Menu ✖

Dark Mode
Meta Dihajar Denda Rp 450 Triliun Terkait Skandal Cambridge Analytica PBB Khawatir Penggunaan AI di Bidang Militer Perburuk Kondisi Perang Pemerintah Ingin Pusat Data Menyebar ke Indonesia Timur, Perpres Disiapkan Apa Dampak Celah PHP2Shell ke Indonesia? Ini Kata Pakar Karhutla dan Ancaman Kabut Asap Lintas Negara, Sejauh Mana Penanganannya? Peringati Hari Santri 2026, Pemkot Bogor Apresiasi Santri dan Pelajar Berprestasi

Kabar Lifestyle

5 Fakta Gerhana Matahari Sebagian 21 September

badge-check


					5 Fakta Gerhana Matahari Sebagian 21 September Foto: AP/Michael Probst Perbesar

5 Fakta Gerhana Matahari Sebagian 21 September Foto: AP/Michael Probst

Gerhana kedua di bulan September 2025 akan menghiasi langit pada tanggal 21. Kali ini, gerhana yang terjadi adalah gerhana Matahari sebagian.

Meskipun bukan gerhana Matahari total, fenomena ini tetap menarik bagi para pengamat langit dan masyarakat umum. Setidaknya ada lima fakta menarik tentang gerhana Matahari Sebagian 21 September.

1. Waktu terjadinya gerhana

Gerhana akan dimulai pada pukul 17.29 Universal Time Coordinated (UTC), dan akan mencapai titik puncak pada pukul 19.41 UTC. Selang kira-kira 2 jam kemudian, yakni pada 21.53 UTC, gerhana Matahari berakhir.

UTC berjarak 7 jam lebih lambat ketimbang Waktu Indonesia Barat (WIB). Berdasar acuan itu, jadwalnya menjadi:

  • Awal: 00.29 WIB tanggal 22 September 2025
  • Puncak: 02.41 WIB tanggal 22 September 2025
  • Akhir: 04.53 WIB tanggal 22 September 2025.

2. Tidak terlihat dari Indonesia

Indonesia tidak termasuk dalam jalur pengamatan langsung gerhana kali ini. Bayangan Bulan yang menutupi Matahari tidak melewati Asia Tenggara, sehingga fenomena ini tidak dapat dilihat secara langsung dari wilayah Indonesia.

3. Wilayah dengan pengamatan terbaik

Dikutip dari situs NASA, negara-negara di Belahan Bumi Selatan, termasuk Australia, Selandia Baru, sebagian Antartika, dan wilayah samudra di sekitarnya, akan menyaksikan fenomena ini dengan jelas.

Daftar negara dan wilayah yang berkesempatan melihat gerhana Matahari parsial September 2025 adalah Selandia Baru, Australia (bagian timur), Fiji, Vanuatu, Tonga, Tuvalu, Samoa, Kepulauan Cook, Polinesia Prancis, Kiribati, New Caledonia, Wallis dan Futuna, Tokelau, Niue, Norfolk Island, American Samoa, dan Antartika.

4. Berbeda dari gerhana Matahari total dan cincin

Gerhana Matahari sebagian berbeda dengan gerhana Matahari total dan cincin. Gerhana Matahari sebagian terjadi Ketika Bulan menutupi hanya sebagian permukaan Matahari.

Berbeda dengan gerhana Matahari total, Bulan menutupi seluruh permukaan Matahari hingga langit menjadi gelap. Namun saat gerhana Matahari sebagian terjadi, Matahari akan tampak seperti kue bulat yang ujungnya digigit atau berbentuk sabit.

5. Opsi nonton live streaming

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan secara online, beberapa observatorium internasional dan lembaga riset akan menyiarkan momen ini melalui tayangan live streaming.

Salah satunya, kalian bisa memantaunya lewat YouTube channel Time and Date di bawah ini. Channel ini bahkan sudah menyiapkan live streaming fenomena astronomi yang akan terjadi hingga Agustus 2026, sehingga kalian bisa menekan tombol ‘Notify Me’ agar tidak ketinggalan.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Meta Dihajar Denda Rp 450 Triliun Terkait Skandal Cambridge Analytica

22 October 2026 - 21:57 WIB

PBB Khawatir Penggunaan AI di Bidang Militer Perburuk Kondisi Perang

22 October 2026 - 21:53 WIB

Pemerintah Ingin Pusat Data Menyebar ke Indonesia Timur, Perpres Disiapkan

22 October 2026 - 21:47 WIB

Apa Dampak Celah PHP2Shell ke Indonesia? Ini Kata Pakar

22 October 2026 - 21:43 WIB

Karhutla dan Ancaman Kabut Asap Lintas Negara, Sejauh Mana Penanganannya?

22 October 2026 - 21:39 WIB

Trending on Kabar Lifestyle