besar.

Temuan ini tidak hanya memperluas pemahaman tentang keanekaragaman reptil laut purba, tetapi juga membantu merekonstruksi ekosistem laut di masa lalu serta pergeseran peran predator puncak dari reptil ke mamalia laut seiring evolusi jutaan tahun kemudian.

Penelitian lebih jauh terhadap fosil dan lingkungan purba tempat ular laut ini hidup diharapkan bisa memberi petunjuk tambahan tentang interaksi antara predator laut purba dan perubahan iklim global pada awal era Eosen, serta bagaimana ekosistem laut berevolusi sejak saat itu.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mantan Bos Microsoft Minta Dikenalkan ke Tim Cook Lewat Jeffrey Epstein

4 February 2026 - 13:19 WIB

Kawin Campur Manusia dengan Spesies Lain, Anaknya Berumur Pendek

4 February 2026 - 13:16 WIB

Ramai Bill Gates dan Jeffrey Epstein Rencanakan Pandemi, Ini Faktanya

4 February 2026 - 13:14 WIB

Meta Dituduh Jadi Sarang Predator dan Eksploitasi Anak

4 February 2026 - 13:11 WIB

Laba-laba Madagascar Bikin Takjub, Buat Jaring Super Kuat hingga 25 Meter

3 February 2026 - 11:47 WIB

Trending on Kabar Lifestyle