Menu

Dark Mode
Serang Diego Garcia, Rudal Iran Mungkin Lebih Seram dari Perkiraan Ini Rudal Majid Iran yang Rontokkan Jet Siluman Amerika Google Ungkap Cara Sideloading Baru di Android, Harus Tunggu 24 Jam Cara Praktis Bikin Kartu Lebaran AI-Style di Galaxy S26 Series 1 Syawal Tak Seragam, Netizen Sepakat Tak Debatkan Penetapan Idul Fitri Tiba-tiba Ngetweet, Cristiano Ronaldo: Eid Mubarak Semuanya!

Kabar Lifestyle

GPU AI Nvidia H100 Bakal Mengangkasa Diangkut Roket Falcon 9

badge-check


					Nvidia H100. Foto: Nvidia Perbesar

Nvidia H100. Foto: Nvidia

Chip AI terkuat di dunia, Nvidia H100, sebentar lagi akan benar-benar meluncur ke luar angkasa. Bersama startup asal Redmond, Washington, bernama Starcloud, Nvidia siap menguji kekuatan GPU-nya di orbit melalui proyek satelit Starcloud-1 yang dijadwalkan terbang bulan depan menggunakan roket SpaceX Falcon 9.

Satelit seukuran kulkas kecil dengan bobot sekitar 59 kilogram itu diklaim akan menghadirkan kemampuan komputasi GPU 100 kali lebih kuat dari operasi luar angkasa mana pun sebelumnya. Ini bukan sekadar uji coba, tapi langkah awal menuju era di mana komputasi AI tak lagi terbatas di pusat data di Bumi, melainkan juga di orbit.

Menurut Nvidia, Starcloud-1 dirancang untuk menunjukkan bagaimana GPU H100 dan akselerator AI dapat beroperasi di kondisi ekstrem ruang angkasa. Tanpa atmosfer, satelit akan mendapat pasokan energi matahari yang konstan dan jauh lebih efisien. Tak ada awan, malam, atau suhu panas yang menurunkan performa panel surya — artinya, daya untuk menjalankan AI bisa tersedia 24 jam penuh.

Lebih menarik lagi, sistem pendingin di orbit justru memanfaatkan ruang hampa itu sendiri. Starcloud menggunakan radiator inframerah yang membuang panas langsung ke luar angkasa, tanpa memerlukan air atau udara sebagai media pendingin. Dalam praktiknya, sistem ini bisa menghemat sumber daya Bumi sambil menjaga performa komputasi tetap stabil.

“Dalam 10 tahun, hampir semua pusat data baru akan dibangun di luar angkasa,” ujar Philip Johnston, CEO dan salah satu pendiri Starcloud. Ia mengklaim biaya pembangunan dan pengoperasian satelitnya bisa 10 kali lebih murah dibanding pusat data di darat, bahkan setelah memperhitungkan ongkos peluncuran roket.

Langkah Starcloud ini menjadi babak baru dalam ekspansi Nvidia di dunia AI. Setelah mendominasi pusat data dan superkomputer di Bumi, kini Nvidia membawa kekuatannya melintasi atmosfer. Jika proyek ini sukses, Starcloud-1 bisa menjadi prototipe pertama dari generasi baru pusat data orbit, yang memproses data AI dengan efisiensi energi sangat tinggi.

Dengan ambisi besar ini, Nvidia dan Starcloud tak hanya mengubah cara dunia menjalankan komputasi AI, tapi juga menandai dimulainya era komputasi antariksa yang sebelumnya hanya ada di film fiksi ilmiah, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Jumat (24/10/2025).

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Serang Diego Garcia, Rudal Iran Mungkin Lebih Seram dari Perkiraan

22 March 2026 - 10:47 WIB

Ini Rudal Majid Iran yang Rontokkan Jet Siluman Amerika

22 March 2026 - 10:38 WIB

Google Ungkap Cara Sideloading Baru di Android, Harus Tunggu 24 Jam

22 March 2026 - 10:34 WIB

Cara Praktis Bikin Kartu Lebaran AI-Style di Galaxy S26 Series

20 March 2026 - 21:44 WIB

1 Syawal Tak Seragam, Netizen Sepakat Tak Debatkan Penetapan Idul Fitri

20 March 2026 - 21:39 WIB

Trending on Kabar Lifestyle