Menu

Dark Mode
CAS Bagikan Ratusan Paket Makan Gratis Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan Masker  Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan Kopi Darat Bersama KGMP, BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Perkuat Sinergi dan Perlindungan bagi Mitra Gojek Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Kebayoran Baru, Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Seluruh Perangkat Masjid Gara-gara Debu Krakatau, Pelajar di Bogor Belajar Daring

Kabar Lifestyle

Uniknya Kepingan Salju, Ada Fakta Ilmiah di Baliknya

badge-check


					Salju Foto: Brianna Marble/Unsplash Perbesar

Salju Foto: Brianna Marble/Unsplash

Snow flakes atau kepingan salju menjadi salah satu simbol paling ikonik saat Natal. Di balik tampilannya yang magis di suasana Natal, kepingan salju sejatinya adalah hasil kerja presisi hukum fisika dan kimia alam.

Jika dilihat menggunakan mikroskop, kepingan salju memiliki bentuk rumit sekaligus indah, simetris, dan konon tak pernah sama satu dengan yang lain. Keindahan yang terlihat sederhana itu merupakan akumulasi miliaran ‘keputusan’ kecil yang diambil alam selama kristal es jatuh dari langit.

Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), kepingan salju terbentuk bukan dari air hujan yang membeku, melainkan langsung dari uap air di atmosfer.

“Kepingan salju terbentuk ketika uap air membeku langsung menjadi es tanpa terlebih dahulu menjadi air cair,” tulis NOAA seperti dikutip dari situsnya.

Kristal es ini mulai terbentuk di awan ketika suhu berada di bawah titik beku. Saat jatuh menuju permukaan Bumi, kristal tersebut terus tumbuh dengan menangkap uap air di sekitarnya.

Enam Sisi Tapi Tak Pernah Sama

Secara struktur, semua kepingan salju memiliki dasar yang sama, bentuk heksagonal atau bersisi enam. Hal ini terjadi karena cara molekul air (H₂O) tersusun saat membeku.

Scientific American menjelaskan bahwa struktur molekul air secara alami menghasilkan sudut 60 derajat saat membentuk kristal es.

“Simetri enam sisi pada kepingan salju berasal dari cara molekul air berikatan saat membeku,” tulis Scientific American.

Namun, bentuk akhir kepingan salju sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang dilaluinya, seperti suhu, kelembapan, dan tekanan udara. Perubahan kecil saja dapat mempengaruhi pola pertumbuhan kristal.

“Bentuk akhir kepingan salju mencerminkan perubahan kondisi yang dialaminya saat jatuh melalui atmosfer,” Scientific American menjelaskan.

Karena setiap kepingan salju menempuh jalur berbeda di awan, hampir mustahil dua kepingan mengalami kondisi yang benar-benar identik. Inilah alasan ilmiah mengapa tidak ada dua kepingan salju yang persis sama, dan pasti berbeda satu sama lain.

Sumber: Detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Netizen Soroti Jalanan Jakarta Sepi Hari Ini

27 August 2026 - 13:23 WIB

Banjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek ChinaBanjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek China

27 August 2026 - 13:19 WIB

Demo 27 Agustus Ramai di Jagat Maya, Netizen Soroti Beragam Hal

27 August 2026 - 13:15 WIB

Mengenal Fitur Telepon AI Hasil Kerja Sama Indosat dan Huawei

27 August 2026 - 13:11 WIB

Demo 27 Agustus, Komdigi Ingatkan Warga Tidak Sebar Kebencian di Medsos

27 August 2026 - 13:07 WIB

Trending on Kabar Lifestyle