Menu

Dark Mode
Buku Pelajaran Perlu Diperbarui, Jupiter Ternyata Lebih Kecil dan Pipih Canon Rayakan 30 Tahun PowerShot Lewat G7 X Mark III Edisi Khusus ChromeOS Bakal Pensiun, Diganti Aluminium OS untuk Chromebook Bonobo Bisa Bermain Pura-pura Layaknya Manusia, Ilmuwan Kagum PPLI Dukung Program 1 Hektar Hutan Kota Pemkab Bogor Peduli Lingkungan, PMC dan Kecamatan Bojonggede Tanam Pohon

Kabar Pendidikan

Sri Mulyani Ogah Dana Pendidikan 20% APBN Terbuang: Ada Sisa, Masuk Dana Abadi!

badge-check


					Sri Mulyani. Foto: Anisa Indraini/detikcom Perbesar

Sri Mulyani. Foto: Anisa Indraini/detikcom

Bogor – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN sesuai amanat konstitusi tidak akan terbuang percuma. Ia menegaskan bila anggaran itu tidak terserap maksimal, maka akan dialihkan ke dalam dana abadi pendidikan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Anggaran 20% dalam APBN yang diamanatkan konstitusi tidak wasted. Jadi kalau tidak terbelanjakan, dia harus menjadi dana abadi,” kata Sri Mulyani dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia, Kamis (7/8/2025).

Sri Mulyani menyoroti praktik belanja pendidikan yang kurang tepat sasaran. Ia menyebut beberapa sekolah terpaksa menghabiskan dana dengan mengganti kursi atau mengecat pagar, padahal belum dibutuhkan, hanya agar anggaran terserap.

“Waktu kita semuanya belanjakan, banyak juga sekolah-sekolah yang tidak mampu untuk menggunakan (dana pendidikan) sehingga dia pakai beli kursi padahal kursinya masih bagus, ngecat, ganti pagar karena dia nggak tahu bagaimana menghabiskan dana pendidikan,” ujarnya.

Karena itu, Kementerian Keuangan membentuk dana abadi pendidikan sejak 2009. Hingga 2024, saldo dana abadi ini telah mencapai Rp 154,11 triliun.

“Saya termasuk yang memulai melahirkan dana pendidikan abadi ini tahun 2009 dengan Rp 1 triliun,” imbuhnya.

Ia juga mengungkap latar belakang emosional dari lahirnya dana ini. Kala itu, Sri Mulyani merasa tertinggal saat mendengar menteri keuangan negara ASEAN lain bangga dengan staf lulusan universitas ternama dunia, sementara stafnya belum ada yang seperti itu.

“Sesama Menteri Keuangan waktu itu saya event di lingkungan ASEAN, Malaysia, Singapura, mereka selalu bilang ‘I have my staff sudah belajar di Harvard, Columbia, di Stanford, di London School of Economics’,” paparnya.

“Saya bilang anak buah saya nggak ada yang belajar di situ dan kita merasa kita harus catching up sehingga munculah keinginan untuk bisa mengirim orang Indonesia. Saya yakin mereka itu mampu masuk universitas yang bagus di dunia, namun selama ini tidak mampu karena tidak ada biaya,” pungkas Sri Mulyani.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Cakupan JKN di Atas 98 Persen, Pemkot Bogor Raih UHC Award 2026

27 January 2026 - 20:44 WIB

SDN Cimanggu dan Kencana 1 Diresmikan, Komisi IV DPRD Kota Bogor Minta Pemkot Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

15 December 2025 - 17:38 WIB

Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa Universitas Esa Unggul Hadir di Kelurahan Duri Kepa

8 December 2025 - 22:35 WIB

Baru Dilantik, Komite SMPN 22 Kota Bogor Gandeng PT AKB

15 November 2025 - 13:23 WIB

Sumpah Pemuda, Siswa PKBM Bakti Nusa Ramaikan Bumi Perkemahan Sukamantri

27 October 2025 - 19:03 WIB

Trending on Kabar Pendidikan