Menu ✖

Dark Mode
Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya? Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

Kabar Bogor

Rapat Paripurna, DPRD dan Pemkab Bogor Bahas Nota Keuangan dan Rancangan Perda Perubahan APBD 2025

badge-check


					Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar rapat paripurna. (foto; ist) Perbesar

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar rapat paripurna. (foto; ist)

Kab. Bogor- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar rapat paripurna terkait penyampaian nota keuangan dan rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025. Selain itu, dalam rapat juga dibahas persetujuan DPRD terhadap Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2024.

Dalam rapat tersebut, disampaikan bahwa Pemkab Bogor masih menghadapi defisit anggaran yang cukup signifikan, yakni mencapai sekitar Rp529 miliar.

“Tentu kami sudah membahas di Badan Anggaran. Sampai hari ini defisit masih ada. Mudah-mudahan dengan pembahasan APBD minggu depan, permasalahan ini bisa terselesaikan,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra.

Ia menegaskan bahwa DPRD saat ini sedang mencari solusi bersama eksekutif untuk menutup kekurangan anggaran tersebut. Salah satu upaya yang diprioritaskan adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ketimbang melakukan pemangkasan kegiatan yang sudah direncanakan.

“Fokus pertama kami adalah menambah PAD. Nanti kita akan melihat skala prioritas usulan dari pemerintah daerah yang memang perlu segera disetujui bersama,” imbuhnya.

Meski menghadapi tekanan fiskal, Sastra memastikan bahwa sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur tidak akan menjadi sasaran pemangkasan anggaran.

“Pendidikan menjadi sektor utama, kemudian kesehatan dan infrastruktur. Tentu nanti akan kami rinci dan bahas bersama. Semua uang rakyat harus benar-benar bermanfaat untuk rakyat,” pungkasnya.

Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu langkah awal dalam pembahasan perubahan APBD tahun 2025 yang direncanakan akan dilanjutkan dalam pembahasan lebih lanjut oleh Badan Anggaran DPRD dalam waktu dekat. rls

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

43 Pejabat Dikukuhkan, Denny Mulyadi Minta Pelayanan RSUD Terus Ditingkatkan

4 November 2026 - 14:51 WIB

Ketua Kontingen Kota Bogor Beri Dukungan kepada Atlet Pencak Silat

4 November 2026 - 14:48 WIB

Dedie Rachim: Kendaraan Listrik Jadi Peluang Besar Dukung Kota Ramah Lingkungan

3 November 2026 - 18:43 WIB

DIY Punya 14 Titik Potensi Bencana, DPRD DIY Minta Sistem Peringatan Dini Diperkuat

3 November 2026 - 17:46 WIB

Resmi Buka LT III Kota Bogor 2026, Kak Denny Mulyadi Tegaskan Pentingnya Sportivitas dan Karakter Penggalang

3 November 2026 - 13:05 WIB

Trending on Kabar Bogor