Makin banyak saja modus yang dilakukan para pelaku kriminal untuk mengelabui korbannya. Kali ini momen libur tahun baru 2024, dimanfaatkan pelaku kejahatan dengan membuat akun media sosial seperti instagram/facebook yang menawarkan penyewaan villa/resort di daerah Puncak Bogor. Tergiur dengan foto vila yang bagus dan harga murah, sejumlah konsumen diduga tertipu oleh akun IG @pusatvillapuncakbogor yang sudah 12 kali mengganti nama akunnya.
Billy, salah seorang warga Kota Bogor yang hendak mencari villa untuk keluarga besarnya berlibur pada malam pergantian tahun, harus menelan ludah lantaran uang yang dijadikan tanda jadi (booking) sebesar Rp 1 juta rupiah raib oleh penipu.

Menurut Billy, awalnya ia mendapatkan informasi penyewaan villa itu dari instagram dengan akun @pusatvillapuncakbogor yang memiliki follower sebanyak 28,5 ribu pengikut. Setelah scrool melihat-lihat postingan IG tersebut, dirinya tertarik dan langsung membayar tanda jadi sebesar 1 juta rupiah dari total sewa 3 juta rupiah.
Untuk pembayaran DP lanjut Billy, ia mentransfer Rp 1.000.000 ke rekening atas nama Salu Amanda Ulandari, Nomor Rekening: 5496-0102-7/390-537 Bank BRI.
“Kak, villa ini private, jadi untuk kekurangannya Rp 2.000.000 harus diselesaikan sekarang supaya kami bisa input kode booking. Kalau sudah bayar, harap kabari ya Kak. Semua vila sudah full booking,” tulis penipu tersebut ujar Billy.
Curiga dengan permintaan tersebut, Billy memutuskan untuk mendatangi lokasi vila. Namun, alamat yang diberikan ternyata palsu. Saat mencoba menghubungi nomor kontak penipu, nomor tersebut langsung diblokir.
“Saya sewa vila lewat IG dan komunikasi di WhatsApp. Setelah saya bayar DP, penipu minta pelunasan dua juta lagi, tapi setelah itu tidak bisa dihubungi. Saya coba pakai nomor lain, sempat aktif, tapi langsung diblokir begitu saya konfirmasi,” ungkap Billy.
Dengan menggunakan nomor lain, Billy mencoba menghubungi nomor tersebut dan tersambung. begitupula dengan DM IG, masih dijawab. Namun setelah mengetahui jika itu dirinya, nomor lain pun diblokir.
“Saya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat memesan vila untuk liburan. Ia berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi orang lain, agar tidak menjadi korban penipuan serupa. Harap bantu sebarkan agar tidak ada korban lain. Saya sudah cek ke alamat yang diberikan, tapi ternyata palsu dan tidak ada vila di sana.Jadi bagi yang akan menyewa villa via medos, mending cek langsung ke lokasi sebelum transfer,” pungkasnya. Pratama














