Alibaba ikut terjun ke pasar kacamata pintar atau smart glasses.
Raksasa teknologi yang didirikan oleh miliarder Jack Ma ini meluncurkan Quark AI Glasses, kacamata AI pertama perusahaan yang dikembangkan sendiri sepenuhnya.

Ada dua model Quark AI Glasses yang dirilis di China, yaitu Quark S1 sebagai model premium dan Quark G1 sebagai opsi lebih terjangkau. Keduanya menjadi pesaing baru Meta Ray-Ban di pasar kacamata pintar.
Seperti Meta Ray-Ban, perangkat bikinan perusahaan raksasa yang didirikan oleh Jack Ma ini bukan sekadar kacamata biasa.
Kacamata AI Quark S1 dan Quark G1 dirancang sebagai pendamping AI harian, terhubung langsung ke Qwen App, aplikasi baru berbasis model bahasa besar (LLM) milik Alibaba.
Pengguna bisa berinteraksi lewat suara atau sentuhan, mulai dari menerjemahkan percakapan secara real-time, mencatat rapat otomatis, mengenali objek. Ada dukungan kamera juga untuk digunakan memotret dan merekam video dari sudut pandang pengguna (POV).
Spesifikasi Alibaba Quark AI Glasses
Menurut Alibaba, perbedaan utama antara model Quark S1 dan G1 ada di lensanya saja.
Sebagai varian flagship, lensa kaca Quark S1 memakai mikro-OLED yang lebih mahal dan terang, dengan kualitas gambar sampai 3K dan perekaman video 4K yang ditingkatkan AI, serta dirancang tetap jelas meski dipakai di kondisi low-light.
Sementara itu, Quark G1 tampil lebih ringan dan simpel, menargetkan penggunaan harian tanpa fitur unggulan S1.
Urusan hardware, Quark AI Glasses sama-sama memakai dua chipset, yakni Snapdragon AR1 untuk komputasi AR dan BES2800 untuk audio.
Alibaba juga membenamkan lima mikrofon termasuk bone-conduction mic supaya perintah suara tetap terdengar meski lingkungan bising. Speaker 10 mm di perangkat ini juga sudah mendukung audio stereo dan spatial cues.
Untuk kamera, Alibaba memasang sensor Sony IMX681 dengan bidang pandang 109 derajat. Foto yang dihasilkan beresolusi 4.032 x 3.024 piksel, sedangkan video rekaman mencapai 3K 30fps dengan EIS. Ada pula mode malam dan fitur “instant capture” yang bisa memotret dalam hitungan detik.
Bagian baterai jadi fitur menarik lain. Masing-masing sisi frame menampung baterai 280 mAh yang bisa dicabut dan diganti.
Jadi, perangkat bisa dipakai terus tanpa harus menunggu pengisian daya. Ada tiga cara pengisian, yakni MiniBag dock 700 mAh, casing 2.500 mAh, dan klip USB-C yang bisa mengisi 50 persen hanya dalam 10 menit.
Dalam penggunaan normal, Alibab mengeklaim, kacamatan Quark AI Glasses bisa digunakan untuk menelepon selama 45 menit menelepon, memutar musik selama 2,5 jam, buka navigasi selama 20 menit, hingga merekam 15 video pendek.
Total waktu pemakaian aktif perangkat ini bisa mencapai 7 jam, dengan waktu standby hingga 25 jam.
Karena dibangun untuk ekosistem Alibaba, kacamata ini sudah dibekali aplikasi populer bikinan Alibaba, seperti Alipay dan Taobao. Ada juga dukungan layanan musik beken seperti QQ Music. Semua fitur tersebut dikendalikan melalui Qwen Assistant.
Quark AI Glasses juga mendukung lensa minus (0 sampai 800 derajat) dan hadir dengan frame 51 gram, serta ketahanan air IPX4.
Duo Quark AI Glasses bikinan Alibaba ini sudah dijual di platform e-commerce China dengan harga sebagai berikut, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari GizmoChina:
- Quark S1 mulai 3.799 yuan (sekitar Rp 8,9 juta)
- Quark G1 mulai 1.899 yuan (sekitar Rp 4,4 juta)
Belum ada informasi soal ketersediaan kacamata AI Alibaba Quark AI Glasses ini secara global.
Yang jelas, tren kacamata pintar berbasis AI makin ramai. Selain Alibaba, beberapa produsen besar ikut memperkenalkan perangkat serupa dengan pendekatan masing-masing.
Lenovo baru saja merilis AI Glasses V1, kacamata pintar dengan layar super terang 2.000 nit, fitur terjemahan langsung, hingga mode teleprompter untuk membantu pengguna membaca teks saat presentasi atau membuat konten.
Sementara itu, Meizu ikut meramaikan pasar lewat StarV Snap AI Glasses yang dibekali chipset Qualcomm Snapdragon AR1, kamera 12 megapiksel, serta asisten AI bawaan.
Sumber: kompas.com














