Menu ✖

Dark Mode
Pidato di PBB, Netanyahu Bawa Starlink Sambil Sindir Iran Mau Bikin Data Center di Luar Angkasa, Google Uji Chip AI di Orbit Komdigi Dorong Transfer AI – Cloud dalam Investasi Microsoft di RI ‘Nostradamus’ China Ramal Tragedi Serupa 9/11 Terjadi Lagi Bumi Makin Panas, 12 Triliun Ton Es Meleleh dalam 47 Tahun NASA Pamer ‘Hantu’ 5 Bintang Meledak dalam Satu Foto

Headline

SGN: Digital Skill Dibutuhkan Planters untuk Mendukung Swasembada Gula

badge-check


					SGN: Digital Skill Dibutuhkan Planters untuk Mendukung Swasembada Gula Perbesar

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) anak perusahaan PTPN III (Persero) Holding Perkebunan, menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan industri gula mendukung sumber daya manusia perkebunan yang berkualitas, hal ini disampaikan dalam kegiatan Sugar Insight Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta Kamis (29/02/2024).

“Penting adanya kolaborasi dunia akademis dengan industri gula dalam menciptakan SDM yang tidak hanya fokus, pada technical skill dan soft skill namun juga digital skills  terlebih kedepan akan dibutuhkan tambahan tenaga kerja hampir dua kali lipat dari eksisting saat ini untuk mencapai swasembada gula nasional di tahun 2030”, ungkap Aris Toharisman Direktur Utama SGN.

Menurutnya saat ini dibutuhkan digital skills selain technical skills dan soft skills, sehingga melengkapi kompetensi planters untuk mendukung produksi gula serta pencapaian swasembada gula nasional. Sebagai bagian upaya pencapaian tersebut, PTPN Group melalui SGN mentargetkan produksi gula sebesar 2,2 juta ton gula tahun 2028 dan 5,5 juta ton pada tahun 2030.

“Selain kembali ke basic budidaya tanaman, pemanfaatan teknologi digital dapat  mendukung percepatan produksi. Berbagai aplikasi dan digitalisasi teknologi menjadi piranti digunakan di industri gula, untuk itu dunia akademis khususnya pendidikan gula perlu memasukkan digital skill dalam salah satu topik pengajaran”, jelasnya kemudian.

Aris Toharisman merujuk pada penerapan digitalisasi dan teknologi informasi di SGN  yang membantu akselerasi pencapaian target hingga monitoring proses produksi. Digitalisasi SGN tersebut antara lain, Enterprise Resources Planning System Application and Product in data processing (ERP SAP), E Office, E Contract , IPS Integrated, Human Capital Information System (HCIS), Sistem Monitoring Asal Tebu (Sugarcane Management Supply), Production Information System (Prodis) dan E-taskforce.

“Implementasi digital tools pada sektor perkebunan terbukti dapat meningkatkan yield serta efisiensi sehingga industri perkebunan indonesia dapat setara dengan industri global”, tutup Aris Toharisman./*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Serentak Dilaunching 1 Oktober 2026

22 September 2026 - 21:47 WIB

BNN DAN AFP SEPAKAT PERKUAT KEMITRAAN LAWAN ANCAMAN NARKOTIKA LINTAS NEGARA

22 September 2026 - 21:34 WIB

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

15 September 2026 - 20:36 WIB

Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan Masker 

9 September 2026 - 18:42 WIB

Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan

8 September 2026 - 21:24 WIB

Trending on Headline