Menu

Dark Mode
Perkuat Aksi Iklim dan Konservasi Hayati, Indocement Tanam Pohon Lokal ​Kota Bogor Juara Umum POPWILDA 2026 China Klaim Ada ‘Ikan Mata-mata’ yang Pantau Perairannya China Perketat Ekspor Indium untuk Chip AI, Ini Fakta-faktanya Microsoft Akan Cabut Dukungan Office 2021, Catat Tanggalnya! Norwegia Larang Anak SD Pakai AI Agar Tak Lupa Baca Tulis

Headline

Kementerian UMKM Dorong Batik Jadi Kekuatan Ekonomi Global

badge-check


					Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian UMKM, Sudaryano Lamangkona. (foto Kemen UMKM) Perbesar

Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian UMKM, Sudaryano Lamangkona. (foto Kemen UMKM)

Jakarta – Menyambut Hari Batik Nasional 2025, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem UMKM batik. Batik tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya bangsa, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian UMKM, Sudaryano Lamangkona, menekankan bahwa peringatan Hari Batik Nasional menjadi pengingat pentingnya peran batik dalam budaya sekaligus perekonomian masyarakat.

“Sejak UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya tak benda pada 2 Oktober 2009, Hari Batik Nasional bukan hanya momentum menjaga tradisi, tetapi juga menghidupkan semangat agar warisan budaya ini sejalan dengan kemajuan ekonomi. Batik harus menjadi kekuatan bangsa Indonesia di kancah global,” ujar Sudaryano dalam acara Batik Outlook 2025 sekaligus launching Festival Batik 3 Kota, di Jakarta, Kamis (2/10).

Kementerian UMKM terus mendorong pertumbuhan ekosistem batik melalui program Juragan UMKM serta kerja sama dengan pemerintah daerah. Upaya ini diwujudkan lewat dukungan pemasaran, pameran, bazar, hingga pengembangan toko digital.

Selain itu, festival batik digelar di tiga kota — Pekalongan, Magelang, dan Malang — sebagai pusat inovasi desain, teknologi produksi, dan penguatan citra batik ramah lingkungan.

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid menegaskan bahwa 70 persen produksi batik nasional berasal dari Pekalongan, dengan 20 persen di antaranya telah menembus pasar internasional. “Sebagian besar denyut perekonomian Pekalongan ditopang industri batik,” ujarnya.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menambahkan, program Kemis Mbois yang mewajibkan ASN maupun non-ASN mengenakan batik khas Malang setiap Kamis berhasil meningkatkan permintaan produk lokal.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menekankan pentingnya daya saing. Melalui IKM Center, Magelang menyediakan fasilitas promosi, produksi, hingga uji mutu agar produk UMKM, termasuk batik, mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.

Acara turut dihadiri Direktur Utama LLP-KUKM Doddy Akmadsyah Matondang, Asisten Deputi Bidang Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Ari Anindya Hartika, serta Direktur Bisnis dan Pemasaran LLP-KUKM Rizki Firdaus. Achmad Sholeh/cr2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perkuat Aksi Iklim dan Konservasi Hayati, Indocement Tanam Pohon Lokal

22 June 2026 - 18:19 WIB

PKK Kelurahan Cipete Utara Dukung Gerakan RT/RW Sadar BPJS Ketenagakerjaan

11 June 2026 - 15:30 WIB

Sinergi Tanpa Batas: BPJS Ketenagakerjaan, Jasa Raharja, dan Polri Perkuat Kolaborasi Demi Layanan Prima Korban Kecelakaan Kerja

10 June 2026 - 14:41 WIB

Resmi Pertamax Naik Jadi Rp 16.250

10 June 2026 - 07:19 WIB

Wamenaker: Kerja di Hari Libur Nasional Wajib Bayar Lembur

26 May 2026 - 21:12 WIB

Trending on Headline