Menu

Dark Mode
Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas Data Center AI Meta Diduga Bocorkan Bakteri Mematikan ke Air untuk Irigasi Kota

Kabar Pendidikan

#OnThisDay 16 Agustus: Peristiwa Rengasdengklok Penculikan Soekarno dan Hatta Menuju Kemerdekaan Indonesia

badge-check


					Para pahlawan kemerdekaan pada peristiwa Rengasdengklok. Foto: (Wikimedia Commons) Perbesar

Para pahlawan kemerdekaan pada peristiwa Rengasdengklok. Foto: (Wikimedia Commons)

Pada 16 Agustus 1945 dini hari, merupakan salah satu hari bersejarah di Indonesia. Pada tanggal tersebut, disebut sebagai peristiwa Rengasdengklok, yang merupakan salah satu perjalanan menuju kemerdekaan Indonesia.

Melansir Metrotvnews.com, peristiwa ini dipicu dari kekalahan Jepang saat perang dunia akibat dijatuhkanya bom atom di wilayah Hiroshima dan Nagasaki. Namun, saat itu Jepang berusaha menutupi berita kekalahannya. Meskipun berusaha ditutupi, informasi itu berhasil didengar salah satu golongan muda, Sutan Sjahrir.

Mengetahui perihal kekalahan Jepang, golongan muda melakukan penculikan terhadap Ir Soekarno dan Mohammad Hatta untuk dibawa ke Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Penculikan terhadap Soekarno-Hatta itu dikenal dengan peristiwa Rengasdengklok.

Salah satu tokoh golongan muda, Sutan Sjahrir, mendesak Soekarno-Hatta segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Soekarno-Hatta sengaja dibawa ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh iming-iming Jepang, serta agar keduanya bisa dibujuk untuk segera memproklamirkan kemerdekaan.

Setelah berdiskusi, Soekarno-Hatta setuju dan berencana  mengumumkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Setelah itu, Soekarno-Hatta sempat bertemu perwakilan Jepang yaitu Mayor Jenderal Otoshi Nishi-Mura untuk meminta kemerdekaan.

Namun, perwakilan Jepang menolak dengan alasan bahwa Jepang sudah berjanji dengan sekutu untuk menjaga jajahannya termasuk Indonesia. Setelah Jepang menolak Proklamasi, Soekarno-Hatta dibantu Laksamana Tadashi Maeda yang pro Indonesia, untuk menyusun teks Proklamasi di rumah Maeda. Achmad Surbardjo menyumbang kalimat utama, Mohammad Hatta menyumpang kalimat terakhir, Soekarno menulis teksnya lalu diketik oleh Sayuti Melik.

Kemudian, Soekarno-Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB, diikuti dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Suhud dan Latief Hendraningrat dan benderanya dijahit oleh Fatmawati.

 

Sumber: metrotvnews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Wujudkan Generasi Sehat Kota Bogor, Pemkot Bogor Gelar Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

26 August 2026 - 13:44 WIB

Cetak Talenta Vokasi Unggul, United Tractors Gelar Lomba Kompetensi Siswa

8 July 2026 - 20:55 WIB

941 Pramuka Garuda Kota Bogor Resmi Dikukuhkan

5 July 2026 - 21:54 WIB

Bahas Agenda Kerja dan Pilih Ketua, Kwaran Tansa Gelar Musran

24 June 2026 - 17:41 WIB

276 Anggota Pramuka Kwarran Bogor Barat Raih Predikat Pramuka Garuda

14 June 2026 - 20:15 WIB

Trending on Kabar Pendidikan