Menu

Dark Mode
Hasil M7 Mobile Legends: Onic Mati-matian Lawan Boostgate di Swiss Stage Langkah Senyap Strava Menuju IPO, Akan Melantai di Bursa Musim Semi 2026 Video Detik-detik Penemuan Spesies Baru Anaconda Raksasa Amazon Strava Resmi Ajukan IPO Jadwal Swiss Stage M7 Mobile Legends Day 1: Onic dan Alter Ego Main Intel Pede iGPU Arc B390 Geser Dominasi AMD di Handheld Gaming PC

Kabar Lifestyle

Strava Resmi Ajukan IPO

badge-check


					Cara bikin akun Strava. (Foto: therunningclub.it) Perbesar

Cara bikin akun Strava. (Foto: therunningclub.it)

KOMPAS.com – Aplikasi pencatat aktivitas olahraga populer Strava dilaporkan telah mengajukan dokumen penawaran umum perdana saham (IPO) di Amerika Serikat. 

Informasi ini pertama kali dilaporkan outlet media The Information, yang mengutip sumber-sumber internal yang mengetahui proses tersebut. 

Dalam laporannya, Strava disebut telah menggandeng bank investasi besar Goldman Sachs sebagai penjamin emisi utama untuk proses melantai di bursa saham.

Menurut sumber yang dikutip The Information, jika tidak ada aral melintang, IPO Strava berpotensi digelar pada musim semi tahun ini. 

Mungkin antara bulan Maret, April, atau Mei. Manajemen Strava kabarnya juga telah melakukan sejumlah pertemuan dengan calon investor dalam beberapa waktu terakhir.

Meski begitu, rincian resmi terkait valuasi, jumlah dana yang ingin dihimpun, maupun jadwal pasti pencatatan saham belum diungkap ke publik. 

Kabar Strava daftar IPO ini bukan sepenuhya kejutan. Pasalnya sebelumnya, pada Oktober 2025, CEO Strava Michael Martin lebih dulu mengungkap bahwa Strava berniat IPO kepada outlet media Financial Times. Meski ketika itu, ia tak merinci lebih lanjut soal jadwal pasti IPO Strava. 

Martin hanya menyebut Strava berencana untuk go public “pada waktu yang tepat”. Ia menegaskan, langkah ini akan memberi Strava akses modal tambahan untuk memperluas bisnis dan melakukan lebih banyak akuisisi strategis. 

Soal bisnis, Strava saat ini dilaporkan mencatat pertumbuhan pendapatan lebih dari 50 persen sepanjang tahun lalu. Kendati demikian, total pendapatan perusahaan masih tergolong relatif kecil, yakni di bawah 500 juta dollar AS (sekitar Rp 8,4 triliun) per tahun. 

Laporan terpisah dari The Wall Street Journal menyebutkan bahwa Strava terakhir kali memiliki valuasi sekitar 2,2 miliar dollar AS (kira-kira Rp 36,9 triliun) pada Mei 2025, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Fortune. 

Sejumlah investor besar tercatat berada di belakang aplikasi pencatat aktivitas olahraga yang berbasis di San Francisco ini, termasuk Sequoia Capital, TCV, Jackson Square Ventures, Dragoneer Investment Group, dan Sigma Partners.

Diuntungkan tren lari di kalangan Gen Z

Rencana IPO Strava muncul di tengah melonjaknya minat generasi muda terhadap gaya hidup sehat.

Dalam laporan Year in Sport milik Strava, partisipasi klub lari global meningkat 59 persen sepanjang 2024.

Bahkan, satu dari lima responden Gen Z (generasi kelahiran 1997-2012) mengaku pernah berkencan dengan orang yang mereka temui lewat komunitas lari. 

Fenomena ini membuat Strava kerap disebut sebagai “media sosial alternatif” bagi generasi muda yang mulai jenuh dengan aplikasi kencan konvensional. 

Didirikan pada 2009, Strava sendiri awalnya dikenal sebagai aplikasi pelacak aktivitas olahraga, seperti lari, bersepeda, dan hiking. 

Namun seiring waktu, Strava berkembang menjadi jejaring sosial berbasis kebugaran, di mana pengguna bisa saling memberi semangat lewat fitur “kudos” (acungan jempol) dan membandingkan kecepatan, jarak, atau catatan waktu dengan teman-temannya.

Formula tersebut terbukti berhasil dan disukai pengguna. Strava kini tak hanya jadi alat pencatat olahraga, tapi juga ruang interaksi digital bagi komunitas pelari dan pesepeda.

Pada 2025, Strava mengumumkan aplikasinya sudah digunakan oleh 150 juta pengguna aktif (naik dari 120 juta di 2023). Jumlah unduhan aplikasi Strava secara year-on-year juga melonjak 80 persen, menurut Sensor Tower. 

Menurut Sensor Tower, konsumen menghabiskan lebih dari 180 juta dollar AS (sekitar Rp 2,9 triliun) untuk berlangganan paket premium Strava sepanjang 2025.

Namun, pihak Strava menyebut angka itu masih jauh di bawah pendapatan sesungguhnya, karena aplikasi juga meraup pemasukan tambahan dari tantangan berbayar (sponsored challenges) dan kerja sama merek (brand partnerships). 

Untuk memperluas ekosistemnya, Strava juga mengakuisisi dua startup pelatihan olahraga tahun ini. Ada Runna, aplikasi pelatih lari asal Inggris, dan The Breakaway, platform pelatihan bersepeda.

Keduanya diintegrasikan dengan fitur sosial Strava agar pengguna bisa mengikuti program latihan yang lebih personal. 

Akuisisi tampaknya adalah bagian dari strategi Strava untuk menjadi “super app” kebugaran, tempat di mana pengguna tidak hanya berolahraga, tetapi juga membangun komunitas dan pengalaman sosial.

Sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hasil M7 Mobile Legends: Onic Mati-matian Lawan Boostgate di Swiss Stage

10 January 2026 - 23:12 WIB

Langkah Senyap Strava Menuju IPO, Akan Melantai di Bursa Musim Semi 2026

10 January 2026 - 23:09 WIB

Video Detik-detik Penemuan Spesies Baru Anaconda Raksasa Amazon

10 January 2026 - 22:13 WIB

Jadwal Swiss Stage M7 Mobile Legends Day 1: Onic dan Alter Ego Main

9 January 2026 - 19:06 WIB

Intel Pede iGPU Arc B390 Geser Dominasi AMD di Handheld Gaming PC

9 January 2026 - 19:01 WIB

Trending on Kabar Lifestyle