Menu

Dark Mode
Buku Pelajaran Perlu Diperbarui, Jupiter Ternyata Lebih Kecil dan Pipih Canon Rayakan 30 Tahun PowerShot Lewat G7 X Mark III Edisi Khusus ChromeOS Bakal Pensiun, Diganti Aluminium OS untuk Chromebook Bonobo Bisa Bermain Pura-pura Layaknya Manusia, Ilmuwan Kagum PPLI Dukung Program 1 Hektar Hutan Kota Pemkab Bogor Peduli Lingkungan, PMC dan Kecamatan Bojonggede Tanam Pohon

Kabar Lifestyle

Nothing Lepas Sub-Brand “CMF” Jadi Merek Mandiri

badge-check


					CMF jadi merek terpisah dari Nothing, fokus jualan produk murah.(Foto: GizmoChina) Perbesar

CMF jadi merek terpisah dari Nothing, fokus jualan produk murah.(Foto: GizmoChina)

Nothing, perusahaan rintisan asal London yang didirikan Carl Pei, resmi memisahkan sub-brand murahnya, CMF, menjadi anak perusahaan independen. 

Langkah ini sekaligus menandai strategi besar Nothing untuk menjadikan India sebagai markas, pusat produksi, dan riset CMF di masa depan. 

Perlu diketahui, Nothing yang lahir pada 2020 fokus menjual perangkat premium yang mengincar segmen menengah ke atas.

Selang tiga tahun, Pei membuat “CMF” singkatan dari “Color, Material, Finish” sebagai sub-merek Nothing. CMF pertama kali hadir dengan produk earbud nirkabel dan smartwatch, lalu berkembang ke lini smartphone yang menyasar segmen menengah ke bawah. 

Dengan dipisahkan dari Nothing, CMF kini akan berjalan lebih mandiri dan fokus ke kategori perangkat ramah kantong.

Bermarkas di India

Carl Pei mengumumkan rencana ini lewat akun X miliknya. Sosok yang juga merupakan pendiri perusahaan smartphone terkenal, OnePlus, menegaskan ambisinya untuk menjadikan CMF sebagai “merek teknologi konsumen global pertama yang bermarkas di India”.

Nothing juga menggandeng Optiemus, salah satu pabrikan desain asli (ODM) terbesar di India, dalam bentuk joint venture untuk menangani produksi lokal. 

CMF sendiri juga baru saja menarik Himanshu Tandon, mantan eksekutif Poco, untuk menjabat sebagai Vice President of CMF Business, menandakan keseriusan Nothing membangun brand value. 

Nothing berkomitmen menggelontorkan investasi lebih dari 100 juta dollar AS (sekitar Rp 1,6 triliun) dalam tiga tahun ke depan. Investasi ini diharapkan menciptakan setidaknya 1.800 lapangan pekerjaan baru.

Laporan TechCrunch, India dipilih karena pasar smartphone harga 100–200 dollar AS (sekitar Rp 1,6 juta hingga Rp 3,3 juta) mendominasi lebih dari 40 persen pengiriman ponsel di sana, dan CMF dinilai pas bermain di segmen tersebut. 

Firma riset pasar IDC mencatat, Nothing sendiri menjadi salah satu merek dengan pertumbuhan tercepat di India, dengan kenaikan pengiriman 85 persen dari tahun ke tahun pada kuartal II 2025 dan meraih lebih dari 2 persen pangsa pasar.

Dengan pemisahan ini, Nothing menerapkan strategi dua merek. Nothing tetap fokus pada perangkat premium seperti flagship Phone series dan aksesori kelas atas, sementara CMF akan berkonsentrasi di pasar budget dan mid-range yang lebih masif. 

Langkah ini mirip dengan strategi beberapa raksasa smartphone asal Tiongkok, seperti Xiaomi yang memisahkan Poco.

Huawei juga membuat sub-brand untuk perangkat murah, yakni Honor pada 2013. Namun, karena sanksi AS, Honor akhirnya dilepas Huawei pada 2020.

Contoh lain, Oppo dengan Realme. Realme awalnya adalah sub-brand Oppo yang berada di bawah payung BBK Electronics, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TechCrunch, Sabtu (27/9/2025) 

Namun pada 2018, Sky Li, mantan eksekutif Oppo, mendirikan Realme sebagai entitas terpisah agar bisa lebih fokus pada ponsel stylish dan bertenaga tinggi. Meski begitu, Oppo dan Realme masih sama-sama berada di bawah naungan BBK Electronics.

Sumber: Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Buku Pelajaran Perlu Diperbarui, Jupiter Ternyata Lebih Kecil dan Pipih

6 February 2026 - 14:45 WIB

Canon Rayakan 30 Tahun PowerShot Lewat G7 X Mark III Edisi Khusus

6 February 2026 - 14:41 WIB

ChromeOS Bakal Pensiun, Diganti Aluminium OS untuk Chromebook

6 February 2026 - 14:08 WIB

Bonobo Bisa Bermain Pura-pura Layaknya Manusia, Ilmuwan Kagum

6 February 2026 - 14:05 WIB

Anggota DPR AS Desak Bill Gates Bersaksi di Bawah Sumpah soal Epstein

5 February 2026 - 11:14 WIB

Trending on Kabar Lifestyle