Menu ✖

Dark Mode
Tim Judo Kota Bogor Tambah Satu Emas di Porprov XV Jabar 2026 ‎Gilbert Eliezer Sumbang Emas untuk Kabupaten Bogor dari Cabor Renang Pemkot Bogor Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometerologi Basah Soft Tenis Kabupaten Bogor Bidik Dua Emas Nomor Tunggal Putra dan Putri ‎ DPRD Desak Diskominfo Bergerak Cepat, Perangi Judi Online dari Akarnya Libas KBB, Basket Kota Bogor Berebut Tiket Semifinal Lawan Kabupaten Bandung

Kabar Bogor

Percepat Penanggulangan TBC, Pemkot Susun RAD 2025–2029

badge-check


					Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin. (foto: ist) Perbesar

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin. (foto: ist)

Kota Bogor-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat, dari Januari hingga Oktober 2025 terdapat sekitar 1.683 anak di Kota Bogor yang terdiagnosis Tuberkulosis (TBC).

Selain itu, terdapat 280 kematian akibat TBC dan 139 kasus Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO) yang jauh lebih sulit dan lebih mahal untuk ditangani. Kondisi ini diperburuk oleh angka keberhasilan pengobatan yang baru mencapai 83 persen, masih berada di bawah target 90 persen.

“Dengan adanya tim percepatan penurunan tuberkulosis di Kota Bogor, ini sebagai langkah, ikhtiar, serta komitmen Pemkot Bogor untuk menuntaskan penyakit TBC dengan berbagai aksi daerah yang sudah berjalan,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin saat membuka kegiatan Pembahasan Rencana Aksi Daerah (RAD) Tuberkulosis dan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kota Bogor di Balai Kota, Selasa (18/11/2025).

Ia melanjutkan, aparat wilayah melalui puskesmas sudah berkomitmen untuk menerima dan melakukan identifikasi kepada seluruh warga masyarakat.

Maka dari itu, TP2TB tidak hanya berada di tingkat Kota Bogor, tetapi juga di-breakdown hingga tingkat paling bawah, mulai dari kelurahan, RT, RW, dan tokoh masyarakat untuk berpartisipasi memberikan informasi terkait dugaan kasus atau warga yang berpotensi terkena TBC.

“Karena kalau dibiarkan, akan semakin parah dan biaya pengobatan pun akan semakin sulit dan mahal. Yang paling parah, penyakit ini dapat menular ke warga lainnya. Maka pencegahan saya rasa mutlak harus dikedepankan,” ungkapnya.

Selain itu, masih kata Jenal Mutaqin, perlu juga ada pendampingan psikologis untuk para penderita. Banyak kasus ditemukan, penderita TBC mengalami gangguan psikis akibat penyakitnya.

“Nanti Dinkes bisa bekerja sama dengan psikolog untuk memberikan edukasi dan semangat kembali kepada orang yang terkena TBC. Insyaallah ikhtiarnya lancar,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menjelaskan bahwa tuberkulosis masih menjadi salah satu tantangan besar dalam kesehatan masyarakat, sehingga memerlukan penanganan serius, terpadu, dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkomitmen penuh untuk mendukung target nasional eliminasi TBC tahun 2030 sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis,” jelas Retno.

Sebagai wujud komitmen tersebut, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan telah menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Percepatan Eliminasi TBC Kota Bogor Tahun 2025–2029.

Dokumen ini menjadi acuan bersama bagi seluruh perangkat daerah, fasilitas kesehatan, dan mitra pembangunan dalam melaksanakan berbagai program dan kegiatan percepatan eliminasi TBC di Kota Bogor.

“Proses penyusunan RAD dilakukan secara partisipatif melalui berbagai pertemuan yang melibatkan lintas program di Dinas Kesehatan, lintas sektor di lingkungan Pemerintah Kota Bogor, organisasi masyarakat, akademisi, serta mitra pembangunan,” jelasnya.

Dokumen ini juga telah melalui tahap harmonisasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Jawa Barat untuk memastikan kesesuaian substansi dan tata naskah hukum dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

TP2TB dibentuk sesuai Keputusan Wali Kota Bogor (Kepwal) sebagai langkah penguatan koordinasi lintas sektor. Setiap bagian dari TP2TB Kota Bogor memiliki peran penting dalam mengoordinasikan dan mempercepat upaya penanggulangan TBC di wilayah masing-masing.

Melalui rembug ini, diharapkan setiap peserta dapat memahami peran dan tanggung jawabnya serta menyusun langkah-langkah konkret dalam percepatan penuntasan TBC di Kota Bogor.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pemantauan di tingkat wilayah, saat ini camat dan lurah di Kota Bogor telah memiliki akses terhadap Sistem Informasi SIGEULIS, yang menampilkan jumlah dan sebaran kasus TBC di masing-masing wilayah.

“Sehingga dengan adanya sistem ini, diharapkan proses pemantauan, tindak lanjut, dan pengambilan keputusan di tingkat kelurahan dan kecamatan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” tutup Retno. rls

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemkot Bogor Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometerologi Basah

6 November 2026 - 15:33 WIB

Kemenko Kumham Imipas Apresiasi Capaian Reformasi Hukum di Kota Bogor

5 November 2026 - 14:41 WIB

43 Pejabat Dikukuhkan, Denny Mulyadi Minta Pelayanan RSUD Terus Ditingkatkan

4 November 2026 - 14:51 WIB

Ketua Kontingen Kota Bogor Beri Dukungan kepada Atlet Pencak Silat

4 November 2026 - 14:48 WIB

Dedie Rachim: Kendaraan Listrik Jadi Peluang Besar Dukung Kota Ramah Lingkungan

3 November 2026 - 18:43 WIB

Trending on Kabar Bogor