Menu

Dark Mode
Cara Praktis Bikin Kartu Lebaran AI-Style di Galaxy S26 Series 1 Syawal Tak Seragam, Netizen Sepakat Tak Debatkan Penetapan Idul Fitri Tiba-tiba Ngetweet, Cristiano Ronaldo: Eid Mubarak Semuanya! Pemkot Bogor Silaturahmi ke Alim Ulama di Pekan Terakhir Ramadan PLN UPT Cirebon dan YBM PLN Gelar Berbagi Berkah Ramadhan Tim PDKB PLN UPT Cirebon Tuntaskan Perbaikan Hot Spot di GI Kamojang

Headline

Kementerian UMKM Dorong Batik Jadi Kekuatan Ekonomi Global

badge-check


					Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian UMKM, Sudaryano Lamangkona. (foto Kemen UMKM) Perbesar

Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian UMKM, Sudaryano Lamangkona. (foto Kemen UMKM)

Jakarta – Menyambut Hari Batik Nasional 2025, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem UMKM batik. Batik tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya bangsa, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian UMKM, Sudaryano Lamangkona, menekankan bahwa peringatan Hari Batik Nasional menjadi pengingat pentingnya peran batik dalam budaya sekaligus perekonomian masyarakat.

“Sejak UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya tak benda pada 2 Oktober 2009, Hari Batik Nasional bukan hanya momentum menjaga tradisi, tetapi juga menghidupkan semangat agar warisan budaya ini sejalan dengan kemajuan ekonomi. Batik harus menjadi kekuatan bangsa Indonesia di kancah global,” ujar Sudaryano dalam acara Batik Outlook 2025 sekaligus launching Festival Batik 3 Kota, di Jakarta, Kamis (2/10).

Kementerian UMKM terus mendorong pertumbuhan ekosistem batik melalui program Juragan UMKM serta kerja sama dengan pemerintah daerah. Upaya ini diwujudkan lewat dukungan pemasaran, pameran, bazar, hingga pengembangan toko digital.

Selain itu, festival batik digelar di tiga kota — Pekalongan, Magelang, dan Malang — sebagai pusat inovasi desain, teknologi produksi, dan penguatan citra batik ramah lingkungan.

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid menegaskan bahwa 70 persen produksi batik nasional berasal dari Pekalongan, dengan 20 persen di antaranya telah menembus pasar internasional. “Sebagian besar denyut perekonomian Pekalongan ditopang industri batik,” ujarnya.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menambahkan, program Kemis Mbois yang mewajibkan ASN maupun non-ASN mengenakan batik khas Malang setiap Kamis berhasil meningkatkan permintaan produk lokal.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menekankan pentingnya daya saing. Melalui IKM Center, Magelang menyediakan fasilitas promosi, produksi, hingga uji mutu agar produk UMKM, termasuk batik, mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.

Acara turut dihadiri Direktur Utama LLP-KUKM Doddy Akmadsyah Matondang, Asisten Deputi Bidang Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Ari Anindya Hartika, serta Direktur Bisnis dan Pemasaran LLP-KUKM Rizki Firdaus. Achmad Sholeh/cr2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tim PDKB PLN UPT Cirebon Tuntaskan Perbaikan Hot Spot di GI Kamojang

17 March 2026 - 13:39 WIB

Hanif Faisol: Stasiun dan Terminal Harus Miliki Dokumen Persetujuan Lingkungan

15 March 2026 - 18:46 WIB

Mudik Tenang! BPJS Kesehatan Siagakan Layanan JKN Selama Libur Lebaran 2026

15 March 2026 - 15:16 WIB

Banu Bagaskara: Kebijakan THR PPPK Paruh Waktu Tidak Adil

14 March 2026 - 11:23 WIB

Danantara Tunjuk Investor Tiongkok untuk Proyek PSEL Bogor Raya

14 March 2026 - 10:15 WIB

Trending on Bogoh Ka Bogor