Menu

Dark Mode
Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

Kabar Pendidikan

#OnThisDay 16 Agustus: Peristiwa Rengasdengklok Penculikan Soekarno dan Hatta Menuju Kemerdekaan Indonesia

badge-check


					Para pahlawan kemerdekaan pada peristiwa Rengasdengklok. Foto: (Wikimedia Commons) Perbesar

Para pahlawan kemerdekaan pada peristiwa Rengasdengklok. Foto: (Wikimedia Commons)

Pada 16 Agustus 1945 dini hari, merupakan salah satu hari bersejarah di Indonesia. Pada tanggal tersebut, disebut sebagai peristiwa Rengasdengklok, yang merupakan salah satu perjalanan menuju kemerdekaan Indonesia.

Melansir Metrotvnews.com, peristiwa ini dipicu dari kekalahan Jepang saat perang dunia akibat dijatuhkanya bom atom di wilayah Hiroshima dan Nagasaki. Namun, saat itu Jepang berusaha menutupi berita kekalahannya. Meskipun berusaha ditutupi, informasi itu berhasil didengar salah satu golongan muda, Sutan Sjahrir.

Mengetahui perihal kekalahan Jepang, golongan muda melakukan penculikan terhadap Ir Soekarno dan Mohammad Hatta untuk dibawa ke Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Penculikan terhadap Soekarno-Hatta itu dikenal dengan peristiwa Rengasdengklok.

Salah satu tokoh golongan muda, Sutan Sjahrir, mendesak Soekarno-Hatta segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Soekarno-Hatta sengaja dibawa ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh iming-iming Jepang, serta agar keduanya bisa dibujuk untuk segera memproklamirkan kemerdekaan.

Setelah berdiskusi, Soekarno-Hatta setuju dan berencana  mengumumkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Setelah itu, Soekarno-Hatta sempat bertemu perwakilan Jepang yaitu Mayor Jenderal Otoshi Nishi-Mura untuk meminta kemerdekaan.

Namun, perwakilan Jepang menolak dengan alasan bahwa Jepang sudah berjanji dengan sekutu untuk menjaga jajahannya termasuk Indonesia. Setelah Jepang menolak Proklamasi, Soekarno-Hatta dibantu Laksamana Tadashi Maeda yang pro Indonesia, untuk menyusun teks Proklamasi di rumah Maeda. Achmad Surbardjo menyumbang kalimat utama, Mohammad Hatta menyumpang kalimat terakhir, Soekarno menulis teksnya lalu diketik oleh Sayuti Melik.

Kemudian, Soekarno-Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB, diikuti dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Suhud dan Latief Hendraningrat dan benderanya dijahit oleh Fatmawati.

 

Sumber: metrotvnews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Komitmen Pemkot Bogor dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Lewat Kolaborasi

15 April 2026 - 08:37 WIB

Tanamkan Karakter Tangguh, Kwarran Tanah Sareal Gelar Persari

11 April 2026 - 17:35 WIB

Ciptakan Generasi Tangguh, 320 Pramuka Siaga Bogor Selatan Ikuti Pesta Siaga

11 April 2026 - 16:30 WIB

Asah Kemandirian, 230 Pramuka Siaga Bogor Timur Ikuti Pesta Siaga dan Bazar 

11 April 2026 - 15:31 WIB

Ratusan Pramuka Kwarran Bogor Tengah Meriahkan Pesta Siaga

11 April 2026 - 13:48 WIB

Trending on Kabar Pendidikan