Menu

Dark Mode
HPN 2026, PWI Kota Bogor Buka 3 Layanan Publik Sekaligus Gua Tersegel 40 Ribu Tahun Dibuka, Ungkap Neanderthal Sudah Canggih TikTok Bantah Rumor Terkait Tokopedia, Tegaskan Komitmen Operasional Apple Uji Coba Layar Lipat Tangguh untuk iPhone Fold Nonton di IndoXXI dan LK21 Bisa Kuras Rekening, Ini Link Aman Kapolresta Kota Bogor dan Dandim Ajak Wartawan Kompak Amankan Kota Bogor

Kabar Lifestyle

Belajar dari Prilly Latuconsina, Jangan Remehkan Istirahat dan Tidur Cukup

badge-check


					Prilly Latuconsina mengingatkan pentingnya tidur cukup. Menurut dokter, tubuh butuh tidur cukup agar terhindar dari gangguan kesehatan serius.(Foto: Bidik layar Instagram @prillylatuconsina96) Perbesar

Prilly Latuconsina mengingatkan pentingnya tidur cukup. Menurut dokter, tubuh butuh tidur cukup agar terhindar dari gangguan kesehatan serius.(Foto: Bidik layar Instagram @prillylatuconsina96)

Prilly Latuconsina baru-baru ini dirawat di rumah sakit. Ia mengaku tubuhnya sudah lama memberi sinyal untuk beristirahat, tapi sering ia abaikan. 

“Udah mulai syuting karena harus syuting. Kemarin udah keluar dari rumah sakit dan aku harus bener makannya, istirahatnya, karena aku anemia,” kata Prilly lewat unggahannya di akun TikTok pribadinya, @prillylatuconsina, dikutip Jumat (12/9/2025).

Lewat akun Instagram pribadinya, aktris film Danur ini berpesan untuk tidak mengabaikan sinyal yang tubuh beri. Sebab, tubuh butuh dijaga dan diprioritaskan. 

Pengalaman Prilly menjadi pengingat bahwa tubuh, khususnya orang dewasa, tetap membutuhkan istirahat cukup. Simak penjelasan dokter mengenai istirahat berikut ini.  

Prilly Latuconsina sempat dirawat di rumah sakit 

Anemia dan kurang istirahat

Menurut dr. Santi, Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia, merasa sehat bukan berarti bebas anemia. Kondisi kurang darah bisa saja tersembunyi dan sering diperburuk dengan pola hidup kurang istirahat.  

Menurutnya, tidur bukan sekadar memejamkan mata atau tidur panjang pada akhir pekan untuk “membayar utang” begadang. Tubuh membutuhkan tidur yang konsisten, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. 

Ketika kurang tidur terjadi terus-menerus, utang tidur akan menumpuk, serta tubuh dan otak akan terbiasa dengan pola itu.

“Secara subyektif kamu enggak merasa terganggu lagi dengan kantuk dan tubuh terbiasa bangun pagi banget atau bergadang larut malam. Tapi sayangnya jauh di dalam, tubuh dan otakmu meronta,” jelas dr. Santi kepada Kompas.com, Jumat (12/9/2025).  

Padahal, nyatanya, fungsi kognitif dan fisik tetap menurun, refleks jadi lambat, kemampuan konsentrasi turun, memori lemot, dan kontrol emosi jadi kacau. Kondisi ini disebut subjective adaptation with objective impairment. 

“Kita merasa oke meski kurang tidur, tubuh menyesuaikan diri dengan ritme sirkadian melalui berbagai hormon,” tegasnya.  

Risiko jangka pendek dan jangka panjang kurang istirahat 

Kurang tidur memiliki dampak yang sering tak disadari. Dalam jangka pendek, tubuh jadi mudah marah, sulit fokus, performa kerja menurun, dan gangguan mood. 

Kalau terus berlanjut, risiko jangka panjangnya cukup serius, mulai dari gangguan daya ingat, penurunan imun, obesitas, kecemasan dan depresi, serta penyakit kronis seperti hipertensi, jantung, dan diabetes.

Selain itu, kurang istirahat juga bisa memperparah kondisi anemia. Tubuh yang kekurangan darah dan oksigen akan makin kewalahan jika tidak mendapat waktu pemulihan yang cukup.

Berapa jam tidur yang ideal? 

Untuk orang dewasa aktif, termasuk artis yang sering sibuk dengan jadwal padat, kebutuhan tidur ideal berkisar tujuh sampai sembilan jam per malam. 

Namun, angka ini juga perlu diimbangi dengan kualitas tidur yang baik, tidur nyenyak, tidak sering terbangun, dan bangun dengan rasa segar. 

“Tidur itu bukan semata soal durasi, tapi juga kualitas tidur, seberapa dalam dan nyenyak tidur tersebut,” ucap dr. Santi.

Tanda tubuh butuh istirahat total 

Tubuh biasanya memberi alarm ketika sudah terlalu lelah. Beberapa tanda yang harus diwaspadai, antara lain mudah pusing, mata sering berkunang, sulit konsentrasi, sering jatuh sakit, dan perubahan mood yang drastis. 

Jika sudah muncul tanda-tanda ini, istirahat total adalah pilihan terbaik sebelum kondisi memburuk.

Namun, bagi banyak pekerja, lembur kadang tidak terhindarkan. Dr. Santi memberi beberapa cara sederhana agar tubuh tetap mendapat istirahat cukup, salah satunya tidur sebentar (power nap) sekitar 15–20 menit.

Lalu, mengurangi konsumsi kafein berlebih yang bisa mengganggu kualitas tidur, serta menciptakan lingkungan kamar yang gelap, sejuk, dan tenang. 

Kemudian, memberi jeda tenang tanpa gadget sebelum tidur, mengatur pola makan, dan tetap olahraga ringan agar tubuh tidak gampang drop. 

Tidur adalah investasi kesehatan 

Di tengah rutinitas yang padat, sering kali tidur dianggap hal yang bisa dikorbankan. Padahal tidur cukup adalah investasi kesehatan jangka panjang.

Dengan tidur yang baik, konsentrasi terjaga, mood stabil, daya tahan tubuh lebih kuat, dan risiko penyakit kronis berkurang.

Kasus Prilly menjadi pengingat nyata bahwa tubuh punya batas. Jika sinyal-sinyal lelah terus diabaikan, tubuh bisa mogok kapan saja. 

Mulai sekarang, coba beri ruang untuk istirahat lebih cepat, setidaknya 15 menit lebih awal setiap malam, demi kesehatan fisik dan mental.

Sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gua Tersegel 40 Ribu Tahun Dibuka, Ungkap Neanderthal Sudah Canggih

7 February 2026 - 11:28 WIB

TikTok Bantah Rumor Terkait Tokopedia, Tegaskan Komitmen Operasional

7 February 2026 - 11:25 WIB

Apple Uji Coba Layar Lipat Tangguh untuk iPhone Fold

7 February 2026 - 11:19 WIB

Nonton di IndoXXI dan LK21 Bisa Kuras Rekening, Ini Link Aman

7 February 2026 - 11:16 WIB

Buku Pelajaran Perlu Diperbarui, Jupiter Ternyata Lebih Kecil dan Pipih

6 February 2026 - 14:45 WIB

Trending on Kabar Lifestyle